Sunday, 30 August 2015

Doa bukanlah Ban Serep, Doa adalah kompas Penunjuk Arah.


Doa bukanlah Ban Serep, Doa adalah kompas Penunjuk Arah tujuan Manusia.

Seseorang telah menuliskan kata-kata yang indah ini.
Cobalah ambil sedikit untuk mengerti maknanya.
1. Doa bukanlah "ban serep" yang dapat kamu keluarkan ketika dalam masalah, tapi "kemudi" yang menunjukkan arah yang tepat.

2. Kenapa kaca depan mobil sangat besar dan kaca spion begitu kecil?
Karena masa lalu kita tidak sepenting masa depan kita.
Jadi, pandanglah ke depan dan majulah.
3. Pertemanan itu seperti sebuah buku.
Hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membakarnya, tapi butuh waktu tahunan untuk menulisnya.

4. Semua hal dalam hidup adalah sementara.
Jika berlangsung baik, nikmatilah, karena tidak akan bertahan selamanya.
Jika berlangsung salah, jangan khawatir, karena juga tidak akan bertahan lama.
5. Teman lama adalah emas. Teman baru adalah berlian! Jika kamu mendapat sebuah berlian, jangan lupakan emas! Karena untuk mengikat sebuah berlian menjadi cincin, kamu selalu memerlukan dasar emas.

6. Seringkali ketika kita hilang harapan dan berpikir ini adalah akhir dari segalanya, Tuhan tersenyum dari atas dan berkata " Tenang sayang, itu hanyalah belokan, bukan akhir!
7. Ketika Tuhan memecahkan masalahmu, kamu memiliki kepercayaan pada kemampuanNYA; ketika Tuhan tidak memecahkan masalahmu, Dia memiliki kepercayaan pada kemampuanmu.
8. Seorang buta bertanya pada seorang bijak : "Apakah ada yang lebih buruk daripada kehilangan penglihatan mata?" Dia menjawab : "Ya ada, kehilangan visimu!"

9. Ketika kamu berdoa untuk orang lain, Tuhan mendengarkanmu dan memberkahi mereka, dan terkadang, ketika kamu aman dan happy, ingat bahwa seseorang telah mendoakanmu.
10. Khawatir tidak akan menghilangkan masalah besok, hanya akan menghilangkan kedamaian hari ini.
Jika kamu menikmati & merasa sudah diberkahi, mohon mengirimkan juga ke orang lain. Karena siapa tahu akan mencerahkan hari seseorang.

Thursday, 27 August 2015

Perubahan Cepat Melalui Sudden Shift, Umat Manusia Di Abad 21

Perubahan Cepat Melalui Sudden Shift, Umat Manusia Di Abad 21 atau atau dalam Islam Akhir Zaman.


Hati-hati "Sudden Shift", Fenomena Perubahan Abad 21
Senin, 24 Agustus 2015 | 05:41 WIB
Oleh Prof.Rhenald Kasali
KOMPAS.com - Lima tahun yang lalu, mantan Dirut Pertamina, Ari Soemarno pernah menyampaikan sepotong data kepada saya. Itu tentang shale gas, yang kalau sampai kongres Amerika Serikat memberi lampu hijau untuk dieksplore dan diekspor, maka harga gas dunia akan turun.
Data itu rupanya segera direspons oleh para pemain saham yang mengakibatkan harga-harga saham perusahaan tambang batu bara kita anjlok. Mengapa demikian? Inilah gejala perubahan mendasar yang disebut 3S : "Sudden Shift, Speed dan Surprise!"

Sudden Shift
Daripada mereka-reka kapan dollar AS akan kembali turun, atau tenggelam dalam rasa takut yang besar bahwa PHK besar-besaran akan terjadi, lebih baik kita paham apa yang tengah terjadi, mengapa dan bagaimana meresponsnya.

Gejala ini kita sebut sudden shift (tiba-tiba berpindah). Faktanya, konsumennya tetap di situ, populasinya tetap besar (8 miliar jiwa), semuanya butuh makan, minum, transportasi, gadget, hiburan, dan sebagainya. Tetapi siapa yang menikmati perpindahan itu? 

Sudah begitu, berpindahnya mengejutkan karena seakan tiba-tiba (sudden), cepat sekali (speed) dan membuat kita terkaget-kaget (surprise). Mengapa? Karena kita mengabaikan, kita menyangkal, kita gemar berolok-olok, berpolitik, bersiasat, berpura-pura menyelamatkan (padahal menyesatkan). Kadang mengatasnamakan rakyat pula, menghiburnya, berpura-pura seakan-seakan masalahnya ada di tempat lain.

Kembali ke shale gas, Ari Soemarno memberi tahu saya bahwa cost-nya sangat rendah, demikian harga jualnya, yakni ¼ dari harga jual gas konvensional. Saya membayangkan begitu informasi itu beredar, maka para pemakai minyak (oil) pun akan beralih. Maka harga minyak pun akan goncang. Lalu pada akhirnya, tambang energi lain akan terganggu: batu bara.

Di luar dugaan saya, ternyata batu bara terkena imbasnya lebih dulu, lalu baru minyak. Maklum harga kertasnya (saham) sudah lama dijadikanbubble, lagi pula ia sangat merusak lingkungan. Sekarang harga minyak dunia baru turun sekitar 50-60 persen. Para ahli menduga ia masih akan turun hingga sekitar 10 dollar AS (saat ini masih sekitar 47dollar AS) per barel. 

Bisa dibayangkan kerugian apa yang akan diderita pengusaha-pengusaha minyak, kalau mereka tak berani merevolusi biaya-biaya "kenikmatan" yang selama ini sudah dirasakan para pegawai. Dulu, saat harga minyak di bawah 10 dollar AS per barel, mereka sanggup berproduksi dengan biaya 6 dollar AS per barel, tetapi begitu harga pasarnya 120 dollar AS per barel, mereka berproduksi dengan biaya 100 dollar AS per barel. Segala yang membuatnya mahal, akan membuat manusia meningkatkan biaya kenikmatan.

Zalora
Di Bandara Halim Perdanakusuma, saya menerima CEO Zalora Indonesia. Anak-anak muda tentu lebih tahu apa itu Zalora. Ini situs belanja online yang sedang digemari konsumen muda. Dengan belanja online, selain mendapat barang-barang baru, anak-anak muda bisa mendapat harga yang lebih murah.

Saat itu saya baru membaca data penjualan ritel Indonesia yang dilaporkan turun besar-besaran. Keadaan ekonomi pun kita persalahkan. Bahkan para politisi menduga adanya miss managementdalam pemerintahan.

Saat industri ritel konvensional melaporkan penurunan 3-4  persen, Zalora justru mengatakan omzet mereka naik 240 persen. "Dalam dunia online, kalau kami tumbuhnya di bawah 100 persen itu sama dengan kegagalan," ujar mereka.

Saya pikir Zalora masih kecil. Tetapi bayangan saya kembali ke tahun 1998 saat semua orang dicekam rasa takut akibat gelombang PHK. Asing pun hengkang. Ketika para ekonom di FE UI masih berpikir keras bagaimana menciptakan iklim yang kondusif agar investasi asing kembali lagi, saya memilih untuk mendorong lahirnya entrepreneur lokal.

Saya masih ingat ejekan para ekonom yang mengabaikan kemampuan bangsa ini berwirausaha. Saya bahkan ditanya, apa bisnis yang akan diekmbangkan wirausaha lokal? Saya sebutkan nama-nama produk mereka: kacang (Garuda dan Dua Kelinci), herbal (Sido Muncul), kosmetik (Wardah), bola buatan masyarakat di Majalengka dan lain-lain.

Di luar perkiraan saya, mereka mempertanyakan, "Sampai kapan kacang dan jamu bisa menciptakan lapangan kerja? Yang bisa itu otomotif. Rakyat kita itu pegawai, bukan entrepreneur."
Anda tahu berapa jumlah wirausaha kita sekarang? Jangan lagi mengatakan masih di bawah 1 persen. Kalau mereka yang sudah terlibat dalam sektor informal saja sudah 60 juta orang, bisa hitung sendiri berapa banyak orang yang sudah bergulat dalam bidang kewirausahaan.   

Demikian juga dengan Zalora dan mereka yang bergerak dalam sektor ekonomi kreatif lainnya. Sekarang memang masih kecil. Tetapi mereka memiliki daya disruptif yang bisa menggerus para pelaku usaha konvensional.

Semua Shifting
Pergeseran konsumsi tak hanya terjadi dalam dunia energi dan belanja melainkan dalam konsumsi di segala bentuk kehidupan kita. Semuanya bergeser. Keseimbangan baru belum terbentuk, tetapi pindah-pindahnya mulai terasa.

Minggu lalu, 17 Agustus 2015, Indonesia-X baru saja meluncurkan situs belajar bebas biaya (massive online course) di mana Rumah Perubahan ikut di dalamnya.

Pernahkah anda membayangkan bahwa kampus-kampus besar sedang berjuang melawan perubahan? Ya, di seluruh dunia, bukan cuma surat kabar berbasis kertas yang kesulitan karena hadirnya media-media online, melainkan juga kampus–kampus yang kini ditantang dunia belajaronline.

Bahkan gelar akademis pun kini mulai ditinggalkan para kaum terpelajar dunia. Para pemberi kerja mulai melirik mereka–mereka yang tak bergelar. Dari "siapa kamu" ( atau "apa gelar akademismu"), dunia manajemen mulai beralih pada "apa yang bisa kamu lakukan". Lihatlah di perusahaan- perusahaan besar, di kartu-kartu nama para pimpinan dan stafnya. Tak banyak lagi yang mencantumkan gelar akademisnya.

Gerakan masif ini membuat kaum muda beralih dari membeli degree (formal) kepada membeli keahlian dan paket–paket  kursus, yang mereka ramu sendiri racikannya. Bukan lagi racikan akademik yang dibuat pemerintah karena mereka ingin membangun keahlian yang unik, yang tidak massal dan siap pakai. Dan pasar tenaga kerja global pun mengakomodir mereka. Apa yang bisa mereka berikan di dunia kerja bukan lagi rangkaian matakuliah racikan kampus. 

Dan Indonesia-X  menjadi pelopor belajar onlineyang heboh. Kelak Anda bisa mengambil kursus apa saja. Karena murah (gratis), switching cost nya menjadi rendah. Dan perubahan pun terjadi.
 Gojek, Uber, Seven Eleven, dan lain lain.

Kalau anda belum puas dengan contoh–contoh di atas, maka pelajarilah segala fenomena di dunia transportasi, retail, telekomunikasi, trading,financing, dan sebagainya. Anda pasti akan menyaksikan gejala sudden shift ini.

Konsumen perbankan pun mulai meninggalkan kunjungan ke loket-loket bank. Mereka beralih kemobile banking. Pemakaian voice dalam berkomunikasi beralih ke cara-cara baru: data. Dari voice ke BBM, lalu pindah lagi ke Whatsapp dansocial media.

Sama halnya pertarungan sengit yang tengah dihadapi tukang-tukang ojek pangkalan vs Gojek dan Grab-Bike, atau taksi biasa Vs Uber. Semua mengalami gejala shifting.

Jadi, jangan melulu menyalahkan krisis ekonomi dunia. Karena krisis berdampak pada semua usaha dan kali ini terjadi luas di seluruh dunia. Yang jauh lebih penting bukan krisis itu sendiri. Bukan dollar AS, tetapi apa respons kita terhadap usaha yang kita jalani. Dan apa respons kita untuk mempersiapkan masa depan anak-anak kita dalam dunia yang benar-benar baru ini. 

Kalau Anda diamkan, bukan krisis yang menghantam, tetapi persaingan baru melaluibusiness model yang benar-benar berbeda.
Lagi pula, krisis selalu menjadi alasan bagi kaum malas untuk berhenti bekerja, dan bagi mereka yang senang mencari kambing untuk menyalahkan orang lain atas kesalahan yang dilakukannya.
Selamat merenungkannya!

Wednesday, 26 August 2015

Konsep Ketuhanan Islam Yang Dijalankan Oleh Om Google.

Konsep Ketuhanan Islam Yang Dijalankan Oleh Om Google, Manusia Hanya berusaha Tuhan yang Menentukan hasil.


Posted on August 14, 2015
Rio Beni Arya
Jadi…kenapa sebenarnya Google tidak membuat sebuah teknologi PC (Personnal Computer) atau membuat sebuah Operating System untuk sebuah PC atau Laptop? Saya bertanya tentang itu kepada seorang rekan saya yang kebetulan dulu pernah bekerja di Nokia. Saat dia masih di negara asalnya, China.

Mengetahui fakta bahwa rekan saya ini dulunya pernah bekerja di NOKIA, pembicaraan kami sepanjang jalanan dari Balikpapan menuju Kutai Kartanegara pagi itu diwarnai dengan diskusi ngalor ngidul, dimulai dari kenapa NOKIA tidak memasang Android pada Operating Systemnya, kenapa malah Windows Mobile? Lalu cerita tentang kebangkrutan NOKIA, lalu menyambar pada cerita tentang raksasa teknologi Google.

Banyak hal menarik yang dia ceritakan mengenai Google, tetapi satu hal mengenai pertanyaan saya di atas tadilah yang kemudian menjadi tema menarik kami sepanjang perjalanan.
Kenapa Google tidak membuat Operating System sendiri untuk sebuah PC atau LAPTOP, atau kenapa malah Google tidak merambah bisnis PC?

Lalu rekan saya ini menjelaskan dalam bahasa inggris yang pekat dengan logat China-nya. Ini saya baru tahu sekarang. Menurut dia, ada dua pendekatan besar dalam dunia teknologi komputer.
Pendekatan pertama, adalah golongan yang percaya bahwa trend di masa depan adalah personnal computer. Maksudnya, di masa depan, sebuah komputer haruslah menjadi semakin canggih, semakin complicated, dan mempunyai resource atau kemampuan perangkat yang semakin hebat. Apa sebab, sebabnya adalah sebuah aplikasi akan semakin canggih dan untuk menjalankannya butuh resource dan kemampuan dahsyat. Pada golongan inilah berada IBM dan kawan-kawannya.

Pada sisi yang berseberangan, adalah ORACLE. Yang berpendapat bahwa bukan sebuah PC yang harus menjadi semakin kompleks, melainkan sebuah server. Server, haruslah sangat digdaya, sedangkan sebuah PC atau LAPTOP hanya menjadi corong input dan display dari data yang diolah server. Tetapi, sebuah PC itu bisa tersambung ke server.

Tak ingin berpanjang lebar menceritakan tentang teknologi yang saya sendiri tak paham benar, tetapi ide itulah yang ternyata kemudian dipakai oleh Google.

Google tak membuat PC, juga tak terlalu getol membuat operating system, karena Google percaya, bahwa trend masa mendatang adalah CLOUD COMPUTING, dimana orang-orang akan semakin tergantung kepada server.

Sederhananya, seseorang hanya butuh komputer atau perangkat dengan kemampuan kelas medium, asalkan bisa input data, dan bisa display, dan ini yang paling penting "Terhubung dengan internet".
Maka kita cobalah lihat semua produk Google. Ada Google maps. Google satelite. Google sky. Street view. Dan segala macam produk Google lainnya kesemuanya bisa dijalankan pada komputer kelas menengah, atau rendah, asalkan punya network yang kencang. Dan Google membuat browser hebat untuk menjadi corong display dan inputnya, yaitu Chrome.

Coba kita bayangkan, seandainya, semua kemampuan google maps, semua bank data Google maps, semua kecanggihan grafik Google maps itu harus disimpan pada sebuah PC, kita butuh PC seberapa dahsyat? PC kelas rendah sampai menengah tak akan sanggup menjalankan aplikasi itu. 

Tetapi, karena segala perhitungan dan algoritma google maps dijalankan oleh server, dan PC hanya menjadi display saja lewat browser, maka aplikasi yang sejatinya begitu kompleks itu terasa sangat ringan. Bahkan handphone bisa membukanya. Sekali lagi, hanya jika kita punya koneksi internet yang cepat dan stabil.

Wah, ini hal yang sangat menarik dan membuka mata saya. Saya mengucapkan terimakasih kepada rekan saya itu. Lalu tiba-tiba saya terfikir tentang sesuatu.

"You know what," Saya sampaikan padanya, bahwa saya teringat tentang sebuah wejangan yang hampir analog dengan cerita dia barusan.

Sepertinya, saya tahu bagaimana mengaplikasikan strategi Google dalam kehidupan sehari-hari.
Rekan saya itu tertarik dan bertanya, bagaimana caranya?

Saya katakan padanya. Kita ini, setiap hari berhadapan dengan berbagai macam masalah dan perhitungan yang sangat kompleks. Masalah pekerjaan. Masalah rumah tangga. Masalah ekonomi. Dan segala macam masalah.

Dan pendekatan kita dalam mengatasi masalah itu selama ini adalah seperti golongan IBM yang merasa harus mengatasi segala masalahnya sendiri.

Akibatnya, kita harus memiliki PC yang demikian kompleks. Kita membebani diri kita sendiri. Sedangkan, hampir kita bisa katakan bahwa mungkin lebih dari sembilan puluh sembilan persen kejadian di dalam hidup ini tak bisa kita kontrol sama sekali, dan setiap kejadian akan berkelindan dengan kejadian lainnya yang saling mempengaruhi dalam hidup ini.

Jika kita ingin menghadapi semua masalah dengan perhitungan kita sendiri, maka kita bisa gila dan depresi. Apa pasal? Perhitungannya luar biasa kompleks.

Maka sebaiknya, kita tiru google. Sebenarnya kita hanya perlu kemampuan input data, dan kemampuan untuk display saja. Selebihnya, biarkan kalkulasinya dijalankan oleh server. Yang Maha Kuasa. Maka hidup kita akan menjadi lebih ringan.

Saya jadi teringat kembali dengan salah satu kutipan bijak dari aforisma Al-Hikam. "istirahatkan dirimu dari tadbir" kata Sang Bijak Ibnu Athoillah.

Apa itu tadbir? Tadbir adalah memastikan hasil usaha. Menghitung-hitung seandainya saya melakukan aksi begini, maka hasilnya PASTI begini.

Just do your part. Input datanya. Dan selebihnya biarkan Sang Maha Server –meski kita tahu tak ada umpama bisa menjelaskannya– yang mengaturnya.

Satu hal saja yang harus kita benar-benar jaga, yaitu "network", koneksi yang sangat kencang dan stabil pada Sang Maha Server. Dzikrullah.....
Salam SUKSES semua ya teman2...

Tuesday, 25 August 2015

Polisi Paksa Muslim Ahmadiyah Menurunkan Bendera Merah Putih di Banjar Ciamis

Polisi Paksa Muslim Ahmadiyah Menurunkan Bendera Merah Putih di Banjar Ciamis Jawa Barat.


Kronologi Penurunan Bendera Merah Putih di Masjid Istiqamah, Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Banjar Agustus. Bulan kemerdekaan. 70 tahun sudah, Indonesia merdeka.

Untuk menyambut dan memeriahkannya, Rabu (12/8) JAI Banjar, mengecat putih pagar bambu dan memasang 9 buah Bendera Merah Putih di area Masjid Istiqamah. Mereka pun memotong rumput, menumpuk, membakarnya di halaman masjid.

Sudah 4 tahun, Masjid Istiqamah dinyatakan status quo oleh Pemkot Banjar.

Akhir tahun 2014, masjid dirusak: genting-genting diturunkan, langit-langit dijebol dan beberapa kaca jendela pecah dilempari batu. Kejadian tersebut telah dilaporkan ke Polres Banjar. Sampai saat ini, Polisi belum berhasil menangkap pelakunya.

Seminggu setelah pemasangan bendera, sekira pukul 22an, Yunus (JAI Banjar) menerima telepon Rosidi (Kasat Intel Polres Banjar) "Pak Ustaz, bendera saya turunkan sekarang...."

3 buah bendera di dak masjid diturunkan. Menurut Rosidi, penurunan terpaksa dilakukan, karena ada tekanan dari Front Pembela Islam (FPI) Banjar. Ke-3 bendera tersebut dibawa ke Polres Banjar.
Dalam percakapan lewat telepon itu pun, Rosidi memerintahkan JAI Banjar, agar menurunkan sendiri, sisa bendera yang masih terpasang.

Kamis (20/8), Dedi Mulyadi (JAI Banjar) bertemu Dedi (Kanit Intel Polres Banjar) di Rumah Makan Beti, Cipadung. Pertemuan berlangsung dari pukul 19an sampai pukul 21an wib. 

Menurut Dedi (Kanit Intel Polres Banjar), anggota Polsek Pataruman yang menurunkan 3 buah bendera di dak Masjid Istiqamah. Penurunan bendera tersebut merupakan inisiatif kepolisian, demi keamanan.

Salam,
Firmansyah
Cp:
1. Rosidi (Kasat Intel Polres Banjar) 08128206670
2. Dedi (Kanit Intel Polres Banjar)    081394247473
3. Yunus (JAI Banjar)                       081323745476
4. Dedi Mulyadi (JAI Banjar)             085315449199

Monday, 24 August 2015

20 Macam Bahaya Kebiasaan Makan Mie Instan Yang Sangat Metikan Manusia.

20 macam bahaya Kebiasaan makan mie instan yang sangat mematikan tubuh Manusia.


Kerusakan hati. Mengkonsumsi mie instan yang terlalu sering atau rutin dapat menyebabkan kerusakan hati. Mie Instan mengandung zat berbahaya salah satunya Proplene Glycolyang jelas merusakan dan menganggu kerja hati.Gagal Ginjal. Kandungan Proplene Glycol juga mengundang penyakit lain yaitu merusak kerja ginjal sebagai salah satu organ vital dalam tubuh kita. 

Penyakit ginjal tersebut berupa penyakit gagal ginjal.Diabetes. Mie Instan meski memiliki rasa cenderung gurih juga mengandung banyak kandungan gula di mana dapat menyebabkan penyakit Diabetes. Secara tidak langsung kandungan gula tersebut diserap secara baik oleh tubuh kita.Kencing manis. Kandungan gula yang melimpah dalam Mie Instan juga memicu kita terjangkit kencing manis. Bisa saja mencapai Diabetes, bisa juga memang karena kandungan gula keluar dalam air seni.Meningkatkan kadar kolesterol. 

Makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol bukan hanya makanan bersantan atau aneka makanan laut tetapi ternyata Mie Instan juga menjadi salah satu makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol karena kandungan garam yang tinggi.Mengganggu hormon bagi wanita. Mie Instan yang dikonsumsi rutin atau berlebihan bagi wanita memberi bahaya tersendiri salah satunya mengangganggu hormon karena Sodium yang terkandung dalam Mie Instan. 

Hal ini menyebabkan jadwal bulanan seperti menstruasi dapat terganggu hingga menimbulkan jerawat.Menggangu hormon seks bagi pria. Jika bagi wanita menganggu hormon bulanan, bagi pria efek negatif Mie Instan juga berlaku. Mie Instan yang kaya kan zat kimia akan mengganggu hormon pria dalam hal seks di mana mereka tidak dapat mengontrol gairah seks mereka.Memicu tekanan darah tinggi. Pada umumnya tekanan darah seseorang normalnya adalah 130/80. Tetapi Mie Instan akan menaikannya alias memicu tekanan darah tinggi terjadi karena zat kimia berbahaya di dalamnya yang tidak terlihat.Menurunkan metabolisme. 

Zat kimia di dalam Mie Instan juga dapat menurunkan metabolisme kita. Jangan berpikir Mie Instan dapat memberi energi bagi kita karena sebenarnya Mie Instan hanya akan memberi sedikit energi dan menurunkan kembali metabolisme kita karena zat kimia tersebut.Menghambat penyerapan nutrisi. Tidak sedikit orangtua yang memberi anaknya makanan instan berupa Mie. Karena alasan – alasan khusus seperti masalah waktu ataupun memang sang anak doyan dengan rasa Mie Instan. Padahal Mie Instan sangat tidak baik untuk pertumbuhan anak – anak. Hal ini dikarenakan Mie Instan menghambat penyerapan nutrisi dalam tubuh anak – anak. Apa lagi bagi anak – anak yang masih berusia di bawah 6 tahun.Menyebabkan kanker. 

Siapa yang tidak merasa ngeri mendengar penyakit ini. Penyakit kanker memang mudah menghampiri banyak orang dengan tidak memandang usia. Dan Mie Instan menjadi salah satu jalan penyakit ini dapat menghampiri kita. Dengan segumpal aneka ragam zat kimia yang ditambahkan dengan bahan berbahaya lain salah satunya Mie Instan yang di dalam Styrofoam, kanker dapat saja dengan senang hati menghampiri.Stryfoam yang diberi air panas sangat tidak baik karena menambah zat kimia berbahaya di dalam Mie Instan.Keguguran bagi wanita hamil. Bagi para wanita yang sedang hamil, hindarilah makan Mie Instan. 

Zat kimia dalam Mie Instan juga pengawet yang kuat dapat menyebabkan keguguran. Jangan sampai sesuatu yang sudah dinantikan anda sejak lama harus hilang karena Mie Instan.Memicu penyakit Stroke. Penyakit stroke yang sering menyerang sebagian orang di dunia termasuk Indonesia juga dapat datang karena mengkonsumsi rutin mengkonsumsi Mie Instan. Mie Instan dapat menganggu kelancaran aliran darah.Mengganggu pencernaan. Karena Mie Instan dapat menghambat nutrisi masuk ke dalam tubuh, ini juga menjadikan pencernaan dalam tubuh terganggu. 

Pencernaan yang baik memerlukan bantuan nutrisi dan mineral yang banyak. Maka dari itu tidak sedikit yang gemar mengkonsumsi Mie Instan mengalami sembelit atau susah buang air besar. Bahkan dapat menyebabkan lambung dan usus bocor.Memicu sakit kepala. Mie Instan mengandung kadar MSG yang sangat banyak. MSG sangat tidak baik untuk tubuh maupun otak kita. Mengkonsumsi MSG dapat memberi efek ringan hingga serius. 

Sederhananya adalah sakit kepala. MSG dapat memicu timbulnya sakit kepala karena tubuh yang tidak menerima zat berbahaya ini.Menganggu sistem pernafasan. Kandungan MSG dalam Mie Instan juga dapat menganggu pernafasan kita. Gejalanya yang paling utama adalah membuat kita sulit bernafas dan merasa sesak di dada. Bila memang sudah merasakan ini segera jauhi Mie Instan. Tidak maukan sampai kehilangan nyawa karena Mie Instan?Membuat wajah bengkak.

Selain memicu sakit kepala dan mengganggu sistem pernafasn, kandungan MSG dalam Mie Instan juga dapat membuat wajah merah – merah hingga bengkak. Tidak banyak yang menyadari hal ini karena biasanya tidak berlangsung lama hanya saat ketika MSG tersebut terserap dalam tubuh.Penyakit jantung. Mie Instan juga termasuk dalam junk food atau makanan yang miskin vitamin. Mengkonsumsi Mie Instan terlalu sering dapat memicu penyakit jantung. Hal ini dikarenakan Cardionmetabolic Syndrome.Membuat perut buncit dan kantung mata. 

Kandungan garam yang sangat melimpah dalam Mie Instan secara tidak langsung membuat perut menjadi buncit dan menambah kantung mata. Mengkonsumsi garam yang banyak memang dapat membuat kedua hal tersebut tidak hanya dalam Mie Instan saja.Obesitas. Terakhir, bahaya dari mengkonsumsi Mie Instan adalah obesitas. Mie Instan jika dikonsumsi memberi efek mengenyangkan. 

Namun setelah itu dalam beberapa jam kemudian kita akan kembali merasa lapar. Padahal kalori dan karbohidrat di dalam Mie Instan sudah banyak. Hal ini cenderung membuat kita makan beberapa kali lipat. Apa lagi tidak sedikit yang menyandingkan Mie Instan dengan nasi.

Friday, 21 August 2015

Pertemuan Tahunan #JalsaUK2015 Muslim Ahmadiyah di London Inggris

Pertemuan Tahunan #JalsaUK2015 Muslim Ahmadiyah di London Inggris dihadiri dari seluruh Dunia.

Ringkasan wawancara Jalsah UK yg diterjemahkan oleh: Mln. Saefullah M.A. 21/08/2015

"Berkenaan dg stndar pnglhidmatan tamu Hz Masih Mauud as adalh standar yg dulu dprlihatkan oleh Rasulullah saw yg dihdupkan kmbali oleh Hz Masih Mauud as.

Tamu Hz Masih Mauud as bukanlah tamu biasa...

Beliau as dapat wahyu.. ya'tika min kulli fajjin 'amiq ( orang orang dr jauh akan datamg k pada mu)

Wahyu ini dtrima Hz Masih Mauud as ketika bliau tdk dikenal oleh siapapu, yakni qadian tak ada seorangpun yg mengenal dulu... tapi sekarang kita lihat bagaimna orang dr seluruh penjuru dunia datang sebagai tamu Masih Mau'ud a.s.

Wahyu lagi, wasi' makaanaka... perluaslah tempatmu,...

Dulu orang duniawi akan berpikir bahwa ini adalah konyol, namun sekarang kita melihat tempat yg dulu luas sekarang sudah mulai tampak kecil, sehingga penggenapan wahyu itu kita dapat saksikan sekarang dseluruh dunia. Bendera jemaat disiapkan oleh para sahabat. Pertama kali dikibarkan oleh Hz Muslih Mauud ra pada pada pukul 2 siang, 28 desember 1939 di Talimul Islam Hight School Qadian d hari kedua jalsah.

Bendera adalah lambang hidupnya suatu kaum.. para sahabat Rasulullah saw rela menyerahkan nyawanya demi bendera islam...

Warna hitam dr bendera Ahmadiyah (Liwa e Ahmadiyyat) berdasarkan sabda Rasulullah saw.

Warna hitam melambangkan keadaan islam pada saat Hz Masih Mauud as turun yg berada dalam kegelapan. Sedangkan warna putih melambangkan melalui jemaat ahmadiyah lah keadaan gelap itu akan ditarik ke arah nur. Iman hendaknya tdk sebatas pada ilmu, melainkan juga dibuktikan melalui amal. Hz aqdas: tujuan aku diutus adalah menegakkan kembali iman yg hakiki. Baik itu secara amal maupun ilmu. Dan menyelamatkan islam dr serangan kehancuran, Orang2 heran melihat jemaat ahmadiyah menyampaikan talim hakiki islam mereka bertanya2 apakah betul ini hakiki islam?  Kita sebagai pngikut Hz aqdas as harus senantiasa menyadari dan meningkatkan keimanan, amalan dan ilmu kta.. supay kita selamat dr cengkraman dunia. Kita harus meningkatkan ketakwan supaya bisa menunjukan dunia ke arah kebenaran.

Al quran karim sangat menekankan ketakwaan.. takwa menyelamatkan insan dr kesalahan2 kecil sekalipun. Takwa memberikan kekatan untuk selamat dr keburukan dan kekuatan menuju kebaikan. Buruk sangka adalah faktor hancurnya rumah tangga, dan masyarakat, Hendknya kita menghindari buruk sangka. Allah Taala menetapkan buruk sangka, memata matai dan ghibat sebagai dosa besar, sebagian manusia terpuruk dalam dosa2 kecil tapi dia todak memahaminya, shingga mengancurkannya. Hz Aqdas: ingatlah segala keburukan berasal dari buruk sangka. Buruk sangka menghamcurkan keimanan dan menjadikan teman jd musuh.

Jadi jika kalian pernah berprasangka buruk maka cepatlah beristighfar. Jangan memganggap jni sepele. Buruk sangka adalah hal yg sangat berbahaya yg dapat dengan cepat menghancurkan keimanan. Para ulama sekarang telah berburuk sangka trhadap Masih Mau'ud as. Allah Taala telah menyelamatkan kita dri berburuk sangka thdp Masih Mauud as dan memberikan karunia kpd kita utk menerima beliau. Namun kita masih harus selamat dr buruk sangka secara pribadi.

Maka banyaklah beristighfar. Sebarkan lah rasa kasih sayang antara satu sama lain. Apabila kita menegakkan cinta di masyarakat maka kita berhak menirima cinta Allah Taala. Sesungguhnya setiap mukmin adalah bersaudara. Hindari lah ghibat supaya Allah Taala mengasihi kalian. Setiap ahmadi harus ingat,  apbila kita ingin membawa jemaat kearah kamajuan, apabila kita ingin meraih keridoan Allah Taala, apabila kita ingin menjaga hubungan baik kekeluargaan maka tegakkan lah cinta dan kasih sayang antara sesama, hendaklah juga diingat bahwa kasih sayang bukan hanya antar mukmin saja, melainkan juga dimasyarkat, dengan ini pintu tabligh akan terbuka dg sendirinya, begitu juga dalam nikah kejujuran juga harus dikedepankan, Dalam ketakwaan insan tdk akan mendekati dosa. Stiap kita harus menjadikan quran sebagai pedoman dan penunjuk jalan kita, perhatikan baik2 dan amalkan quran karim. Selama ini tidak ada maka kita akan sulit untuk menegakkan ketakwaan.

Itaat kpd Allah dan Rasul adalh yg paling utama, itaat baru dapat dilakukan apabila kita mengetahui perintah2. Dan untuk mengetahui perintah tentu perlu mencari,  Seorang muttaqi tdk cukup hanya menjadikan dirinya sbgai muttaqi atau istiqamah dalam ketakwaannya.. melainkan harua menjd imam dr para muttaqi, pengaruh ketalwannya harus terpancar pada istri, anak dan masyarakat...
ini lah tuntutan dri doa

Rabbana hablana min azwaajina....Coba bayang kan apabila stiap kita memanjatkan doa ini dg memahami maksud ayat ini maka seperti apa kemajuan yg akan dialami dlam masyarakat, krna setiap kita berdoa utk menjadi.imam par muttaqi, Utk meraih berkat dr doa ini kita tdak cukup hanya puas dg ketakwan kita, melainkan haru menjadi teladan bagi yg lain. Kita berjaji utk mendahulukan agama dr dunia. Ya akan ditrima disisi Allah hanyalah yg menunaikan janjinya, Dan bentuk penyempurnaan janji itu adalah ketakwaan. Islam berkata bahwa qaule sadid ( perkataan bnar) dan menunaikan janji adalah ketakwaan. Selah beriman yg dibutuhknn adalah senantiasa maju dalam keimanan.

Ini lah tuntutan syarat baiat, Apa bila kita datang kesini hanya sebatas mendengar penceramah lalu mengumndangkan takbir maka kedatangan ksini dan susah payah dalan menyiapkan jalsah ini adalah suatu yg tdk bermanfaat dan sia sia. Hz Aqdas: jangan lah mencaci maki meskipun dicaci maki, bersimpatilah kpada sesama, kalau kalian besar maka kasihilah yg kecil, banyak yg dr luar terlihat suci namun didalam adalah ular, oleh krma itu jangan dekati dosa, takutlah lepada laknat Allah. Sucilah kalian dan luruslah, jamgan membohongi Tuhan. Jangan ada sedikitpun takabur dalam diri.  Betapa buruknya nasib orang yg tdk mengikuti nasehat yg berasal dr Allah ini yg aku sampaikan."

Umat Muslim Wajib Berlindung kepada Allah dari Kejahatan Nafsu

Umat Muslim Wajib Berlindung kepada Allah dari Nafsu dan Amalan Yang Jahat Dunia.


Dan kami berlindung kepada Allah Ta'ala dr kejahatan2 nafsu2 kami dan dari amalan kami yg jahat. (Cinta Sejati Untuk Nabi Muhammad SAW h.42).

Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah Ta'ala, tak ada yang dapat menyesatkannya. (Cinta Sejati Untuk Nabi Muhammad SAW h.42).

Dan barangsiapa yg dinyatakan sesat oleh-Nya, maka tdk ada yg dpt memberikan petunjuk kepadanya. (Cinta Sejati Untuk Nabi Muhammad SAW h.42).

Dan kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Ta'ala.. (Cinta Sejati Untuk Nabi Muhammad SAW h.42).

..dan kami bersaksi bahwa Muhammad saw itu adalah hamba dan utusan-Nya. (Cinta Sejati Untuk Nabi Muhammad SAW h.42).

Wahai hamba-hamba Allah Ta'ala! Semoga Allah Ta'ala mengasihi kalian. (Cinta Sejati Untuk Nabi Muhammad SAW h.43).

Sesungguhnya Allah Ta'ala menyuruh spy kalian berlaku adil & ihsan (berbuat baik kpd manusia)..(Cinta Sejati Untuk Nabi Muhammad SAW h.43).

Dia memberi nasihat supaya kalian mengingat-Nya. (Cinta Sejati Untuk Nabi Muhammad SAW h.43).

Ingatlah Allah Ta'ala, maka Dia akan mengingat kalian. (Cinta Sejati Untuk Nabi Muhammad SAW h.43).

Berdo'alah kepada-Nya, maka Dia akan mengabulkan do'a kalian.. (Cinta Sejati Untuk Nabi Muhammad SAW h.43).

CARA UMAT MUSLIM MENGHORMATI dan MENCINTAI KITAB SUCI ALQURAN

Cara Umat Muslim Menghormati dan Mencintai Kitab Suci Alquran yang dicontohkan Hadhrat Muslih Mau'ud ra.


Selanjutnya, Hadhrat Mushlih Mau'ud ra menyajikan contoh lain. Hadhrat Tn. Sufi Ahmad Jan Ludhianwi merupakan seorang saleh dan yang sangat bertakwa di kalangan orang-orang di masanya. Suatu kali Maharaja Jammu memintanya untuk berkunjung untuk mendoakannya namun ia menjawab, "Jika engkau meminta saya untuk mendoakan engkau, maka engkau harus datang mengunjungi saya. Mengapa saya yang harus datang kepada Anda?"

Oleh karena itu, jika seseorang mempunyai hubungan dengan Allah Ta'ala maka ia takkan takut kepada siapa pun. Hadhrat Mushlih Mau'ud ra menyebutkan bahwa betapa orang-orang [di India masa itu] sangat menghargai dan menghormati Hadhrat Masih Mau'ud as sebelum pendakwaan beliau as. Kita tahu bahwa ketika Barahin Ahmadiyah diterbitkan, ratusan ribu orang memandang Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as dengan pandangan yang sangat baik. Tn. Sufi merupakan salah seorang diantara kesaksian mereka itu namun beliau wafat sebelum Hadhrat Masih Mau'ud as menyatakan pendakwaannya. Tn. Sufi memiliki kecintaan yang mendalam terhadap Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. Tn. Sufi menulis bait syair Urdu kepada Hadhrat Masih Mau'ud as (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as) dalam sebuah surat:

'Kami semua yang sedang sakit ini hanya melihat Anda semata, Karena Tuhan, jadilah Anda Al-Masih!'

Tak diragukan lagi bahwa hal ini merupakan indikasi pandangan jauh ke depan Tn. Sufi yang adalah seorang Waliullah yang secara jeli dan tajam melihat bahwa Hadhrat Masih Mau'ud as adalah seorang yang dijanjikan, baik beliau as mendakwakan diri atau pun tidak. Dan sebelum kewafatannya, ia menasehati keluarganya untuk menerima beliau as ketika beliau menyampaikan pendakwaannya. Para ulama lain yang meskipun tidak memiliki pandangan seperti Hadhrat Sufi Sahib, biasa mengatakan bahwa hanya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as yang dapat menyelamatkan Islam.

Kutipan Ringkasan Khutbah Jum'at, 31 Juli 2015
Sayyidina Amirul Mu'minin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad
Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta'ala binashrihil 'aziiz
Tentang : Kecintaan Dan Penghormatan Terhadap Al-Quran (Paragraf 15, 16, 17)
Penerjemah: Hafizurrahman
Editor: Dildaar Ahmad Dartono
---

Monday, 17 August 2015

Renungan Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus Untuk Manusia Indonesia

Renungan Kemerdekaan 17 Agustus : Untuk MANUSIA INDONESIA Yang lebih baik.


Oleh Sarlito Wirawan Sarwono* di Tempo
Beberapa waktu yang lalu, ketika melintasi jalan Kapten Tendean, Jakarta, yang sedang direnovasi, saya terkejut ketika melihat salah satu backhoe (alat berat penggali tanah) bermerek "Samsung" (Korea), karena selama ini yang saya ketahui Samsung adalah produser HP, smart phone, gadget dan barang-barang elektronik, yang sudah jauh menggusur posisi Sonny dan Nokia (Jepang), tetapi bukan produsen alat-alat berat. Tetapi bukan itu saja, di Indonesia para Korea ini sudah mulai menggusur Jepang di bidang kuliner (Resto Korea versus Resto Jepang), budaya pop (K-pop, Gangnam style, Boys band, Sinetron Korea dll), dan otomotif ("H" dari Hyundai versus "H" dari Honda). Padahal Korea pernah "dijajah" Jepang (1876-1945) dan orang Korea punya dendam kesumat kepada orang Jepang. Tetapi dendam itu tidak dibalaskan dengan perang lagi atau agresi politik, melainkan dengan kerja keras yang menghasilkan prestasi di bidang teknologi, ekonomi dan budaya. Dalam waktu 70 tahun kita sama-sama melihat hasilnya.
Indonesia juga pernah dijajah Jepang, tidak lama, hanya 3½ tahun, tetapi rakyat sangat menderita selama masa penjajahan yang singkat itu. Anehnya, walaupun akhirnya Jepang kalah Perang Dunia II dan Jepang diwajibkan membayar pampasan perang kepada Indonesia, setelah 70 tahun Indonesia tidak berhasil mengimbangi Jepang hampir di segala bidang. Malah di tahun 1974 terjadi peristiwa Malari (15 Januari), saat mahasiswa dan massa membakari mobil-mobil bermerk Jepang.  Orang Indonesia bukannya bekerja lebih giat untuk menyaingi Jepang, tetapi menyalahkan dan menyerang si pesaing. Dalam psikologi mentalitas seperti ini disebut "ekstra-punitif" (menghakimi pihak lain) yang bersumber pada "pusat kendali eksternal" (external locus of control).
Menurut teori Pusat Kendali (locus of control: J.B. Rotter, 1954), ada dua macam tipe manusia, yaitu yang Pusat Kendalinya Internal dan Eksternal.  Orang dengan Pusat Kendali Internal (PKI) percaya bahwa dirinya sendirilah yang menentukan apa yang akan terjadi dengan dirinya, bahkan lingkungan di sekitarnya pun bisa dia kendalikan sesuai dengan kebutuhannya. Sedangkan orang dengan Pusat Kendali Eksternal (PKE) jika terjadi sesuatu, cenderung menyalahkan pihak lain, bukannya mengoreksi diri sendiri.
Sebagian besar orang Indonesia, menurut hemat saya, tergolong PKE. Bukan hanya dalam kasus Malari, tetapi hampir pada setiap peristiwa sehari-hari. Kalau dalam Pilkada ada calon Bupati/Walikota yang dinyatakan gugur karena tidak memenuhi persyaratan maka kantor KPU-nya dibakar. Kalau  kebanjiran menyalahkan pemerintah, kalau kekeringan minta bantuan pemerintah. Si pemerintah juga lebih senang menyalahkan alam yang tidak bersahabat. Bahkan ketika perekonomian nasional mengalami perlambatan seperti sekarang ini, para menteri di pemerintah pusat lebih senang menyalahkan faktor-faktor luar negeri (menggiatnya perekonomian dan kenaikan suku bunga di AS dll), ketimbang merekayasa perekonomian dalam negeri untuk mendongkrak laju perekonomian nasional. Pengendara motor yang melawan arus, ketika ditangkap polisi, akan membantah, "Loh, tiap hari saya liwat sini. Ada polisi, tetapi tidak pernah diapa-apakan. Kok sekarang saya mau ditilang?"
Salah satu dampak dari sifat bangsa Indonesia yang KPE ini adalah mencari jalan pintas. Tidak punya ijasah, ya beli ijasah Aspal saja. Mau menang Pilkada, beli suara. Mau main di pengadilan beli hakimnya. Kalau tidak bisa dibeli, liwat kekerasan. Termasuk Tuhan pun dijadikan faktor yang dijadikan sarana untuk mencapai sesuatu. Ingin lulus Ujian Nasional, sholat Istigozah rame-rame. Demo anti kenaikan harga BBM, teriak "Allahu Akbar". Tetapi karena Tuhan tidak bisa dibeli, maka yang menikmati (yang terima duit) adalah para pemain di balik agama, termasuk para da'i komersial (yang sering masuk TV dan honor tausyiahnya 10 kali lipat dari ceramah profesor), Biro perjalanan haji dan Umroh, dan para pemain politik yang menggunakan agama sebagai kendaraannya.
Akhir-akhir ini bahkan makin kuat kecenderungan untuk  lebih menuhankan agama ketimbang menuhankan Tuhan (Allah) itu sendiri. Agama sudah dianggap jauh lebih penting dari pada negara, pemerintah, bendera dan lagu kebangsaan, kewarganegaraan, dsb. Kalau Kartosuwiryo yang memproklamasikan NII (Negara Islam Indonesia) di tahun 1949 (isterinya tidak berjilbab), masih mencita-citakan sebuah negara yang bernama Indonesia, JI (Jamaah Islamiah) dan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) tidak lagi  mempersoalkan wilayah, dia maunya seluruh dunia adalah daulah Islamiah, yang dipimpin oleh seorang Amir atau Khalifah saja. Berita mutakhir, ISIS telah mengeksekusi 19 perempuan yang menolak bersetubuh dengan para pejuangnya, atas nama agama, atas nama daullah Islamiah. Padahal Allah sendiri tidak pernah mengatakan begitu. Bukankah ini menuhankan agama lebih dari pada menuhankan Allah itu sendiri? Apa namanya kalau bukan musyrik?
Dampak yang serius dari mentalitas PKE adalah orang jadi malas kerja. Orang PKE yang tidak berorientasi agama memilih hidup hedonis, mumpung muda hura-hura, tua foya-foya, mati masuk alam baka (surga atau neraka? Emang gue pikirin?). Mereka terlibat Narkoba, seks berisiko, kenakalan dan kriminal untuk memenuhi kebutuhuan hedonisnya. Sementara PKE yang orientasinya agama lebih rajin berdoa (rukun Islam tidak pernah terlambat, termasauk berumuroh berkali-kali), tetapi tetap enggan bekerja serius. Bahkan mereka pikir tidak apa-apa sedikit bermaksiat juga, karena mereka pasti sudah diberi pahala dan ampun oleh Allah yang Maha Pengampun, karena ibadah mereka sudah berpuasa yang pahalanya lebih dari seribu bulan dan sudah sholat Arbain di Medinah, yang pahalanya entah berapa juta kali lipat dibandingkan shalat di masjid lain. Itulah sebabnya Indonesia tidak pernah lepas dari korupsi dan maksiat, walaupun mayoritas penduduknya adalah muslim terbanyak di dunia.   Itulah sebabnya Indonesia tidak pernah lepas dari STMJ (Sholat Terus, Maksiat Jalan).
Padahal Indonesia sedang dalam era Bonus Demografi (2010-2045), yaitu saat penduduk usia produktif  (15-64 tahun) berjumlah dua kali lipat dari penduduk non-produktif. Para pakar menamakannya peluang emas untuk menggenjot kemajuan di segala bidang, guna menyejahterakan dan memakmurkan bangsa, khususnya karena negara-negara lain sudah meliwati masa ini bertahun-tahun yang lalu (negara-negara maju seperti Kanada dan AS sudah mengimport  imigran untuk mengisi kekurangan tenaga kerja mereka) dan Indonesia sendiri akan kehilangan peluang itu juga pasca 2045. Peluang emas inilah yang ingin direbut oleh Presiden Jokowi dengan seruannya "Kerja, kerja, kerja!!!". Maka kabinetnya pun dinamakan Kabinet Kerja. Tetapi kalau bangsa Indonesia lebih suka berhura-hura atau hanya berdoa saja, jangan-jangan seliwat tahun 2045 (100 tahun setelah kemerdekaan), Indonesia bukannya menandingi Korea atau Tiongkok (Cina) melainkan makin terpuruk. Audhubillah min dzalik.
* Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia

Thursday, 13 August 2015

Kisah Teladan: Kisah Rasulullah SAW dan Pemuda yang Bertaubat

Kisah Teladan: Kisah Rasulullah SAW dan Pemuda Yang Melakukan Taubat.


Taubat nasuha adalah taubat yang mempunyai arti kembali taat kepada Allah SWT dan menyesali segala perbuatan dosa yang telah dilakukan sembari berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dosa-dosanya serta memohon ampunan dari Allah.
Ada contoh riwayat Rasulullah SAW tentang seorang pemuda yang bisa kita ambil hikmah dan pelajaran di dalamnya.


Ajaran dan nasihat yang diberikan oleh Rasulullah SAW merupakan cermin  sosok pemimpin yang mampu merubah pribadi manusia yang ingin bertaubat.
Dikisahkan pada zaman Rasululullah SAW ada seorang pemuda yang gemar melakukan perbuatan tercela seperti mencuri, berjudi, mabuk, dan berzina. Kegemarannya ini sudah menjadi rahasia umum dan Rasulullah SAW pun telah mengetahuinya.

Suatu hari setelah semakin banyak orang memeluk Islam, pemuda itu juga ingin bertaubat dan ingin memeluk agama Islam. Tapi ada suatu hal yang mengganjal hatinya, ia takut kegemarannya nanti dilarang oleh Rasulullah SAW. Maka Ia pun setengah hati dan ragu-ragu antara ingin menemui Rasulullah SAW untuk menyatakan niatnya memeluk agama Islam atau tidak.
Namun keinginannya untuk masuk agama Islam sangat lah besar. Apa lagi ia menyaksikan para tetangganya yang telah memeluk Islam hidup dalam ketenteraman dan kedamaian. Pemuda itu pun penasaran, apalagi ketika ia mendengar dari para tetangganya bahwa Islam itu agama yang mudah dan tidak memberatkan. Maka ia pun membulatkan tekadnya untuk menemui Rasulullah SAW. Kepada Beliau SAW ia utarakan niatnya memeluk Islam. Dan alangkah senangnya ia ketika mendengar jawaban Rasululullah SAW bahwa beliau tidak menyinggung-nyinggung soal kegemarannya itu. Rasulullah SAW cuma menyebut satu syarat baginya untuk bisa memeluk Islam, ''Jangan berbohong.'' . Lalu pemuda tersebut berkata "Hanya itu kah y Rasulullah?". "Iya, laksanakanlah. Nanti temui saya lagi."  kata Beliau SAW. ''Kalau cuma itu syarat untuk memeluk Islam, baiklah wahai Rasulullah saya bersedia masuk Islam,'' jawab pemuda itu. Maka, dengan sukacita ia meninggalkan majelis Rasululullah SAW untuk kembali kepada kaumnya. Di sepanjang jalan ia tak habis-habisnya bergumam, ''Islam ternyata memang gampang dan tidak memberatkan saya dan Rasulullah hanya melarang saya untuk berbohong.''.
Hingga datang suatu saat dimana pemuda itu berhasrat untuk berzina. Namun di saat mau melakukannya hatinya berkata, ''Nanti kalau Rasulullah bertanya dari mana saya, lalu apa jawab saya? Saya pasti akan berkata seadanya. Sebab Rasulullah melarang saya untuk berbohong,''. Maka niat untuk berzina itu pun ia tinggalkan. Begitu juga saat pemuda itu berhasrat untuk melakukan kejahatan lainnya, maka setiap kali pula ia berhasil meredamnya. Akhirnya ia sadar bahwa hal yang dianggapnya mudah ternyata solusinya agar ia tidak melakukan semua kebiasaan buruknya yang secara halus diajarkan Rasululullah SAW.
Hikmah dari kisah teladan Rasulullah SAW dan pemuda yang bertaubat ini adalah mengajarkan kepada kita untuk menanamkan sikap kejujuran dalam diri dengan tidak berbohong agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan dosa dan merugikan diri sendiri juga orang lain. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah di atas dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari kita.

Wednesday, 12 August 2015

Arti Kemerdekaan Menurut Ajaran Islam dan Alquran

Arti Kemerdekaan Menurut Ajaran Islam dan Alquran dalam artian banyak Bersyukur.


 “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim ayat 7).

Kemerdekaan merupakan salah satu karunia besar dari Allah subhaanahu wa ta’aala kepada hamba-hambaNya. Ia merupakan ni’mat urutan kedua sesudah ni’mat kehidupan. Namun ia tetap berada pada satu urutan di bawah ni’mat termahal, yakni ni’mat keimanan.

Sebagaimana ni’mat-ni’mat lainnya Allah subhaanahu wa ta’aala memerintahkan kita untuk mensyukurinya. Sebab mensyukuri ni’mat akan menghasilkan pelipatgandaan ni’mat itu sendiri. Sedangkan kufur ni’mat akan menyebabkan ni’mat itu berubah menjadi sumber bencana bahkan azab. Sebagian ‘ulama mendefinisikan syukur ni’mat sebagaiاستعمال النعمة في الطاعة لزيادة النعمة “memanfaatkan ni’mat di jalan ketaatan sehingga ni’mat tersebut bertambah.”

Apabila kita sebagai suatu bangsa pandai memanfaatkan ni’mat kemerdekaan dengan menjalani kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan bernegara penuh dengan berbagai program ketaatan kepada Allah subhaanahu wa ta’aala, niscaya ni’mat tersebut akan Allah subhaanahu wa ta’aala tambah kepada kita semua. Namun sebaliknya bilamana kemerdekaan itu kita sikapi dengan menjalani kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan bernegara jauh dari tuntunan ilahi, maka sudah sewajarnya ni’mat kemerdekaan malah terasa menjadi sumber bencana dan bahkan azab. Adalah suatu ironi bila sebagai suatu bangsa yang berjuang berabad-abad mengusir para penjajah kafir Inggris, Portugis, Belanda dan Jepang dengan semangat takbir Allah Maha Besar… الله اكبر ..

Lalu saat meraih kemerdekaan justru membesarkan faham nasionalisme-materialisme-sekulerisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Masihkah kita perlu heran mengapa setelah hidup di alam kemerdekaan berpuluh tahun justru kita sebagai bangsa semakin terpuruk? Bukankah apa yang sedang kita alami sekarang hanyalah sebuah bukti kebenaran firman Allah di atas? ”… dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Mengingkari ni’mat maknanya di sini adalah tidak memanfaatkan ni’mat kemerdekaan di jalan Allah subhaanahu wa ta’aala, artinya tidak menjadikan Islam (ajaran Allah subhaanahu wa ta’aala) sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita lebih percaya dan bangga dengan man-made ideology daripada way of life yang telah digariskan Allah subhaanahu wa ta’aala.

Padahal saat sedang terjepit oleh para penjajah hanya Allah subhaanahu wa ta’aala yang kita panggil dan mohonkan pertolonganNya. Menurut seorang ‘ulama hakekat kemerdekaan atau kebebasan adalah: كون الإنسان عبدًا لله خلقا و شعورًا و خلقا “keberadaan manusia sebagai hamba Allah baik dari sudut penciptaan, perasaan maupun akhlaq.” Artinya, seorang manusia, menurut pandangan Islam, barulah akan disebut merdeka bilamana ia sadar dan berusaha keras mamposisikan dirinya selaku hamba Allah subhaanahu wa ta’aala saja dalam segenap dimensi dirinya, baik penciptaan, perasaan maupun akhlaq. Dan segera ia akan divonis tidak merdeka atau belum merdeka bilamana ia masih menghambakan dirinya kepada selain Allah subhaanahu wa ta’aala.

Atau, dengan kata lain, kemerdekaan seseorang atau suatu bangsa sangat ditentukan pada seberapa besar upaya individu atau bangsa tersebut menjadikan kalimat tauhid لآ إله إلا الله Sebagai motivator dan inspirator utama pembebasan diri atau bangsa dari dominasi apapun atau siapapun selain Allah subhaanahu wa ta’aala.

Dan pada dasarnya inilah yang telah dida’wahkan oleh Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam dan oleh segenap Nabi dan Rasul lainnya dahulu kala. Tak ada seorangpun Rasul yang diutus Allah kepada ummat manusia melainkan menyampaikan pesan abadi dan universal untuk ”hanya menyembah Allah dan menjauhi thaghut (syaithan)”. وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ “Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu” (QS An-Nahl ayat 36) Ini pula yang telah disampaikan oleh sahabat Rib’iy bin Aamer radhiyallahu ‘anhu saat beliau diutus khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu untuk bernegosiasi bilateral dengan negara adidaya Persia.

Rib’iy berkata kepada Panglima Persia Rustum: ابتعثنا الله لنخرج الناس من عبادة العباد لعبادة الله وحده “Kami (umat Islam) diutus Allah untuk mengeluarkan manusia dari penghambaan sesama hamba untuk menghamba kepada Allah semata.”

Sehingga Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam berhasil dengan gilang-gemilang mengeluarkan bangsa Arab dari kubangan kegelapan jahiliah kepada kecemerlangan kehidupan dan peradaban di bawah naungan ridho Allah ‘Azza wa Jalla.

Arti Kemerdekaan Menurut Ajaran Islam dan Alquran adalah bersyukur dan semoga bangsa ini bersyukur dengan kemerdekaan yang ke 70 ini bangsa Indonesia lebih dewasa dan tentunya lebih menghargai apa yang di brikan Tuhan kepada negara ini.

Dan para Koruptor segera sadar dan melakukan taubat dengan mengisi dan membangun bangsa Indonesia ini dengan hal yang lebih positif.

Sehingga tampillah suatu masyarakat berperadaban baru yang menyerahkan segenap dimensi kehidupannya mengikuti apa-apa yang diturunkan Allah subhaanahu wa ta’aala. Sehingga lahirlah suatu ummat terbaik (khairu ummah) yang tidak mencintai, mentaati serta merasa takut kepada apapun dan siapapun selain kepada Allah subhaanahu wa ta’aala.

Monday, 10 August 2015

Meneladani 4 Sifat Rasulullah: Shiddiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh

Meneladani 4 sifat Rasulullah : Shiddiq, Ammanah, Fatonah, dan Tabligh semoga Menjadi petunjuk bagi umat Islam.


"Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."- Al Ahzab 22.

Nabi Muhammad SAW adalah seorang insan kamil (manusia sempurna) yang memiliki akhlaq dan sifat-sifat yang sangat mulia. Oleh karena itu sebagai manusia yang mengaku diri sebagai umatnya, sudah seharusnya kita mencontoh perilaku dari Rasulullah SAW, karena memang tidak ada lagi contoh yang lebih baik dibanding Beliau SAW. Ada empat sifat utama yang dimiliki oleh Rasulullah SAW.

Shiddiq
Shiddiq artinya benar. Tidak hanya perkataannya yang benar, tapi juga perbuatannya juga benar. Tidak ada pertentangan antara yang diucapkan dengan yang dilakukan. Hal-hal yang diucapkannya pun adalah hal-hal yang penuh hikmah yang merupakan petunjuk dari Allah SWT.
Hal itu sesuai dengan firman Allah SWT.

"Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya." - An Najm 4-5
Begitulah seharusnya kita sebagai umat Rasulullah SAW. Segala ucapan dan tingkah laku kita pun harus sesuai dengan isi dari Al-Qur'an. Karena Al-Qur'an itu adalah pedoman hidup sebaik-baiknya.

Amanah
Amanah artinya bisa dipercaya. Jika satu urusan diserahkan kepadanya, niscaya orang percaya bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itulah Rasulullah SAW dijuluki oleh penduduk Mekkah dengan gelar "Al-Amin" yang artinya terpercaya jauh sejak beliau belum diangkat menjadi Nabi. Apa pun yang tanggung jawab yang diberikan kepada beliau, beliau emban dengan sebaik-baiknya.

"Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu." - Al A'raaf 69.

Mustahil Rasulullah SAW khianat terhadap yang memberinya amanah. Ketika Rasulullah SAW ditawari kerajaan, harta, wanita oleh kaum Quraisy agar beliau meninggalkan tugas ilahinya menyiarkan agama Islam, beliau menjawab: "Demi Allah. Wahai paman, seandainya mereka dapat meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan tugas suciku, maka aku tidak akan meninggalkannya sampai Allah memenangkan (Islam) atau aku hancur karena-Nya".

Meski kaum kafir Quraisy mengancam membunuh Rasulullah SAW, namun beliau SAW tidak gentar dan tetap menjalankan amanah yang dia terima. Seorang Muslim harusnya bersikap amanah seperti yang dicontohkan oleh beliau SAW.

Tabligh
Tabligh artinya menyampaikan. Semua firman Allah SWT yang ditujukan kepada manusia, disampaikan oleh Rasulullah SAW. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung beliau SAW sendiri.

"Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu." - Al Jin 29.

Dalam suatu riwayat dikisahkan suatu ketika datang seorang buta, Ummi Maktum, kepada Rasulullah SAW sambil berkata, "Berilah petunjuk kepadaku ya Rasulullah." Pada waktu itu Rasulullah SAW sedang menghadapi para pembesar kaum musyrikin Quraisy, sehingga Rasulullah berpaling daripadanya dan tetap mengahadapi pembesar-pembesar Quraisy. Ummi Maktum berkata, "Apakah yang saya katakan ini mengganggu tuan?". Rasulullah SAW menjawab, "Tidak."

Sebetulnya apa yang dilakukan Rasulullah SAW itu menurut standard umum adalah hal yang wajar. Saat sedang berbicara di depan umum atau dengan seseorang, tentu kita tidak suka diinterupsi oleh orang lain. Namun untuk standard Rasulullah SAW, itu tidak cukup. Karena setiap orang berhak mendapatkan perhatian yang sama dan disampaikan firman-firman Illahi.

Fathona
Fathona artinya cerdas. Berkebalikan dengan bodoh atau jahlun. Dalam menyampaikan enam ribu lebih ayat Al-Qur'an kemudian menjelaskannya dalam puluhan ribu hadits membutuhkan kecerdasan yang luar biasa. Rasulullah SAW harus mampu menjelaskan firman-firman Allah SWT kepada kaumnya sehingga mereka paham dan masuk ke dalam Islam. Rasulullah SAW juga harus mampu berdebat dengan orang-orang kafir dengan cara yang sebaik-baiknya.

 Lebih dari itu Rasulullah SAW mampu membangun kaumnya dari bangsa Arab yang bodoh dan terpecah-belah serta saling perang antar suku, menjadi satu bangsa yang berbudaya dan berpengetahuan dalam satu negara yang besar yang dalam 100 tahun berkuasa melebihi luas daratan Eropa. Itu semua membutuhkan kecerdasan yang luar biasa.

Demikianlah meneladani 4 sifat Rasulullah : Shiddiq, Ammanah, Fatonah, dan Tabligh. Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Sunday, 9 August 2015

Tanda Umat Muslim Menunjukan Kecintaan dan Penghormatan Terhadap Al-Quran

TANDA Umat Muslim Menunjukan KECINTAAN DAN PENGHORMATAN TERHADAP AL-Quran. Akhir-akhir ini. Sebuah video diperlihatkan kepada saya berkenaan dengan seorang Maulwi Afrika yang mengajarkan Al-Quran kepada orang-orang dewasa dan memukuli mereka tanpa ampun jika mereka berbuat kesalahan kecil.


Seseorang yang bahasanya bukan bahasa Al-Qur'an
(bahasa Arab) dan pada saat yang sama telah berusia dewasa, yaitu
sudah berumur 17-18 tahun atau bahkan lebih dari pada itu, tidak dapat
melafalkan setiap huruf dengan tepat seperti halnya para Qurra-a
(seseorang yang telah dilatih untuk menilawatkan Al-Quran, yang dalam
bentuk tunggal disebut Qari).

Sebagai dampak dari sikap seperti itu
maka orang-orang menghindari membaca/mempelajari Al-Quran dan inilah
penyebab banyaknya orang Islam bukan Arab yang tidak tahu/tidak mampu
bagaimana cara membaca Al-Quran. Jika kaum Muslimin hendak mempelajari
Al-Quran maka mereka harus melakukannya dengan cara-cara yang dapat
menciptakan kecintaan dan kegemaran untuk membacanya.

Beberapa waktu belakangan ini ada seorang wanita Jepang yang bermukim
di UK (Inggris) dan telah berbaiat. Ia mengunjungi saya. Ia berkata
bahwa dengan karunia Allah Ta'ala ia telah mengkhatamkan Al-Quran
untuk pertama kalinya dalam 3 tahun dan berkeinginan untuk
membacakannya di hadapan Saya.

Ia membacanya dengan cara yang sangat menyentuh. Memang, poin utamanya adalah kecintaan terhadap Al-Quran
dan membacanya dengan cara yang menyentuh. Tujuannya bukanlah hanya
untuk melantunkan suara supaya menyerupai seorang Qari (pembaca
Al-Qur'an yang terlatih baik). Allah Ta'ala memerintahkan untuk
membaca Al-Quran dengan tartil, seraya direnungkan dan dengan
pelafalan yang sebaik-baiknya.

Tidaklah mudah untuk melafalkan Al-Quran seperti orang-orang Arab.
Beberapa huruf hijaiyyah tidak dapat dilafalkan dengan tepat oleh
orang-orang non-Arab kecuali jika mereka dibesarkan di kalangan
orang-orang Arab. Orang-orang Jepang juga tidak mampu melafalkan
beberapa huruf secara tepat. Memang, wanita Jepang ini juga tidak
dapat melafalkan beberapa huruf dengan tepat. Ia tidak mampu
membedakan pelafalan antara huruf الحاء ha dengan الخاء kha. Kala ia
membaca huruf kha terdengar seperti huruf ha. Namun mendengarkannya
membaca Al-Quran memberikan kesan bahwa sungguh menyulitkan bagi
beberapa orang Jepang – meskipun tidak bisa dikatakan semua orang
Jepang – merasa sulit untuk melafalkan beberapa huruf hijaiyyah. Poin
utamanya adalah kecintaan terhadap firman Allah Ta'ala, dan seseorang
sedapat mungkin sesuai kemampuannya membacanya secara benar; dan bukan
hanya dengan cara menjadikan seseorang seperti Qari (pembaca Al-Qur'an
yang terlatih baik) dan mengikuti musabaqah tilawatil qur'an (lomba
baca Al-Qur'an). Allah Ta'ala dan rasul-Nya saw memandang dengan penuh
kasih sayang terhadap kalimat "أسهد" 'ashadu' yang diucapkan oleh
Hadhrat Bilal ra [saat adzan di masa Nabi saw], bukan kalimat "أشهد"
asyhadu' [Hadhrat Bilal ra sebagai orang 'Ajam (bukan Arab) tidak
dapat melafalkan beberapa huruf Hijaiyyah dengan baik.] Tidak ada
seorang Qari atau seorang Arab pun yang sebanding dengan Hadhrat Bilal
ra dalam hal kasih sayang dan kecintaan yang beliau dapatkan dari
Allah Ta'ala dan rasul-Nya saw itu.

Orang-orang dari berbagai agama sedang masuk ke dalam Jemaat ini dan
sejumlah besar umat Islam tidak tahu bagaimana membaca Al-Quran.
Banyak dari antara para mubaligh kita dihadapkan pada situasi demikian
di Afrika. Para guru Al-Quran hendaknya mengajarkannya dengan suatu
metode sehingga dapat menanamkan kecintaan dan kegemaran untuk
mempelajarinya. Semoga Allah Ta'ala memberikan ganjaran kepada wanita
Pakistani yang tidak hanya mengajarkan wanita Jepang ini cara membaca
Al-Quran namun juga menanamkan kecintaan terhadap Al-Quran di dalam
dirinya! Tujuan utamanya adalah bukan untuk menilawatkan Al-Quran
seperti Qari; tentu penting untuk terus membaca Al-Quran dengan cara
yang semakin baik. Namun tidak benar untuk berhenti membacanya hanya
karena tidak dapat melafalkan beberapa huruf Hijaiyyah. Apa yang
hendaknya kita lakukan adalah upaya untuk memperbaiki cara pelafalan
kita sebaik mungkin yang mendekati bunyi aslinya dan senantiasa terus
meningkatkan kualitas kita dalam hal tersebut.

Hadhrat Mushlih Mau'ud ra bersabda bahwa tidaklah benar untuk berupaya
melafalkan setiap kata Al-Quran seperti seorang Qari. Hal demikian
karena Allah Ta'ala tidak memberikan kita yang 'Ajam (bukan Arab),
kapasitas/kemampuan untuk itu. Beliau ra bersabda bahwa almarhum ayah
dari salah seorang istri beliau, Ummi Tahir sangat bersemangat
mengajarkan Al-Quran dan telah menyewa pengajar bagi anak-anak mereka.
"Para pengajar ini sangat tergesa-gesa dan seringkali memukul kami
(Ummi Tahir dan saudara-saudaranya) jika kami membuat kesalahan.

Mereka akan menyela/memasukkan diantara jari-jari kami dengan ranting
kayu lalu menekannya jika kami salah dalam melafalkan huruf. (seperti
dilakukan oleh sebagian Ustadz/guru ngaji jaman sekarang) Dialek kami
sebagai orang-orang Punjab membuat kami tidak mampu melafalkan
kalimat-kalimat bahasa Arab secara tepat dan benar."
Sebagaimana yang dikisahkan pada khotbah Jumat sebelum ini bahwa suatu
kali seorang Arab datang menemui Hadhrat Masih Mau'ud as. Di
tengah-tengah percakapan, ia mendengar beliau as mengucapkan dua atau
tiga kali suatu huruf Hijaiyyah (yaitu huruf dhaadh الضاد) dalam logat
Punjabi, ia lalu berkata bahwa bagaimana beliau as dapat menjadi
seorang Almasih jika tidak dapat mengucapkan huruf tersebut.

Orang Arab tersebut berlaku sangat tidak sopan dan menyerang secara
kata-kata padahal setiap bangsa/negeri mempunyai logatnya
masing-masing. Bangsa Arab sendiri yang menyatakan diri bahwa
merekalah yang dapat mengucapkan huruf الضاد 'dhaadh' secara benar
yang berarti bangsa Hindi/India tidak dapat melakukannya. Hadhrat
Mushlih Mau'ud as bersabda bahwa orang-orang India melafalkan huruf
الضاد 'dhaadh' dalam 2 cara dengan makhraj yang berbeda, yaitu دال
daal dan زاي zaay padahal makhraj huruf الضاد 'dhaadh' bukan itu. Jika
bangsa Arab mengatakan bahwa hanya mereka yang dapat membunyikan huruf
'Dhat', lalu untuk apa mereka mengkritik orang selain mereka?
Para Ahmadi yang berbangsa Arab hendaknya memperhatikan hal ini.
Sebagian besar mereka memahaminya namun sebagian yang lain memiliki
sifat sombong. Di sini (di UK/Inggris) ada seorang wanita Ahmadi Arab
yang menikah dengan seorang Ahmadi Pakistan. Nyonya tersebut
menganggap diri telah mengeluarkan suara huruf-huruf Hijaiyyah dari
mulutnya dengan lafal yang benar padahal tidak sempurna/sepenuhnya
benar. Jika ia hanya diam dan menyimpannya bagi dirinya sendiri, maka
saya tidak akan menceritakan hal ini. Tetapi saya diberitahu/mendapat
laporan bahwa di beberapa majelis pertemuan ia berbicara dengan nada
mengejek orang-orang Pakistan serta berkata, "Orang-orang Pakistan
tidak dapat melafalkan huruf Hijaiyyah dengan tepat, tidak bisa/tidak
dapat membaca Al-Quran dan orang-orang Arab senantiasa mengolok-olok
orang-orang Pakistan dalam hal ini."

Saya (Hadhrat Khalifatul Masih V atba) tidak bermaksud
mengatakan/tidak berkeyakinan bahwa seluruh orang Arab/setiap orang
dari bangsa Arab melontarkan cacian seperti ini. Mungkin yang dimaksud
ialah keluarga wanita Arab itu yang menikah dengan yang bukan Arab.
Islam mengajarkan kita bagaimana harus memenangkan/melapangkan hati
segala etnis (suku bangsa) dan menjadikan mereka akrab dengan firman
Allah Ta'ala bahkan juga menanamkan kecintaan terhadap Al-Quran di
dalam hati mereka. Namun demikian, orang-orang senantiasa membacanya
dengan logat mereka masing-masing dan karena kecintaannya terhadap
Al-Quran, mereka senantiasa berusaha membacanya dengan sebaik-baiknya.
Memang, hendaknya perhatian diberikan untuk membaca Al-Quran dengan
tepat seraya merenungkannya. Mereka yang mengetahui cara pelafalannya
yang benar dan mampu membantu hendaknya senantiasa membantu yang lain
bukannya melontarkan ejekan kepada mereka. Mereka yang mempu
melafalkan secara tepat dan benar harus senantiasa ingat bahwa tiap
orang dari suku bangsa dan kabilah yang berbeda-beda yang memiliki
dialek khusus dan tiap orang dari mereka tidak dapat melafalkan tiap
huruf Arab secara tepat.

Hadhrat Mushlih Mau'ud ra meriwayatkan suatu kisah yang terkenal
tentang seorang lelaki yang sangat pengecut yang mengira bahwa dirinya
merupakan seorang pemberani. Ia pergi ke tukang tato dan memintanya
untuk menggambar seekor singa di badannya. Adalah kebiasaan di masa
lalu bahwa para pemberani suka membuat tato untuk menunjukan
keberanian mereka. Tukang tato pun melakukan pekerjaannya. Ketika ia
menusuk jarumnya, si pengecut ini bertanya bahwa apa yang akan ia
gambar terlebih dahulu? Tukang tato itu menjawab bahwa ia akan
menggambar ekor singa. Lelaki tersebut berkata bahwa seekor singa bisa
menjadi singa tanpa ekornya. Tukang tato itu membenarkannya. Lalu
lelaki itu memintanya untuk tidak menggambar ekor singa. Tukang tato
kemudian menusuk jarumnya lagi dan lelaki itu bertanya lagi apa yang
hendak ia gambar? Tukang tato menjawab bahwa ia akan menggambar kaki
depan kanan singa. Lelaki itu berkata bahwa seekor singa masih dapat
menjadi singa tanpa kaki depan kanan. Tukang tato membenarkannya.
Lelaki tersebut memintanya untuk tidak menggambar kaki depan kanan
singa. Hal ini berlanjut ke kaki depan kiri, kaki belakang kanan dan
kiri. Pada akhirnya tukang tato tersebut berhenti dan berkata bahwa
tidak ada yang dapat digambar.

Setelah mengisahkan ini, Hadhrat Mushlih Mau'ud ra bersabda, "Kondisi
Islam saat ini juga cukup serupa. Para pemimpin Muslim serta para
ulama mengangkat beragam slogan, wacana dan diskursus namun pada
praktek perbuatannya tidak ada. Cara mereka menasehati orang-orang
juga tidak ada hubungannya dengan ajaran Islam tatkala mereka meminta
orang-orang untuk meninggalkan ini dan itu sesuai dengan kebenaran
mereka sendiri; ringkasnya mereka menyelamatkan diri masing-masing
dari banyak hal."

Hadhrat Mushlih Mau'ud ra menyajikan contoh lain dalam konteks yang
sama ini. Kakek beliau dari pihak ibu, Mir Nashir Nawwab (putra
seorang penyair sufi terkenal Mir Dard dari Delhi), berkata bahwa
beliau sangat imut sewaktu kecil. Beliau menceritakan, "Pada musim
mangga, orang tua beserta saudara-saudara saya duduk bersama di suatu
pagi untuk makan mangga. Saya menyimpan mangga yang manis dengan dalih
bahwa mangga itu asam. Ketika semua mangga telah habis, saya akan
berkata, 'Ah, saya masih lapar. Jadi saya akan makan mangga yang asam
itu juga.' Suatu ketika, saudara saya yang lebih tua berkata, 'Saya
juga masih lapar, jadi saya juga ingin memakan mangga yang asam itu.'
Akhirnya ia mengetahui bahwa mangga tersebut sebenarnya manis.

Demikian pula kondisi umat Islam saat ini. Jika mereka yang ingin
memaksakan syariah juga keadaannya seperti itu maka bagaimana pula
dengan mereka yang tidak dekat/akrab dengan ajaran Islam. Mereka
memaksakan penegakan syariah seraya mengesampingkan beberapa hal bagi
keuntungan diri mereka dengan cara mempedayai. Sementara kisah kakek
Hadhrat Mushlih Mau'ud dari pihak ibu ini bersifat kekanak-kanakan,
namun para pemimpin Muslim ini melakukan kesalahan tersebut dengan
sengaja. Mereka yang tidak tahu apa-apa tentang Islam tidak akan
membiarkan sesuatu pun, baik itu daging dan juga tulangnya, tetapi
akan melahap segala sesuatunya, bahkan jika itu sia-sia/salah.

Penjarahan dan perampasan atas nama Islam pada zaman ini mereka
izinkan demi keinginan pribadi sebagaimana kita lihat di tiap tempat
dan pemandangan ini merajalela. Ini merupakan tragedi besar bagi Islam
pada masa ini. Disebabkan para pemimpin agama seperti itu, umat Muslim
selebihnya sibuk dalam perampasan dan pembunuhan atas nama Islam.
Karena ulah para pemimpin agama seperti ini, maka muncul beberapa
kelompok dan organisasi tertentu yang sedang menyebarkan kekejaman.
Semoga Allah mengasihani umat Muslim.

Kemudian, Hadhrat Mushlih Mau'ud ra menarik perhatian para anggota
Jemaat ke arah bagaimana agar dapat meninggikan tingkat keimanan
dengan memperbaiki keadaan kerohanian. Beliau ra bersabda bahwa jika
kalian menanamkan ketakwaan dan keshalehan serta menanamkan kebiasaan
shalat dan berdzikir kepada Allah Ta'ala, memanjatkan shalawat dan
mendirikan tahajjud, niscaya Allah Ta'ala akan memberkati kalian
dengan mimpi dan kasyaf yang benar serta akan berbicara kepada kalian.
Suatu mukjizat yang hidup merupakan sesuatu yang seseorang rasakan
secara pribadi. Tidak diragukan lagi Hadhrat Ibrahim, Hadhrat Musa dan
Hadhrat Isa as menunjukan banyak mukjizat namun mukjizat yang besar
bagi seseorang hanyalah mukjizat yang ia rasakan secara pribadi.

Hadhrat Mushlih Mau'ud ra menyajikan contoh keteladanan dalam hal
kemajuan iman dan penyaksian seseorang atas Tanda kebenaran di dalam
dirinya sendiri. Dalam hal ini beliau as menceritakan perihal Hadhrat
Tn. Sahibzada Abdul Latif Syahid. Setelah menerima Ahmadiyah, Hadhrat
Tn. Sahibzada Abdul Latif Syahid pulang dari Qadian ke kampung
halamannya, Kabul (Afghanistan). Gubernur Kabul memintanya untuk
bertaubat. Tn. Sahibzada mengatakan padanya bahwa sebelum ia
meninggalkan Qadian, ia telah bermimpi bahwa ia akan diborgol.
Lalu bagaimana ia akan mengubah pendiriannya setelah Allah Ta'ala
mengatakan padanya bahwa ia akan diborgol di jalan-Nya! Keyakinannya
yang teguh ini berasal dari apa yang ia telah rasakan secara pribadi
di dalam mimpi. Ringkasnya, jika seseorang mempunyai iman yang kuat
dan terjalin hubungan dengan Allah Ta'ala maka ia takkan takut kepada
orang-orang duniawi.

Selanjutnya, Hadhrat Mushlih Mau'ud ra menyajikan contoh lain. Hadhrat
Tn. Sufi Ahmad Jan Ludhianwi merupakan seorang saleh dan yang sangat
bertakwa di kalangan orang-orang di masanya. Suatu kali Maharaja Jammu
memintanya untuk berkunjung untuk mendoakannya namun ia menjawab,
"Jika engkau meminta saya untuk mendoakan engkau, maka engkau harus
datang mengunjungi saya. Mengapa saya yang harus datang kepada Anda?"
Oleh karena itu, jika seseorang mempunyai hubungan dengan Allah Ta'ala
maka ia takkan takut kepada siapa pun. Hadhrat Mushlih Mau'ud ra
menyebutkan bahwa betapa orang-orang [di India masa itu] sangat
menghargai dan menghormati Hadhrat Masih Mau'ud as sebelum pendakwaan
beliau as. Kita tahu bahwa ketika Barahin Ahmadiyah diterbitkan,
ratusan ribu orang memandang Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as dengan
pandangan yang sangat baik.

Tn. Sufi merupakan salah seorang diantara kesaksian mereka itu namun beliau wafat sebelum Hadhrat Masih Mau'ud
as menyatakan pendakwaannya. Tn. Sufi memiliki kecintaan yang mendalam
terhadap Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. Tn. Sufi menulis bait syair
Urdu kepada Hadhrat Masih Mau'ud as (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as)
dalam sebuah surat:

'Kami semua yang sedang sakit ini hanya melihat Anda semata, Karena
Tuhan, jadilah Anda Al-Masih!' Tak diragukan lagi bahwa hal ini merupakan indikasi pandangan jauh ke
depan Tn. Sufi yang adalah seorang Waliullah yang secara jeli dan
tajam melihat bahwa Hadhrat Masih Mau'ud as adalah seorang yang
dijanjikan, baik beliau as mendakwakan diri atau pun tidak. Dan
sebelum kewafatannya, ia menasehati keluarganya untuk menerima beliau
as ketika beliau menyampaikan pendakwaannya. Para ulama lain yang
meskipun tidak memiliki pandangan seperti Hadhrat Sufi Sahib, biasa
mengatakan bahwa hanya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as yang dapat
menyelamatkan Islam.

Namun, ketika Hadhrat Masih Mau'ud as memberikan pendakwaannya dan
memberikan obat penawar, semua orang terkemuka menolak dan berkata apa
yang mereka anggap sebagai emas telah menjadi tembaga. Meskipun ia
memiliki ratusan ribu orang murid, namun hanya 40 orang yang berbaiat
pertama kali kepada Hadhrat Masih Mau'ud as. Padahal Maulwi Sanaullah
(yang di kemudian hari menjadi penentang) pernah menulis bahwa ia
telah berjalan ke Qadian untuk berjumpa dengan Hadhrat Masih Mau'ud as
setelah penerbitan buku Barahin Ahmadiyah dan Maulwi Muhammad Hussain
Batalwi (juga menjadi seorang penentang) juga pernah menulis bahwa
tidak ada seorang pun dalam 1300 tahun ini yang telah mengkhidmati
Islam seperti Hadhrat Masih Mau'ud as.

Bahkan sekarang, banyak pengelola saluran (televisi) yang menyatakan
diri Islami mengatakan bahwa sungguh beliau as (Pendiri Ahmadiyah)
pada masa kehidupan beliau as telah mengkhidmati Islam dengan baik
namun kemudian – Naudzubillah – beliau menjadi rusak. Orang-orang yang
mengatakan ini buta mata rohani dan tidak memiliki pengetahuan.
Alih-alih mencari pertolongan Allah Ta'ala, mereka telah masuk ke
dalam kegelapan mereka sendiri.

Kita berdoa semoga Allah Ta'ala Suatu ketika rumah tempat terjadinya baiat pertama di Ludhiana
disebut-sebut dalam Majlis Syura Jemaat tahun 1931. Hadhrat Mushlih
Mau'ud ra bersabda kepada para anggota Majlis Syura bahwa beliau
menganggap rumah di Ludhiana tempat terjadinya baiat pertama sangat
penting dan Hadhrat Masih Mau'ud as telah secara khusus
menyebutkannya, "باب اللُدّ" sebagai suatu tempat Dajjal akan dibunuh
berdasarkan Nubuatan Nabi saw, artinya tempat di dalamnya para
penentang dan Dajjal dieliminasi (dihabiskan). Jemaat harus menaruh
perhatian secara khusus pada tempat Hadhrat Masih Mau'ud as untuk
mengambil baiat. Ketika Hadhrat Khalifatul Masih I ra meminta Hadhrat
Masih Mau'ud as untuk mengambil baiat, beliau as memilih Ludhiana
sebagai tempat pelaksanaan pengambilan baiat.

Hadhrat Sufi Jan Sahib yang kepadanya Allah Ta'ala telah berikan
pandangan masa depan untuk dapat mengenali Hadhrat Masih Mau'ud as
juga berasal dari Ludhiana dan istri dari Hadhrat Khalifatul Masih I
ra merupakan putri beliau. Hadhrat Mushlih Mau'ud ra bersabda bahwa
beliau ingin melihat tempat yang dipilih dan nama-nama dari 40 orang
yang berbaiat tertulis di sana. Dengan karunia Allah Ta'ala, sekarang rumah tersebut sudah ada di
tangan Jemaat. Meskipun saya tidak memiliki fakta dan datanya untuk
disampaikan, segala upaya sedang dilaksanakan untuk menjadikannya
sebagai monumen bersejarah sebagaimana yang Hadhrat Mushlih Mau'ud ra
inginkan.

Hadhrat Mushlih Mau'ud ra menjelaskan perihal Ludhiana dan nubuatan
putra yang dijanjikan dengan bersabda bahwa Hadhrat Rasulullah saw
melihat mimpi yaitu diperlihatkan pada beliau seikat anggur surga dan
dikatakan bahwa itu adalah untuk Abu Jahal. Tafsir dari mimpi tersebut
adalah bahwa putra Abu Jahal, Ikrimah bin Abu Jahal, akan masuk Surga,
dan demikianlah yang telah terjadi. Allah Ta'ala telah menganugerahi
taufik kepada putra Abu Jalah itu untuk menjadi seorang pria yang
saleh dan mempersembahkan pengorbanan yang cemerlang di jalan agama.
Suatu ketika selama terjadinya suatu peperangan di masa awal Islam
[perang umat Islam melawan kekaisaran Romawi, perang Yarmuk, terjadi
pada akhir masa Khilafat Abu Bakr dan awal masa Khilafat Umar], umat
Kristen [yang mendukung kekaisaran Romawi] berada di atas angin. Umat
Muslim mengalami kondisi yang sulit. Anak-anak panah prajurit Romawi
melesat dan banyak mengenai mata-mata (penglihatan) para prajurit
Muslim. Banyak juga dari antara para sahabat yang disyahidkan.
Ikrimah tidak dapat menerima keadaan ini.

Setelah meminta izin kepada Qaid (komandan tempur) dan mendapatkan izin, beliau bersama 60
prajurit Muslim lainnya dengan gagah berani kemudian melompat ke
jantung pasukan musuh [pusat komando/pimpinan musuh] dalam peperangan
tersebut. Serangannya begitu kuat sehingga menyebabkan komandan musuh
melarikan diri dan terjadi kekacauan di pihak barisan pasukan musuh.
Namun demikian, Ikrima dan orang-orangnya juga menderita luka parah.

Orang Muslim yang bertugas memberikan air minum kepada orang-orang
yang terluka pun datang menghampirinya namun Ikrimah melihat Hadhrat
Suhail bin Amr sedang terluka dan memandang air itu. Beliau pun
meminta si pembawa air minum ini untuk terlebih dahulu mendatangi
Hadhrat Suhail memberikan air minum itu kepadanya. Ketika ia pergi ke
sana, Hadhrat Sohail meminta si pembawa air minum itu untuk pergi ke
Hadhrat Haris bin Hisham terlebih dahulu. Ketika si pembawa air itu
mendatangi Hadhrat Haris, ternyata beliau telah wafat. Kemudian ia
pergi ke Hadhrat Suhail, ternyata beliau pun juga telah wafat.
Akhirnya, ia pergi ke Ikrimah yang ternyata juga telah wafat. Dengan
demikian, jika ada seseorang penjahat, atau Ateis atau pendusta maka
tidak mungkin ada orang yang dapat mengatakan bahwa anak keturunan
orang semacam itu pasti akan sama dengan orang tuanya. Pendek kata,
nubuatan Allah Ta'ala terjadi dengan corak yang aneh. Di dalam  firman
Allah terdapat kesaksian-kesaksian yang menjelaskan tema bahasannya,
jika tak ada di dalamnya kesaksian maka tak layak diterima. Tatkala
Hadhrat Rasulullah saw melihat mimpi tersebut, beliau saw terkejut dan
berkata dalam hati bagimana mungkin Abu Jahal akan berada di surga
mendapatkan seikat anggur. Namun, maksud dari mimpi itu ialah putra
Abu Jahal akan beriman dan mempersembahkan pengorbanan besar bagi
Islam.

Berkenaan dengan nubuatan Hadhrat Masih Mau'ud as tentang 'Mushlih
Mau'ud', pada diri nubuatan itu sendiri terdapat kesaksian-kesaksian
kebenaran yang banyak sebagaimana juga nubuatan-nubuatan lainnya.
Hadhrat Mushlih Mau'ud ra bersabda bahwa pada saat disampaikannya
nubuatan tersebut, orang-orang Qadian bahkan tidak mengenal ayah dari
'Mushlih Mau'ud' ini. Mereka merasa Tn. Mirza Ghulam Murthadha, kakek
'Mushlih Mau'ud' (ayah Masih Mau'ud) hanya memiliki seorang putra
yakni Mirza Ghulam Qadir, uwak 'Mushlih Mau'ud', kakak Masih Mau'ud.
Dengan demikian, seseorang yang tak dikenal itu yakni Hadhrat Mirza
Ghulam Ahmad menubuatkan bahwa Allah Ta'ala akan menganugerahinya
anak-anak yang akan berumur panjang, dan diantara anak-anaknya
terdapat seseorang yang akan menyebarluaskan namanya (nama ayahnya,
Mirza Ghulam Ahmad) ke pelosok-pelosok dunia dan melaluinya pesan
dakwah Islam akan sampai ke penjuru-penjuru negeri di dunia! Dapatkah
ada seseorang di dunia ini yang mampu berkata-kata seperti itu dari
dirinya sendiri?

Nubuatan tersebut juga mengatakan bahwa ia akan membuat 3 menjadi 4
yang juga berarti bahwa kelahiran Hadhrat Mushlih Mau'ud terjadi pada
tahun keempat nubuatan tersebut. Sungguh, beliau lahir pada 12 Januari
1889 dan pada 23 Maret 1889, Hadhrat Masih Mau'ud as mengambil baiat
dari para pengikutnya. Nubuatan ini sangat terkenal di kalangan Jemaat
kita dan juga di luar Jemaat. Orang-orang biasa menanyakan siapakah
anak yang dimaksud tersebut? Nubuatan itu menyebutkan nama Mahmud dan
Bashir Tsani sehingga Hadhrat Mushlih Mau'ud ra dinamai Bashiruddin
Mahmud Ahmad.

Hadhrat Mushlih Mau'ud ra pergi ke Ludhiana untuk menyatakan diri
bahwa sungguh beliau-lah Sang Pembaharu Yang Dijanjikan tersebut.
Jemaat mempunyai hubungan dengan kota Ludhiana dalam beberapa segi.
Pertama; kota ini merupakan tempat terjadinya baiat pertama oleh
Hadhrat Masih Mau'ud as. Kedua, kota itu juga merupakan tempat
berlangsungnya pernikahan Hadhrat Khalifatul Masih I ra dengan putri
Hadhrat Tn. Sufi Jan dan ketiga anak yang disebutkan dalam nubuatan
'Mushlih Mau'ud' tersebut lahir dari istri Hadhrat Masih Mau'ud as
yang telah tinggal di Ludhiana.

Hadhrat Mushlih Mau'ud ra berkata bahwa beliau ingat pernah tinggal
sebentar di Ludhiana ketika berumur 2 tahun dan ingat bahwa rumah
beliau langsung bersebelahan dengan jalan raya. Hanya satu peristiwa
yang beliau ingat yakni ketika beliau sedang berada di luar rumah, ada
seorang anak kecil melemparkan seekor kadal mati kepada beliau. Hal
tersebut membuat beliau takut dan lari pulang sambil menangis.
Ahmadiyah mempunyai hubungan dengan kota Ludhiana dalam beberapa segi.
Ludhiana sungguh merupakan tempat yang sangat berarti. Sebagaimana
biasanya, hal-hal yang berasal dari Allah Ta'ala senantiasa mendapat
penentangan. Setelah nubuatan ini, diadakan pertemuan di berbagai
tempat/kota lain namun tidak ada satu pun terjadi penentangan.

Akan tetapi, ketika Hadhrat Mushlih Mau'ud ra datang ke Ludhiana dan
mengumumkan bahwa beliau merupakan seorang Mushlih Mau'ud dan dengan
demikian nubuatan tersebut menjadi tergenapi. Beliau mengalami reaksi
permusuhan dari orang-orang di kota tersebut. Mereka yang melakukan
olok-olok melakukannya karena lupa akan ajaran Hadhrat Rasulullah saw.
Namun, nubuatan Hadhrat Masih Mau'ud tergenapi dengan segala
kemuliaannya. Doa semoga Allah Ta'ala menganugerahi penduduk Ludhiana
taufik untuk mengimani Hadhrat Masih Mau'ud as dan menjadikan mereka
yang menentang sebagai orang-orang yang berdiri di pihak beliau as.
Hadhrat Mushlih Mau'ud ra meriwayatkan perihal salah seorang Shahabat
Hadhrat Masih Mau'ud, Hadhrat Mian Abdullah Sahib Sanori yang memiliki
kecintaan dan ikatan mendalam terhadap beliau as. Suatu kali beliau
datang ke Qadian dan Hadhrat Masih Mau'ud as memberinya sebuah tugas.

Ketika cutinya habis, beliau meminta izin kepada Hadhrat Masih Mau'ud
as untuk kembali pulang. Hadhrat Masih Mau'ud as memintanya untuk
tetap tinggal. Sanori Sahib meminta kepada kantornya untuk
memperpanjang cutinya namun permintaan beliau tersebut tidak diterima.
Beliau menceritakan hal ini kepada Hadhrat Masih Mau'ud as namun
beliau as memintanya untuk tetap tinggal. Sanori Sahib menulis surat
ke kantornya bahwa beliau tidak dapat kembali dan akibatnya, pihak
kantor menghentikannya dari pekerjaan. Sanori Sahib menetap di Qadian
selama yang Hadhrat Masih Mau'ud as inginkan. Ketika kembali pulang,
beliau mendapati bahwa karyawan yang memecatnya tadi tidak diberi
wewenang untuk melakukan hal tersebut. Sehingga beliau tidak hanya
mendapatkan kembali pekerjaannya, namun juga memperoleh gaji beliau
yang tertunda.

Sahabat Hadhrat Masih Mau'ud as lainnya yakni Hadhrat Tn. Munshi Zafar
Ahmad dari Kaporthala. Beliau bekerja di pengadilan. Tn. Munshi Zafar
Ahmad ini datang ke Qadian untuk bertemu dengan Hadhrat Masih Mau'ud
as. Kemudian beliau meminta izin pulang pada hari ketiga. Akan tetapi
Hadhrat Masih Mau'ud as memintanya untuk tetap tinggal.
Sebulan berlalu. Tidak ada lagi pekerjaan dan beliau menerima berbagai
surat teguran keras dari atasan beliau. Beliau begitu senang berada di
kalangan para sahabat Hadhrat Masih Mau'ud as sehingga beliau tidak
mempedulikan apapun dan tidak ada pula merasa ragu. Ketika menerima
surat teguran keras lainnya, beliau menceritakannya kepada Hadhrat
Masih Mau'ud as. Beliau as memintanya untuk menjawab surat tersebut
dan mengatakan bahwa beliau tidak dapat kembali. Selang satu bulan
kemudian, Hadhrat Masih Mau'ud as mengatakan kepada Hadhrat Tn. Munshi
bahwa beliau sekarang boleh pulang. Setibanya di Kaporthala, Hadhrat
Tn. Munshi pergi mengunjungi Hakim untuk melihat reaksinya. Hakim
tersebut berkata, "Mirza Sahib pasti tidak mengizinkan engkau untuk
kembali dan perintahnya harus didahulukan!"

Hadhrat Mushlih Mau'ud ra bersabda bahwa sekelompok orang ini (yaitu
Jemaat ini) membangun teladan luhur dalam hal kecintaan yang mendalam
sehingga membuat kita tidak malu di depan Jemaat-Jemaat para Nabi di
masa lalu. Di kalangan para anggota Jemaat kita bisa jadi terdapat
kelemahan dan mereka lalai namun jika para sahabat Hadhrat Musa as
menampilkan di depan kita teladan mereka, kita juga dapat
memperlihatkan teladan para anggota Jemaat ini yang sebanding dengan
mereka. Demikian pula, jika pada hari Kiamat para Hawari (sahabat)
Hadhrat Isa as memperlihatkan/menunjukkan karya dan perbuatan agung
mereka, kita juga dengan bangga dapat menampilkan teladan para sahabat
kami.

Ketika Hadhrat Rasulullah saw bersabda bahwa beliau tidak dapat
membedakan antara umat beliau saw dengan umat Imam Mahdi. [1]
Mereka adalah orang-orang yang senantiasa siap memberikan berbagai
macam pengorbanan seperti Hadhrat Abu Bakar ra, Hadhrat Umar ra,
Hadhrat Usman ra dan Hadhrat Ali ra serta para Shahabat Nabi saw
lainnya. Mereka juga senantiasa siap sedia memikul segala jenis
musibah dan penderitaan di jalan Allah Ta'ala.

Lihatlah teladan Hadhrat Khalifatul Masih I ra yang mendapatkan
kedudukan yang khas di dalam Jemaat. Pengorbanan beliau sungguh sangat
besar. Ketika beliau datang ke Qadian untuk mengunjungi Hadhrat Masih
Mau'ud as, pekerjaan dan tanggung jawabnya untuk kembali pulang di
Bhaira sangat besar. Ketika beliau meminta izin untuk pulang, Hadhrat
Masih Mau'ud as memintanya untuk tetap tinggal. Hadhrat Khalifatul
Masih I ra bahkan tidak pulang sama sekali meskipun hanya untuk
membawa barang-barang beliau dari Bhaira. Beliau ra malah meminta
tolong kepada seseorang untuk mengambilkannya. Inilah pengorbanan yang
menjadikan Jemaat ini istimewa di hadapan Allah Ta'ala. Inilah
kedudukan yang hendaknya setiap orang dari kita harus berusaha
mencapainya.

Keimanan filosofis saja yang dimiliki seseorang tidak dapat
menjadikannya sebagai orang yang memberikan manfaat apapun. Iman yang
memberikan manfaat bagi manusia ialah keimanan yang memberikan
(dihiasi dengan) kelezatan isyq dan mahabbah (kecintaan). Sementara
pada saat yang sama seorang filosof (orang yang berfalsafah/filsafat)
dengan pernyataan kecintaannya, padanya tidak terdapat keteguhan yang
lebih, itu tak lebih dari diskursus/wacana perdebatan filosofis karena
ia tidak berpandangan dengan mata hati melainkan berpandangan dengan
mata akal saja, tetapi seseorang yang mengenal kebenaran dari Allah
Ta'ala dan mengenal sya'aa-iruLlah (syiar-syiar Allah) dengan mata
hatinya dan bukan dengan mata akalnya tidak dapat dibohongi/ditipu
oleh siapapun karena pikiran mengilhami filsafat sedangkan hati
mengilhami kecintaan yang mendalam.

Semoga Allah Ta'ala memungkinkan kita untuk mengenal Imam Zaman dengan
mata hati kita dan semoga kita tetap teguh dalam keimanan kita dan
kita selamanya menjadi orang-orang yang mengenali sya'aa-iruLlah
(syiar-syiar Allah) dan semoga Syaithan tidak pernah dapat memperdayai
kita.

Shalat jenazah ghaib diumumkan bagi seorang Darwaisy, Maulwi Khushid
Ahmad Sahib yang meninggal dunia pada 24 Juli berusia 94 tahun.
Penenrjemah: Hafizurrahman; editor: Dildaar Ahmad Dartono
_______TANDA Umat Muslim Menunjukan KECINTAAN DAN PENGHORMATAN TERHADAP AL-Quran. Akhir-akhir ini. Sebuah video diperlihatkan kepada saya berkenaan dengan seorang Maulwi Afrika yang mengajarkan Al-Quran kepada orang-orang dewasa dan memukuli mereka tanpa ampun jika mereka berbuat
kesalahan kecil.

Seseorang yang bahasanya bukan bahasa Al-Qur'an
(bahasa Arab) dan pada saat yang sama telah berusia dewasa, yaitu
sudah berumur 17-18 tahun atau bahkan lebih dari pada itu, tidak dapat
melafalkan setiap huruf dengan tepat seperti halnya para Qurra-a
(seseorang yang telah dilatih untuk menilawatkan Al-Quran, yang dalam
bentuk tunggal disebut Qari).

Sebagai dampak dari sikap seperti itu
maka orang-orang menghindari membaca/mempelajari Al-Quran dan inilah
penyebab banyaknya orang Islam bukan Arab yang tidak tahu/tidak mampu
bagaimana cara membaca Al-Quran. Jika kaum Muslimin hendak mempelajari
Al-Quran maka mereka harus melakukannya dengan cara-cara yang dapat
menciptakan kecintaan dan kegemaran untuk membacanya.

Beberapa waktu belakangan ini ada seorang wanita Jepang yang bermukim
di UK (Inggris) dan telah berbaiat. Ia mengunjungi saya. Ia berkata
bahwa dengan karunia Allah Ta'ala ia telah mengkhatamkan Al-Quran
untuk pertama kalinya dalam 3 tahun dan berkeinginan untuk
membacakannya di hadapan Saya.

Ia membacanya dengan cara yang sangat menyentuh. Memang, poin utamanya adalah kecintaan terhadap Al-Quran
dan membacanya dengan cara yang menyentuh. Tujuannya bukanlah hanya
untuk melantunkan suara supaya menyerupai seorang Qari (pembaca
Al-Qur'an yang terlatih baik). Allah Ta'ala memerintahkan untuk
membaca Al-Quran dengan tartil, seraya direnungkan dan dengan
pelafalan yang sebaik-baiknya.

Tidaklah mudah untuk melafalkan Al-Quran seperti orang-orang Arab.
Beberapa huruf hijaiyyah tidak dapat dilafalkan dengan tepat oleh
orang-orang non-Arab kecuali jika mereka dibesarkan di kalangan
orang-orang Arab. Orang-orang Jepang juga tidak mampu melafalkan
beberapa huruf secara tepat. Memang, wanita Jepang ini juga tidak
dapat melafalkan beberapa huruf dengan tepat. Ia tidak mampu
membedakan pelafalan antara huruf الحاء ha dengan الخاء kha. Kala ia
membaca huruf kha terdengar seperti huruf ha. Namun mendengarkannya
membaca Al-Quran memberikan kesan bahwa sungguh menyulitkan bagi
beberapa orang Jepang – meskipun tidak bisa dikatakan semua orang
Jepang – merasa sulit untuk melafalkan beberapa huruf hijaiyyah. Poin
utamanya adalah kecintaan terhadap firman Allah Ta'ala, dan seseorang
sedapat mungkin sesuai kemampuannya membacanya secara benar; dan bukan
hanya dengan cara menjadikan seseorang seperti Qari (pembaca Al-Qur'an
yang terlatih baik) dan mengikuti musabaqah tilawatil qur'an (lomba
baca Al-Qur'an). Allah Ta'ala dan rasul-Nya saw memandang dengan penuh
kasih sayang terhadap kalimat "أسهد" 'ashadu' yang diucapkan oleh
Hadhrat Bilal ra [saat adzan di masa Nabi saw], bukan kalimat "أشهد"
asyhadu' [Hadhrat Bilal ra sebagai orang 'Ajam (bukan Arab) tidak
dapat melafalkan beberapa huruf Hijaiyyah dengan baik.] Tidak ada
seorang Qari atau seorang Arab pun yang sebanding dengan Hadhrat Bilal
ra dalam hal kasih sayang dan kecintaan yang beliau dapatkan dari
Allah Ta'ala dan rasul-Nya saw itu.

Orang-orang dari berbagai agama sedang masuk ke dalam Jemaat ini dan
sejumlah besar umat Islam tidak tahu bagaimana membaca Al-Quran.
Banyak dari antara para mubaligh kita dihadapkan pada situasi demikian
di Afrika. Para guru Al-Quran hendaknya mengajarkannya dengan suatu
metode sehingga dapat menanamkan kecintaan dan kegemaran untuk
mempelajarinya. Semoga Allah Ta'ala memberikan ganjaran kepada wanita
Pakistani yang tidak hanya mengajarkan wanita Jepang ini cara membaca
Al-Quran namun juga menanamkan kecintaan terhadap Al-Quran di dalam
dirinya! Tujuan utamanya adalah bukan untuk menilawatkan Al-Quran
seperti Qari; tentu penting untuk terus membaca Al-Quran dengan cara
yang semakin baik. Namun tidak benar untuk berhenti membacanya hanya
karena tidak dapat melafalkan beberapa huruf Hijaiyyah. Apa yang
hendaknya kita lakukan adalah upaya untuk memperbaiki cara pelafalan
kita sebaik mungkin yang mendekati bunyi aslinya dan senantiasa terus
meningkatkan kualitas kita dalam hal tersebut.

Hadhrat Mushlih Mau'ud ra bersabda bahwa tidaklah benar untuk berupaya
melafalkan setiap kata Al-Quran seperti seorang Qari. Hal demikian
karena Allah Ta'ala tidak memberikan kita yang 'Ajam (bukan Arab),
kapasitas/kemampuan untuk itu. Beliau ra bersabda bahwa almarhum ayah
dari salah seorang istri beliau, Ummi Tahir sangat bersemangat
mengajarkan Al-Quran dan telah menyewa pengajar bagi anak-anak mereka.
"Para pengajar ini sangat tergesa-gesa dan seringkali memukul kami
(Ummi Tahir dan saudara-saudaranya) jika kami membuat kesalahan.

Mereka akan menyela/memasukkan diantara jari-jari kami dengan ranting
kayu lalu menekannya jika kami salah dalam melafalkan huruf. (seperti
dilakukan oleh sebagian Ustadz/guru ngaji jaman sekarang) Dialek kami
sebagai orang-orang Punjab membuat kami tidak mampu melafalkan
kalimat-kalimat bahasa Arab secara tepat dan benar."
Sebagaimana yang dikisahkan pada khotbah Jumat sebelum ini bahwa suatu
kali seorang Arab datang menemui Hadhrat Masih Mau'ud as. Di
tengah-tengah percakapan, ia mendengar beliau as mengucapkan dua atau
tiga kali suatu huruf Hijaiyyah (yaitu huruf dhaadh الضاد) dalam logat
Punjabi, ia lalu berkata bahwa bagaimana beliau as dapat menjadi
seorang Almasih jika tidak dapat mengucapkan huruf tersebut.

Orang Arab tersebut berlaku sangat tidak sopan dan menyerang secara
kata-kata padahal setiap bangsa/negeri mempunyai logatnya
masing-masing. Bangsa Arab sendiri yang menyatakan diri bahwa
merekalah yang dapat mengucapkan huruf الضاد 'dhaadh' secara benar
yang berarti bangsa Hindi/India tidak dapat melakukannya. Hadhrat
Mushlih Mau'ud as bersabda bahwa orang-orang India melafalkan huruf
الضاد 'dhaadh' dalam 2 cara dengan makhraj yang berbeda, yaitu دال
daal dan زاي zaay padahal makhraj huruf الضاد 'dhaadh' bukan itu. Jika
bangsa Arab mengatakan bahwa hanya mereka yang dapat membunyikan huruf
'Dhat', lalu untuk apa mereka mengkritik orang selain mereka?
Para Ahmadi yang berbangsa Arab hendaknya memperhatikan hal ini.
Sebagian besar mereka memahaminya namun sebagian yang lain memiliki
sifat sombong. Di sini (di UK/Inggris) ada seorang wanita Ahmadi Arab
yang menikah dengan seorang Ahmadi Pakistan. Nyonya tersebut
menganggap diri telah mengeluarkan suara huruf-huruf Hijaiyyah dari
mulutnya dengan lafal yang benar padahal tidak sempurna/sepenuhnya
benar. Jika ia hanya diam dan menyimpannya bagi dirinya sendiri, maka
saya tidak akan menceritakan hal ini. Tetapi saya diberitahu/mendapat
laporan bahwa di beberapa majelis pertemuan ia berbicara dengan nada
mengejek orang-orang Pakistan serta berkata, "Orang-orang Pakistan
tidak dapat melafalkan huruf Hijaiyyah dengan tepat, tidak bisa/tidak
dapat membaca Al-Quran dan orang-orang Arab senantiasa mengolok-olok
orang-orang Pakistan dalam hal ini."

Saya (Hadhrat Khalifatul Masih V atba) tidak bermaksud
mengatakan/tidak berkeyakinan bahwa seluruh orang Arab/setiap orang
dari bangsa Arab melontarkan cacian seperti ini. Mungkin yang dimaksud
ialah keluarga wanita Arab itu yang menikah dengan yang bukan Arab.
Islam mengajarkan kita bagaimana harus memenangkan/melapangkan hati
segala etnis (suku bangsa) dan menjadikan mereka akrab dengan firman
Allah Ta'ala bahkan juga menanamkan kecintaan terhadap Al-Quran di
dalam hati mereka. Namun demikian, orang-orang senantiasa membacanya
dengan logat mereka masing-masing dan karena kecintaannya terhadap
Al-Quran, mereka senantiasa berusaha membacanya dengan sebaik-baiknya.
Memang, hendaknya perhatian diberikan untuk membaca Al-Quran dengan
tepat seraya merenungkannya. Mereka yang mengetahui cara pelafalannya
yang benar dan mampu membantu hendaknya senantiasa membantu yang lain
bukannya melontarkan ejekan kepada mereka. Mereka yang mempu
melafalkan secara tepat dan benar harus senantiasa ingat bahwa tiap
orang dari suku bangsa dan kabilah yang berbeda-beda yang memiliki
dialek khusus dan tiap orang dari mereka tidak dapat melafalkan tiap
huruf Arab secara tepat.

Hadhrat Mushlih Mau'ud ra meriwayatkan suatu kisah yang terkenal
tentang seorang lelaki yang sangat pengecut yang mengira bahwa dirinya
merupakan seorang pemberani. Ia pergi ke tukang tato dan memintanya
untuk menggambar seekor singa di badannya. Adalah kebiasaan di masa
lalu bahwa para pemberani suka membuat tato untuk menunjukan
keberanian mereka. Tukang tato pun melakukan pekerjaannya. Ketika ia
menusuk jarumnya, si pengecut ini bertanya bahwa apa yang akan ia
gambar terlebih dahulu? Tukang tato itu menjawab bahwa ia akan
menggambar ekor singa. Lelaki tersebut berkata bahwa seekor singa bisa
menjadi singa tanpa ekornya. Tukang tato itu membenarkannya. Lalu
lelaki itu memintanya untuk tidak menggambar ekor singa. Tukang tato
kemudian menusuk jarumnya lagi dan lelaki itu bertanya lagi apa yang
hendak ia gambar? Tukang tato menjawab bahwa ia akan menggambar kaki
depan kanan singa. Lelaki itu berkata bahwa seekor singa masih dapat
menjadi singa tanpa kaki depan kanan. Tukang tato membenarkannya.
Lelaki tersebut memintanya untuk tidak menggambar kaki depan kanan
singa. Hal ini berlanjut ke kaki depan kiri, kaki belakang kanan dan
kiri. Pada akhirnya tukang tato tersebut berhenti dan berkata bahwa
tidak ada yang dapat digambar.

Setelah mengisahkan ini, Hadhrat Mushlih Mau'ud ra bersabda, "Kondisi
Islam saat ini juga cukup serupa. Para pemimpin Muslim serta para
ulama mengangkat beragam slogan, wacana dan diskursus namun pada
praktek perbuatannya tidak ada. Cara mereka menasehati orang-orang
juga tidak ada hubungannya dengan ajaran Islam tatkala mereka meminta
orang-orang untuk meninggalkan ini dan itu sesuai dengan kebenaran
mereka sendiri; ringkasnya mereka menyelamatkan diri masing-masing
dari banyak hal."

Hadhrat Mushlih Mau'ud ra menyajikan contoh lain dalam konteks yang
sama ini. Kakek beliau dari pihak ibu, Mir Nashir Nawwab (putra
seorang penyair sufi terkenal Mir Dard dari Delhi), berkata bahwa
beliau sangat imut sewaktu kecil. Beliau menceritakan, "Pada musim
mangga, orang tua beserta saudara-saudara saya duduk bersama di suatu
pagi untuk makan mangga. Saya menyimpan mangga yang manis dengan dalih
bahwa mangga itu asam. Ketika semua mangga telah habis, saya akan
berkata, 'Ah, saya masih lapar. Jadi saya akan makan mangga yang asam
itu juga.' Suatu ketika, saudara saya yang lebih tua berkata, 'Saya
juga masih lapar, jadi saya juga ingin memakan mangga yang asam itu.'
Akhirnya ia mengetahui bahwa mangga tersebut sebenarnya manis.

Demikian pula kondisi umat Islam saat ini. Jika mereka yang ingin
memaksakan syariah juga keadaannya seperti itu maka bagaimana pula
dengan mereka yang tidak dekat/akrab dengan ajaran Islam. Mereka
memaksakan penegakan syariah seraya mengesampingkan beberapa hal bagi
keuntungan diri mereka dengan cara mempedayai. Sementara kisah kakek
Hadhrat Mushlih Mau'ud dari pihak ibu ini bersifat kekanak-kanakan,
namun para pemimpin Muslim ini melakukan kesalahan tersebut dengan
sengaja. Mereka yang tidak tahu apa-apa tentang Islam tidak akan
membiarkan sesuatu pun, baik itu daging dan juga tulangnya, tetapi
akan melahap segala sesuatunya, bahkan jika itu sia-sia/salah.

Penjarahan dan perampasan atas nama Islam pada zaman ini mereka
izinkan demi keinginan pribadi sebagaimana kita lihat di tiap tempat
dan pemandangan ini merajalela. Ini merupakan tragedi besar bagi Islam
pada masa ini. Disebabkan para pemimpin agama seperti itu, umat Muslim
selebihnya sibuk dalam perampasan dan pembunuhan atas nama Islam.
Karena ulah para pemimpin agama seperti ini, maka muncul beberapa
kelompok dan organisasi tertentu yang sedang menyebarkan kekejaman.
Semoga Allah mengasihani umat Muslim.

Kemudian, Hadhrat Mushlih Mau'ud ra menarik perhatian para anggota
Jemaat ke arah bagaimana agar dapat meninggikan tingkat keimanan
dengan memperbaiki keadaan kerohanian. Beliau ra bersabda bahwa jika
kalian menanamkan ketakwaan dan keshalehan serta menanamkan kebiasaan
shalat dan berdzikir kepada Allah Ta'ala, memanjatkan shalawat dan
mendirikan tahajjud, niscaya Allah Ta'ala akan memberkati kalian
dengan mimpi dan kasyaf yang benar serta akan berbicara kepada kalian.
Suatu mukjizat yang hidup merupakan sesuatu yang seseorang rasakan
secara pribadi. Tidak diragukan lagi Hadhrat Ibrahim, Hadhrat Musa dan
Hadhrat Isa as menunjukan banyak mukjizat namun mukjizat yang besar
bagi seseorang hanyalah mukjizat yang ia rasakan secara pribadi.

Hadhrat Mushlih Mau'ud ra menyajikan contoh keteladanan dalam hal
kemajuan iman dan penyaksian seseorang atas Tanda kebenaran di dalam
dirinya sendiri. Dalam hal ini beliau as menceritakan perihal Hadhrat
Tn. Sahibzada Abdul Latif Syahid. Setelah menerima Ahmadiyah, Hadhrat
Tn. Sahibzada Abdul Latif Syahid pulang dari Qadian ke kampung
halamannya, Kabul (Afghanistan). Gubernur Kabul memintanya untuk
bertaubat. Tn. Sahibzada mengatakan padanya bahwa sebelum ia
meninggalkan Qadian, ia telah bermimpi bahwa ia akan diborgol.
Lalu bagaimana ia akan mengubah pendiriannya setelah Allah Ta'ala
mengatakan padanya bahwa ia akan diborgol di jalan-Nya! Keyakinannya
yang teguh ini berasal dari apa yang ia telah rasakan secara pribadi
di dalam mimpi. Ringkasnya, jika seseorang mempunyai iman yang kuat
dan terjalin hubungan dengan Allah Ta'ala maka ia takkan takut kepada
orang-orang duniawi.

Selanjutnya, Hadhrat Mushlih Mau'ud ra menyajikan contoh lain. Hadhrat
Tn. Sufi Ahmad Jan Ludhianwi merupakan seorang saleh dan yang sangat
bertakwa di kalangan orang-orang di masanya. Suatu kali Maharaja Jammu
memintanya untuk berkunjung untuk mendoakannya namun ia menjawab,
"Jika engkau meminta saya untuk mendoakan engkau, maka engkau harus
datang mengunjungi saya. Mengapa saya yang harus datang kepada Anda?"
Oleh karena itu, jika seseorang mempunyai hubungan dengan Allah Ta'ala
maka ia takkan takut kepada siapa pun. Hadhrat Mushlih Mau'ud ra
menyebutkan bahwa betapa orang-orang [di India masa itu] sangat
menghargai dan menghormati Hadhrat Masih Mau'ud as sebelum pendakwaan
beliau as. Kita tahu bahwa ketika Barahin Ahmadiyah diterbitkan,
ratusan ribu orang memandang Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as dengan
pandangan yang sangat baik.

Tn. Sufi merupakan salah seorang diantara kesaksian mereka itu namun beliau wafat sebelum Hadhrat Masih Mau'ud
as menyatakan pendakwaannya. Tn. Sufi memiliki kecintaan yang mendalam
terhadap Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. Tn. Sufi menulis bait syair
Urdu kepada Hadhrat Masih Mau'ud as (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as)
dalam sebuah surat:

'Kami semua yang sedang sakit ini hanya melihat Anda semata, Karena
Tuhan, jadilah Anda Al-Masih!' Tak diragukan lagi bahwa hal ini merupakan indikasi pandangan jauh ke
depan Tn. Sufi yang adalah seorang Waliullah yang secara jeli dan
tajam melihat bahwa Hadhrat Masih Mau'ud as adalah seorang yang
dijanjikan, baik beliau as mendakwakan diri atau pun tidak. Dan
sebelum kewafatannya, ia menasehati keluarganya untuk menerima beliau
as ketika beliau menyampaikan pendakwaannya. Para ulama lain yang
meskipun tidak memiliki pandangan seperti Hadhrat Sufi Sahib, biasa
mengatakan bahwa hanya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as yang dapat
menyelamatkan Islam.

Namun, ketika Hadhrat Masih Mau'ud as memberikan pendakwaannya dan
memberikan obat penawar, semua orang terkemuka menolak dan berkata apa
yang mereka anggap sebagai emas telah menjadi tembaga. Meskipun ia
memiliki ratusan ribu orang murid, namun hanya 40 orang yang berbaiat
pertama kali kepada Hadhrat Masih Mau'ud as. Padahal Maulwi Sanaullah
(yang di kemudian hari menjadi penentang) pernah menulis bahwa ia
telah berjalan ke Qadian untuk berjumpa dengan Hadhrat Masih Mau'ud as
setelah penerbitan buku Barahin Ahmadiyah dan Maulwi Muhammad Hussain
Batalwi (juga menjadi seorang penentang) juga pernah menulis bahwa
tidak ada seorang pun dalam 1300 tahun ini yang telah mengkhidmati
Islam seperti Hadhrat Masih Mau'ud as.

Bahkan sekarang, banyak pengelola saluran (televisi) yang menyatakan
diri Islami mengatakan bahwa sungguh beliau as (Pendiri Ahmadiyah)
pada masa kehidupan beliau as telah mengkhidmati Islam dengan baik
namun kemudian – Naudzubillah – beliau menjadi rusak. Orang-orang yang
mengatakan ini buta mata rohani dan tidak memiliki pengetahuan.
Alih-alih mencari pertolongan Allah Ta'ala, mereka telah masuk ke
dalam kegelapan mereka sendiri.

Kita berdoa semoga Allah Ta'ala Suatu ketika rumah tempat terjadinya baiat pertama di Ludhiana
disebut-sebut dalam Majlis Syura Jemaat tahun 1931. Hadhrat Mushlih
Mau'ud ra bersabda kepada para anggota Majlis Syura bahwa beliau
menganggap rumah di Ludhiana tempat terjadinya baiat pertama sangat
penting dan Hadhrat Masih Mau'ud as telah secara khusus
menyebutkannya, "باب اللُدّ" sebagai suatu tempat Dajjal akan dibunuh
berdasarkan Nubuatan Nabi saw, artinya tempat di dalamnya para
penentang dan Dajjal dieliminasi (dihabiskan). Jemaat harus menaruh
perhatian secara khusus pada tempat Hadhrat Masih Mau'ud as untuk
mengambil baiat. Ketika Hadhrat Khalifatul Masih I ra meminta Hadhrat
Masih Mau'ud as untuk mengambil baiat, beliau as memilih Ludhiana
sebagai tempat pelaksanaan pengambilan baiat.

Hadhrat Sufi Jan Sahib yang kepadanya Allah Ta'ala telah berikan
pandangan masa depan untuk dapat mengenali Hadhrat Masih Mau'ud as
juga berasal dari Ludhiana dan istri dari Hadhrat Khalifatul Masih I
ra merupakan putri beliau. Hadhrat Mushlih Mau'ud ra bersabda bahwa
beliau ingin melihat tempat yang dipilih dan nama-nama dari 40 orang
yang berbaiat tertulis di sana. Dengan karunia Allah Ta'ala, sekarang rumah tersebut sudah ada di
tangan Jemaat. Meskipun saya tidak memiliki fakta dan datanya untuk
disampaikan, segala upaya sedang dilaksanakan untuk menjadikannya
sebagai monumen bersejarah sebagaimana yang Hadhrat Mushlih Mau'ud ra
inginkan.

Hadhrat Mushlih Mau'ud ra menjelaskan perihal Ludhiana dan nubuatan
putra yang dijanjikan dengan bersabda bahwa Hadhrat Rasulullah saw
melihat mimpi yaitu diperlihatkan pada beliau seikat anggur surga dan
dikatakan bahwa itu adalah untuk Abu Jahal. Tafsir dari mimpi tersebut
adalah bahwa putra Abu Jahal, Ikrimah bin Abu Jahal, akan masuk Surga,
dan demikianlah yang telah terjadi. Allah Ta'ala telah menganugerahi
taufik kepada putra Abu Jalah itu untuk menjadi seorang pria yang
saleh dan mempersembahkan pengorbanan yang cemerlang di jalan agama.
Suatu ketika selama terjadinya suatu peperangan di masa awal Islam
[perang umat Islam melawan kekaisaran Romawi, perang Yarmuk, terjadi
pada akhir masa Khilafat Abu Bakr dan awal masa Khilafat Umar], umat
Kristen [yang mendukung kekaisaran Romawi] berada di atas angin. Umat
Muslim mengalami kondisi yang sulit. Anak-anak panah prajurit Romawi
melesat dan banyak mengenai mata-mata (penglihatan) para prajurit
Muslim. Banyak juga dari antara para sahabat yang disyahidkan.
Ikrimah tidak dapat menerima keadaan ini.

Setelah meminta izin kepada Qaid (komandan tempur) dan mendapatkan izin, beliau bersama 60
prajurit Muslim lainnya dengan gagah berani kemudian melompat ke
jantung pasukan musuh [pusat komando/pimpinan musuh] dalam peperangan
tersebut. Serangannya begitu kuat sehingga menyebabkan komandan musuh
melarikan diri dan terjadi kekacauan di pihak barisan pasukan musuh.
Namun demikian, Ikrima dan orang-orangnya juga menderita luka parah.

Orang Muslim yang bertugas memberikan air minum kepada orang-orang
yang terluka pun datang menghampirinya namun Ikrimah melihat Hadhrat
Suhail bin Amr sedang terluka dan memandang air itu. Beliau pun
meminta si pembawa air minum ini untuk terlebih dahulu mendatangi
Hadhrat Suhail memberikan air minum itu kepadanya. Ketika ia pergi ke
sana, Hadhrat Sohail meminta si pembawa air minum itu untuk pergi ke
Hadhrat Haris bin Hisham terlebih dahulu. Ketika si pembawa air itu
mendatangi Hadhrat Haris, ternyata beliau telah wafat. Kemudian ia
pergi ke Hadhrat Suhail, ternyata beliau pun juga telah wafat.
Akhirnya, ia pergi ke Ikrimah yang ternyata juga telah wafat. Dengan
demikian, jika ada seseorang penjahat, atau Ateis atau pendusta maka
tidak mungkin ada orang yang dapat mengatakan bahwa anak keturunan
orang semacam itu pasti akan sama dengan orang tuanya. Pendek kata,
nubuatan Allah Ta'ala terjadi dengan corak yang aneh. Di dalam  firman
Allah terdapat kesaksian-kesaksian yang menjelaskan tema bahasannya,
jika tak ada di dalamnya kesaksian maka tak layak diterima. Tatkala
Hadhrat Rasulullah saw melihat mimpi tersebut, beliau saw terkejut dan
berkata dalam hati bagimana mungkin Abu Jahal akan berada di surga
mendapatkan seikat anggur. Namun, maksud dari mimpi itu ialah putra
Abu Jahal akan beriman dan mempersembahkan pengorbanan besar bagi
Islam.

Berkenaan dengan nubuatan Hadhrat Masih Mau'ud as tentang 'Mushlih
Mau'ud', pada diri nubuatan itu sendiri terdapat kesaksian-kesaksian
kebenaran yang banyak sebagaimana juga nubuatan-nubuatan lainnya.
Hadhrat Mushlih Mau'ud ra bersabda bahwa pada saat disampaikannya
nubuatan tersebut, orang-orang Qadian bahkan tidak mengenal ayah dari
'Mushlih Mau'ud' ini. Mereka merasa Tn. Mirza Ghulam Murthadha, kakek
'Mushlih Mau'ud' (ayah Masih Mau'ud) hanya memiliki seorang putra
yakni Mirza Ghulam Qadir, uwak 'Mushlih Mau'ud', kakak Masih Mau'ud.
Dengan demikian, seseorang yang tak dikenal itu yakni Hadhrat Mirza
Ghulam Ahmad menubuatkan bahwa Allah Ta'ala akan menganugerahinya
anak-anak yang akan berumur panjang, dan diantara anak-anaknya
terdapat seseorang yang akan menyebarluaskan namanya (nama ayahnya,
Mirza Ghulam Ahmad) ke pelosok-pelosok dunia dan melaluinya pesan
dakwah Islam akan sampai ke penjuru-penjuru negeri di dunia! Dapatkah
ada seseorang di dunia ini yang mampu berkata-kata seperti itu dari
dirinya sendiri?

Nubuatan tersebut juga mengatakan bahwa ia akan membuat 3 menjadi 4
yang juga berarti bahwa kelahiran Hadhrat Mushlih Mau'ud terjadi pada
tahun keempat nubuatan tersebut. Sungguh, beliau lahir pada 12 Januari
1889 dan pada 23 Maret 1889, Hadhrat Masih Mau'ud as mengambil baiat
dari para pengikutnya. Nubuatan ini sangat terkenal di kalangan Jemaat
kita dan juga di luar Jemaat. Orang-orang biasa menanyakan siapakah
anak yang dimaksud tersebut? Nubuatan itu menyebutkan nama Mahmud dan
Bashir Tsani sehingga Hadhrat Mushlih Mau'ud ra dinamai Bashiruddin
Mahmud Ahmad.

Hadhrat Mushlih Mau'ud ra pergi ke Ludhiana untuk menyatakan diri
bahwa sungguh beliau-lah Sang Pembaharu Yang Dijanjikan tersebut.
Jemaat mempunyai hubungan dengan kota Ludhiana dalam beberapa segi.
Pertama; kota ini merupakan tempat terjadinya baiat pertama oleh
Hadhrat Masih Mau'ud as. Kedua, kota itu juga merupakan tempat
berlangsungnya pernikahan Hadhrat Khalifatul Masih I ra dengan putri
Hadhrat Tn. Sufi Jan dan ketiga anak yang disebutkan dalam nubuatan
'Mushlih Mau'ud' tersebut lahir dari istri Hadhrat Masih Mau'ud as
yang telah tinggal di Ludhiana.

Hadhrat Mushlih Mau'ud ra berkata bahwa beliau ingat pernah tinggal
sebentar di Ludhiana ketika berumur 2 tahun dan ingat bahwa rumah
beliau langsung bersebelahan dengan jalan raya. Hanya satu peristiwa
yang beliau ingat yakni ketika beliau sedang berada di luar rumah, ada
seorang anak kecil melemparkan seekor kadal mati kepada beliau. Hal
tersebut membuat beliau takut dan lari pulang sambil menangis.
Ahmadiyah mempunyai hubungan dengan kota Ludhiana dalam beberapa segi.
Ludhiana sungguh merupakan tempat yang sangat berarti. Sebagaimana
biasanya, hal-hal yang berasal dari Allah Ta'ala senantiasa mendapat
penentangan. Setelah nubuatan ini, diadakan pertemuan di berbagai
tempat/kota lain namun tidak ada satu pun terjadi penentangan.

Akan tetapi, ketika Hadhrat Mushlih Mau'ud ra datang ke Ludhiana dan
mengumumkan bahwa beliau merupakan seorang Mushlih Mau'ud dan dengan
demikian nubuatan tersebut menjadi tergenapi. Beliau mengalami reaksi
permusuhan dari orang-orang di kota tersebut. Mereka yang melakukan
olok-olok melakukannya karena lupa akan ajaran Hadhrat Rasulullah saw.
Namun, nubuatan Hadhrat Masih Mau'ud tergenapi dengan segala
kemuliaannya. Doa semoga Allah Ta'ala menganugerahi penduduk Ludhiana
taufik untuk mengimani Hadhrat Masih Mau'ud as dan menjadikan mereka
yang menentang sebagai orang-orang yang berdiri di pihak beliau as.
Hadhrat Mushlih Mau'ud ra meriwayatkan perihal salah seorang Shahabat
Hadhrat Masih Mau'ud, Hadhrat Mian Abdullah Sahib Sanori yang memiliki
kecintaan dan ikatan mendalam terhadap beliau as. Suatu kali beliau
datang ke Qadian dan Hadhrat Masih Mau'ud as memberinya sebuah tugas.

Ketika cutinya habis, beliau meminta izin kepada Hadhrat Masih Mau'ud
as untuk kembali pulang. Hadhrat Masih Mau'ud as memintanya untuk
tetap tinggal. Sanori Sahib meminta kepada kantornya untuk
memperpanjang cutinya namun permintaan beliau tersebut tidak diterima.
Beliau menceritakan hal ini kepada Hadhrat Masih Mau'ud as namun
beliau as memintanya untuk tetap tinggal. Sanori Sahib menulis surat
ke kantornya bahwa beliau tidak dapat kembali dan akibatnya, pihak
kantor menghentikannya dari pekerjaan. Sanori Sahib menetap di Qadian
selama yang Hadhrat Masih Mau'ud as inginkan. Ketika kembali pulang,
beliau mendapati bahwa karyawan yang memecatnya tadi tidak diberi
wewenang untuk melakukan hal tersebut. Sehingga beliau tidak hanya
mendapatkan kembali pekerjaannya, namun juga memperoleh gaji beliau
yang tertunda.

Sahabat Hadhrat Masih Mau'ud as lainnya yakni Hadhrat Tn. Munshi Zafar
Ahmad dari Kaporthala. Beliau bekerja di pengadilan. Tn. Munshi Zafar
Ahmad ini datang ke Qadian untuk bertemu dengan Hadhrat Masih Mau'ud
as. Kemudian beliau meminta izin pulang pada hari ketiga. Akan tetapi
Hadhrat Masih Mau'ud as memintanya untuk tetap tinggal.
Sebulan berlalu. Tidak ada lagi pekerjaan dan beliau menerima berbagai
surat teguran keras dari atasan beliau. Beliau begitu senang berada di
kalangan para sahabat Hadhrat Masih Mau'ud as sehingga beliau tidak
mempedulikan apapun dan tidak ada pula merasa ragu. Ketika menerima
surat teguran keras lainnya, beliau menceritakannya kepada Hadhrat
Masih Mau'ud as. Beliau as memintanya untuk menjawab surat tersebut
dan mengatakan bahwa beliau tidak dapat kembali. Selang satu bulan
kemudian, Hadhrat Masih Mau'ud as mengatakan kepada Hadhrat Tn. Munshi
bahwa beliau sekarang boleh pulang. Setibanya di Kaporthala, Hadhrat
Tn. Munshi pergi mengunjungi Hakim untuk melihat reaksinya. Hakim
tersebut berkata, "Mirza Sahib pasti tidak mengizinkan engkau untuk
kembali dan perintahnya harus didahulukan!"

Hadhrat Mushlih Mau'ud ra bersabda bahwa sekelompok orang ini (yaitu
Jemaat ini) membangun teladan luhur dalam hal kecintaan yang mendalam
sehingga membuat kita tidak malu di depan Jemaat-Jemaat para Nabi di
masa lalu. Di kalangan para anggota Jemaat kita bisa jadi terdapat
kelemahan dan mereka lalai namun jika para sahabat Hadhrat Musa as
menampilkan di depan kita teladan mereka, kita juga dapat
memperlihatkan teladan para anggota Jemaat ini yang sebanding dengan
mereka. Demikian pula, jika pada hari Kiamat para Hawari (sahabat)
Hadhrat Isa as memperlihatkan/menunjukkan karya dan perbuatan agung
mereka, kita juga dengan bangga dapat menampilkan teladan para sahabat
kami.

Ketika Hadhrat Rasulullah saw bersabda bahwa beliau tidak dapat
membedakan antara umat beliau saw dengan umat Imam Mahdi. [1]
Mereka adalah orang-orang yang senantiasa siap memberikan berbagai
macam pengorbanan seperti Hadhrat Abu Bakar ra, Hadhrat Umar ra,
Hadhrat Usman ra dan Hadhrat Ali ra serta para Shahabat Nabi saw
lainnya. Mereka juga senantiasa siap sedia memikul segala jenis
musibah dan penderitaan di jalan Allah Ta'ala.

Lihatlah teladan Hadhrat Khalifatul Masih I ra yang mendapatkan
kedudukan yang khas di dalam Jemaat. Pengorbanan beliau sungguh sangat
besar. Ketika beliau datang ke Qadian untuk mengunjungi Hadhrat Masih
Mau'ud as, pekerjaan dan tanggung jawabnya untuk kembali pulang di
Bhaira sangat besar. Ketika beliau meminta izin untuk pulang, Hadhrat
Masih Mau'ud as memintanya untuk tetap tinggal. Hadhrat Khalifatul
Masih I ra bahkan tidak pulang sama sekali meskipun hanya untuk
membawa barang-barang beliau dari Bhaira. Beliau ra malah meminta
tolong kepada seseorang untuk mengambilkannya. Inilah pengorbanan yang
menjadikan Jemaat ini istimewa di hadapan Allah Ta'ala. Inilah
kedudukan yang hendaknya setiap orang dari kita harus berusaha
mencapainya.

Keimanan filosofis saja yang dimiliki seseorang tidak dapat
menjadikannya sebagai orang yang memberikan manfaat apapun. Iman yang
memberikan manfaat bagi manusia ialah keimanan yang memberikan
(dihiasi dengan) kelezatan isyq dan mahabbah (kecintaan). Sementara
pada saat yang sama seorang filosof (orang yang berfalsafah/filsafat)
dengan pernyataan kecintaannya, padanya tidak terdapat keteguhan yang
lebih, itu tak lebih dari diskursus/wacana perdebatan filosofis karena
ia tidak berpandangan dengan mata hati melainkan berpandangan dengan
mata akal saja, tetapi seseorang yang mengenal kebenaran dari Allah
Ta'ala dan mengenal sya'aa-iruLlah (syiar-syiar Allah) dengan mata
hatinya dan bukan dengan mata akalnya tidak dapat dibohongi/ditipu
oleh siapapun karena pikiran mengilhami filsafat sedangkan hati
mengilhami kecintaan yang mendalam.

Semoga Allah Ta'ala memungkinkan kita untuk mengenal Imam Zaman dengan
mata hati kita dan semoga kita tetap teguh dalam keimanan kita dan
kita selamanya menjadi orang-orang yang mengenali sya'aa-iruLlah
(syiar-syiar Allah) dan semoga Syaithan tidak pernah dapat memperdayai
kita.

Shalat jenazah ghaib diumumkan bagi seorang Darwaisy, Maulwi Khushid
Ahmad Sahib yang meninggal dunia pada 24 Juli berusia 94 tahun.
Penenrjemah: Hafizurrahman; editor: Dildaar Ahmad Dartono
________________________________
[1] Sunan At-Tirmidzi, Kitab al-Amtsal (mengenai perumpamaan); Dari
Anas berkata: "Rasulullah saw bersabda: :«مَثَلُ أُمَّتِي مَثَلُ
الْمَطَرِ لاَ يُدْرَى أَوَّلُهُ خَيْرٌ أَمْ آخِرُهُ». 'Matsalu ummatii
matsalul mathari laa yudraa awwaluhu khairun am akhiruhu.' -
'Perumpamaan umatku seperti hujan tidak diketahui mana yang lebih
baik, awalnya atau akhirnya.'" (Yakni, masing-masing dari kedua zaman
itu memiliki keagungannya yang tersendiri).
Ringkasan Khotbah Jumat
Sayyidina Amirul Mu'minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad
Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta'ala binashrihil 'aziiz
tanggal 31 Juli 2015 di Masjid Baitul Futuh, Morden, London, UK.
_________________________

[1] Sunan At-Tirmidzi, Kitab al-Amtsal (mengenai perumpamaan); Dari
Anas berkata: "Rasulullah saw bersabda: :«مَثَلُ أُمَّتِي مَثَلُ
الْمَطَرِ لاَ يُدْرَى أَوَّلُهُ خَيْرٌ أَمْ آخِرُهُ». 'Matsalu ummatii
matsalul mathari laa yudraa awwaluhu khairun am akhiruhu.' -
'Perumpamaan umatku seperti hujan tidak diketahui mana yang lebih
baik, awalnya atau akhirnya.'" (Yakni, masing-masing dari kedua zaman
itu memiliki keagungannya yang tersendiri).
Ringkasan Khotbah Jumat
Sayyidina Amirul Mu'minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad
Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta'ala binashrihil 'aziiz
tanggal 31 Juli 2015 di Masjid Baitul Futuh, Morden, London, UK.