Thursday, 17 March 2016

Makna dari Surat AN-Naml

Pernahkankita mendengar tentang kata An-Naml? Ya, An-Naml adalah salah satu namasurat dalam Al Quran yang berarti semut. Ternyata, semut memiliki segudang keistimewaan yang membuat mata kita terbelalak karena takjub dengannya.

Coba kita perhatikan baik-baik tentang hewan lemah yang satu ini, dengan kelemahannya dibanding hewan yang lain, ia memiliki kecerdasan dan kecakapan yang tinggi dalam mencari makanan untuk kehidupan sehari-hari. Satu komunitas semut jika ingin mengumpulkan makanan, mereka keluar dari sarangnya secara serempak. Ketika ada yang mendapatkan makanan, yang pertama kali dilakukan adalah membuat jalan yang menghubungkan antara makanan tersebut dengan sarangnya. Lalu dengan segera mereka berusaha untuk memindahkan makanan tersebut ke sarang. Dalam usaha memindah makanan tersebut semut membagi tugas menjadi dua bagian. Satu  berusaha untuk memindahkan makanan ke sarang, yang lainnya menyambut untuk kemudian dibawa masuk dan disimpan ke gudang penyimpanan makanan. Uniknya masing-masing semut tidak saling bercampur tugasnya, mereka melakukannya secara teratur.


Apabila makanan yang ditemukan sangat besar, maka para semut bergotong royong untuk membawanya. Hal ini tak ubahnya seperti manusia yang bergotong royong untuk mengangkat sesuatu yang besar lagi berat. Jadi, semut memiliki insting tolong menolong dan bergotong royong untuk mendapatkan kebaikan bagi mereka.

Adasuatu kisah menarik dari Ibnul Qayyim v tentang semut ini. Dahulu, ada seseorang yang berkisah bahwa suatu saat ia melihat seekor semut sedang mencari makanan. Orang ini pun meletakkan makanan untuk semut tersebut, makanan yang sangat besar. Ketika mendapatkannya, semut ini pun berusaha mengangkatnya namun tidak mampu. Sejenak ia pergi untuk memanggil teman-temannya. Lalu, datanglah semut tersebut dengan sekelompok pasukan semut. Orang ini pun mengangkat makanan tersebut. Mulailah sekelompok semut itu berkeliling untuk mencari makanan tadi, namun mereka tidak mendapatkannya.

Pulanglah mereka ke sarangnya tanpa membawa apa-apa. Selang beberapa saat semut itu pun datang kembali ke tempat tersebut untuk mencari makanan. Lalu orang ini meletakkan makanan itu ke tempatnya kembali. Kembali semut itu pun menemukannya dan berusaha mengangkatnya namun tak mampu. Ia pun pulang untuk memanggil teman-temannya. Datanglah kembali rombongan tadi dengan bersemangat untuk mendapatkan makanan yang sangat besar. Namun, lagi-lagi orang ini pun mengangkat makanan tersebut sehingga mereka pulang tanpa membawa apapun. Kejadian ini berulang ketiga kalinya, maka setelah hal ini berulang tiga kali, dan mereka tidak mendapatkan hasil sedikit pun, akhirnya sekelompok semut ini membuat lingkaran dan bersama-sama mengelilingi si semut. Kemudian mereka bersama-sama mengangkat semut tadi dan memotong- motong tubuhnya menjadi beberapa bagian.

Kecerdikan semut yang lain adalah apabila mereka ingin menyimpan biji-bijian sebagai makanan, mereka membelah biji tersebut supaya tidak tumbuh menjadi tanaman. Kalau biji tersebut termasuk biji yang berkeping dua maka mereka potong menjadi empat bagian. Setelah dalam gudang penyimpanan makanan pun biji-bijian tersebut dirawat supaya tetap awet. Tatkala biji tersebut basah atau lembab, mereka mengeluarkan biji-bijian tersebut untuk dijemur dibawah terik matahari agar tidak membusuk, lalu memasukkannya kembali setelah kering. Oleh sebab itulah kita terkadang melihat ada biji-bijian yang terpotong-potong berserakan di sekitar lubang semut lalu dalam waktu sekejap biji-biji itu menghilang kembali.

Demikianlah sekilas mengenai keajaiban semut, tentulah masih banyak keajaiban yang lain yang mengagumkan untuk dibahas. Semoga bermanfaat.
PAM-mubarak

Motivasi Dan Keinginan Seseorang Senantiasa Berbeda

Motivasi Dan Keinginan Seseorang Senantiasa Berbeda. Assalamu'alaikum member PAM...
semoga di pagi yg indah ini senantiasa meraih kebaikan yang mubarak...senantiasa bergerak maju...dengan gerak ada berkat...

Jika ditanya tentang keinginan, semua orang memiliki keinginan. Namun, jika kita bicara pencapaian, kita sering kali melihat, bahkan pada diri kita sendiri, ternyata kita sering kali tidak mencapai apa yang kita inginkan, bahkan mandek pada kondisi yang sama terus menerus.

Semua orang memiliki motivasi untuk meraihnya. Namun kenapa, apa yang kita ingin tidak pernah tercapai? Kita mandeg alias macet. Kita ingin bergerak, namun tidak pernah bergerak. Kita ingin melangkah namun tidak pernah terayun langkah ini.
Sebagian orang bisa melangkah. Sebagian orang bisa bergerak. Namun seperti berlari di tempat. Dia sibuk tetapi tidak menghasilkan. Dia cape, tetapi tidak ada bayaran atas kelehan yang menderanya.

Apa yang salah?
Mari coba kita renungkan, bagaimana hati, mindset, dan tindakan kita dimasa lalu. Mengapa tidak juga bergerak meraih apa yang kita inginkan? Apa penyebab kita selalu mandeg?
Coba periksa, apakah salah satu atau lebih penyebab dibawah ini ada pada diri Anda?

Kurang Bersyukur Terhadap Apa Yang Anda Miliki
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".  (QS. Ibrahim:7)
Bisa jadi kita telah berusaha, namun karena kita tidak mensyukuri nikmat yang ada, Allah belum mengijinkan kita untuk menambah nikmat yang baru. Bagaimana akan diberikan nikmat yang baru, jika nikmat yang ada saja tidak kita syukuri.
Kalau pun Anda tetap diberikan nikmat baru, meski tidak bersyukur, itu jauh lebih bahaya sebab nikmat tersebut akan berubah menjadi azab-Nya baik di dunia dan di akhirat. Syukur, bukan hanya akan menambah nikmat, namun menyelamatkan kita dari azab-Nya yang pedih.
Maka, mari kita syukuri nikmat yang ada pada diri kita. Besar, nikmat yang kita miliki itu besar. Seringkali kita sendiri yang menyepelekan nikmat-nikmat itu dengan mengeluh dan mengingkarinya. Orang yang mengingkari nikmatnya diantara lain suka protes untuk mendapatkan yang lebih, protes ingin nikmat yang lain, atau protes karena merasa sedikit. Mengeluh dan mengeluh.
Bersyukurlah, insya Allah kita akan mendapatkan yang lebih banyak. Janji Allah pasti benar.

Tidak Shabar Terhadap Kondisi
Kadang, kondisi memang tidak kondusif. Seolah tidak mendukung kita untuk meraih impian. Orang-orang di sekitar kita tidak mendukung. Cuaca tidak mendukung. Kondisi politik tidak mendukung. Kondisi ekonomi tidak mendukung. Pokoknya, semua terasa tidak mendukung kita untuk meraih impian.
Lalu bagaimana?
Jawabannya ada bershabar. Shabar bukan berarti diam, tetapi teguh pada kebenaran. Anda akan selalu bertanya, apa yang seharusnya saya lakukan pada kondisi seperti ini? Orang yang shabar akan akan memiliki prinsip, yang penting bukan apa yang terjadi pada diri Anda, tetapi bagaimana Anda menyikapinya dengan cara yang benar. Maka Anda akan menemukan jalan, bagaimana pun kondisi yang ada.
Sebaliknya, orang yang tidak shabar, akan sibuk menyalahkan kondisi. Orang yang tidak shabar akan menjadi diri menjadi korban sehingga akhirnya dia menyerah dan tidak pernah bergerak.

Hidup Adalah Ibadah
Meski kita harus memiliki tujuan dalam hidup, namun orientasi hidup kita sesungguhnya adalah pada proses, yaitu amal kita. Tujuan diciptakan kita adalah untuk beribadah, artinya untuk beramal atau dengan kata lain berproses.
Orang yang lupa bahwa tugas pokok dia untuk beribadah, dia hanya akan mudah berhenti. Orientasi dia hanya hasil dan kemudahan. Saat hasil tidak terlihat, dia berhenti. Saat kemudahan tidak dirasa, dia akan berhenti.
Berbeda dengan orang yang orientasi ibadah, seberat apa pun akan dia lakukan, sebab itu tidak akan sia-sia selama melakukan dengan ikhlas.

Menyerah Pada Ketakutan
Salah satu penyebab utama kenapa orang tidak bertindak atau bertindak namun tidak sepenuh hati, karena dia menyerah pada ketakutan. Saya katakan menyerah, sebab pada dasarnya semua orang itu takut, hanya saja ada yang menyerah ada juga yang tidak menyerah.
Setiap yang kita lakukan akan selalu mengandung resiko. Jika Anda ingin meraih apa yang Anda inginkan, maka Anda harus Berani Mengambil Resiko tidak boleh tidak.

Kurang Percaya Diri
Kepercayaan diri ibarat gigi persneling pada kendaraan Anda. Anda bisa menaikan kecepatan jika gigi persneling Anda pindah ka gigi yang lebih tinggi. Begitu juga dengan diri Anda, jika Anda tidak meningkatkan kepercayaan diri Anda, maka Anda tidak akan pernah berubah. Anda akan terus mandeg.
Jika Anda tidak mau mandeg lagi, maka tingkatkan kepercayaan diri Anda, sebab kepercayaan diri itu adalah Kondisi Dasar Untuk Sukses. Sukses ada dipengaruhi sejauh mana Anda percaya diri.

Terus Melihat Ke Belakang
Bisakah Anda mengendarai kendaraan hanya dengan melihat kaca spion? Tidak. Anda akan berhenti karena Anda akan menabrak apa yang ada di depan. Anda boleh melihat ke belakang, namun hanya sekali-kali saja, jangan terus melihat ke belakang, sebab bukan ke sana tujuan Anda.
Tujuan Anda adalah di depan, maka lihatlah ke depan. Artilah lihatlah masa depan, pikirkan apa yang bisa Anda lakukan untuk masa depan yang baik, dan ambilah tindakan untuk meraihnya.

Tujuan Yang Tidak Jelas
Anda tidak akan pernah membidik target Anda, jika Anda tidak bisa melihat target Anda dengan jelas. Begitu juga dalam bisnis, karir, dan aspek kehidupan lainnya. Jika kita tidak memiliki target yang jelas, Anda akan kesulitan untuk mendapatkannya.
Lalu bagaimana membuat target yang jelas?

Selalu Mencari Tongkat Ajaib
Salah satu penyakit yang membuat kita mandeg adalah selalu mencari tongkat ajaib. Tongkat ajaib yang dimaksud adalah mencari cara mudah, tanpa usaha keras, dan tanpa mengeluarkan modal. Pengen hasil besar tanpa mau ribet dan/atau berkorban.
Dia akan sibuk, namun bukan sibuk meraih impiannya, tetapi sibuk mencari tongkat ajaib untuk mendapatkan impiannya. Apa yang terjadi, dia tidak akan pernah kemana-mana karena tongkat ajaib itu tidak ada. Dia hanya membuang waktu saja.
Terlalu Sibuk Untuk Mengasah Gergaji
Jangan seperti si penebang kayu, yang produktivitasnya terus menurun karena gergajinya yang sudah mulai tumpul. Namun, saat disarankan untuk mengasah gergaji, dia bilang sibuk. Maka tidak aneh jika produktivitasnya akan rendah terus.
Sama seperti kebanyakan orang yang sering beralasan terlalu sibuk untuk membaca buku, mengikuti pelatihan, menonton video pendidikan, dan sebagainya. Selain alasan terlalu sibuk, biasanya alasannya adalah tidak punya uang (atau tidak memprioritaskannya).
Jika Anda ingin maju atau tidak mandeg lagi, Anda harus meningkatkan level Anda. Jangan berharap akan mengalami kemajuan jika level Anda tidak pernah meningkat.
PAM-mubarak

Wednesday, 16 March 2016

Enam Pilar Keimanan Seorang Muslim

Enam Pilar Keimanan Seorang Muslim Di antara enam pilar keimanan seorang muslim.

Seorang Muslim adalah meyakini akan ketentuan dan ketetapan Allah yang lazim disebut qadla-qadar. Artinya, keimanan seseorang diindikasikan sempurna ketika ia yakin akan keputusan Allah yang berimplikasi pada sikap menerima, apapun wujudnya baik yang sesuai dengan kehendak diri atau pun tidak.

Namun, pada kenyataannya, kebanyakan manusia hanya mampu menerima takdir yang sesuai dengan keinginan.

Adapun sikap kurang etis sebagai seorang muslim terlihat ketika mendapat sesuatu yang tidak diharapkan. Sikap menyesali diri, mencari kambing hitam, distress bahkan eutress, marah-marah, high temperament, dll., selalu menyertai realitas yang tidak bersahabat tersebut. Sedikit sekali orang menerima dengan senang hati kenyataan yang tidak sesuai maksud hati.

Ketetapan Allah dibagi menjadi dua, yaitu mubram dan mu'allaq atau ikhtiariy. Mubram adalah ketetapan Allah secara mutlak dan tidak terkait dengan hukum  kausalitas. Misalnya, waktu kematian, masa tua, kelahiran, dll..

Sedangkan mu'allaq berarti adanya keterkaitan antara ikhtiar manusia dengan realitas yang terjadi. Mencita-citakan kekayaan tidak akan terwujud dengan hanya berpangku tangan. Mengharapkan mendapat prestasi baik tidak akan terbeli dengan sikap malas dan memelas. Mendambakan suami shalih/istri shalihah tidak akan tercapai hanya dengan mencari akses kesana kemari, sedangkan diri tidak dievaluasi dan diperbaiki. Itulah contoh ketetapan yang mesti diupayakan terlebih dahulu.

Tetapi, dilarang menggugat Allah ketika usaha dirasa sudah maksimal sedangkan hasilnya minimal. Karena dalam kejadian tersebut ada hikmah yang bisa diambil. Mungkin saja apa yang kita inginkan bukanlah yang terbaik untuk diri kita sehingga Allah menyiapkan sesuatu yang lain yang membawa maslahat untuk dunia-akhirat kita. Tetapi, hanya orang yang berkeyakinan mantap lah yang mampu menerima hal ini dan semoga kita termasuk di dalamnya.
PAM-mubarak

Pengetahuan Sederhana dari Kebiasan Sehari-hari

Pengetahuan-Pengetahuan Sederhana dari Kebiasan Sehari-hari.

1. Tersedak makanan,
2. Salah bantal,
3. Kram kaki,
4. Kaki kesemutan

Ini adalah pengetahuan yang dapat menolong orang dan diri sendiri.

Cara pertolongan sebagai berikut:

1. Cara penanganan jika tersedak makanan --- hanya perlu "mengangkat tangan".
Di Atlantic City, New Jersey, AS, ada seorang bocah berusia 5 tahun bernama A'Zir Spence yang secara cerdik berhasil menyelamatkan nyawa neneknya, metode yang dipergunakannya sangat sederhana, hanya perlu "mengangkat tangan". Shirldine Stewart berusia 56 tahun sedang menonton televisi di rumah sambil makan jelly ketika cucunya Spence turun ke bawah untuk menanyakan sesuatu kepadanya.Ketika sang nenek memalingkan muka untuk memandang cucunya, sepotong jelly tersangkut di kerongkongannya. Sang nenek berusaha menolong diri sendiri dengan menekan-nekan bagian perut, namun tidak ada gunanya, Spence lalu bertanya: "Nek! Apakah nenek tersedak?", namun sang nenek tidak bisa menjawab. "Saya rasa nenek tersedak. Nek! Ayo cepat naikkan tangan nenek!" Nenek Stewart lalu mengangkat tangan di atas kepalanya dan ternyata jelly itu keluar dari kerongkongannya. Spence menyampaikan kalau metode ini dipelajarinya di sekolah. Jadi cara penanganan jika tersedak makanan --- hanya perlu "mengangkat tangan".

2. Salah bantal
Kadangkala ketika bangun tidur, anda menemukan diri anda salah bantal, yaitu merasa nyeri di leher. Apa yang harus dilakukan ketika salah bantal? Ketika merasa salah bantal, anda hanya perlu mengangkat kaki anda, kemudian tarik ibu jari kaki dan pijat dengan memutar searah atau berlawanan arah jarum jam.

3. Kram kaki
Ketika kram kaki kiri, angkat tangan kanan tinggi-tinggi, ketika kram kaki kanan, angkat tangan kiri tinggi-tinggi, segera akan terasa lebih enak.

4. Kaki kesemutan
Ketika kaki kiri kesemutan, ayun telapak tangan kanan dengan sekuat tenaga, ketika kaki kanan kesemutan, ayun telapak tangan kiri dengan sekuat tenaga...

Silahkan berbagi.

Tuesday, 15 March 2016

Kisah Dahsyat Istigfar jika dilakukan Sebelum Tidur.

RENUNGAN PAGI Kisah Dahsyat Istigfar jika dilakukan Sebelum Tidur.

KISAH NYATA DAHSYATNYA ISTIGHFAR
(Dr zaini)

Dalam Kitab Shifatus Shafwah karangan Ibnul Jauzi, dikisahkan tentang pengembaraan Imam Ahmad bin Hambal ke suatu negeri untuk suatu keperluan.

Dalam perjalanan, beliau kemalaman dan menemukan sebuah masjid, beliau ingin menghabiskan malam di dalam masjid itu. Namun penjaga masjid tidak memperbolehkannya beristirahat di dalam masjid.
Sang penjaga tidak mengetahui bahwa yang dihadapinya adalah seorang ulama besar. Sementara Imam Ahmad juga tidak ingin memperkenalkan diri kepadanya. Kendati ketenaran Imam Ahmad sudah sampai di seluruh pelosok negeri, namun tak banyak orang mengenal sosok dan rupanya.

Untunglah, ketika itu melintas seorang pembuat dan penjual roti.
Akhirnya tukang roti itu mengajak beliau untuk menginap di tempatnya, juga tanpa tahu bahwa tamunya ini adalah Imam Ahmad bin Hambal.

Ketika sampai di rumahnya, sang lelaki baik hati itu segera mempersiapkan tempat bermalam untuk Imam Ahmad dan mempersilahkan beliau istirahat. Sedangkan dia sendiri justru mulai bekerja dengan menyiapkan bahan-bahan pembuatan roti yang akan dijualnya esok hari.

Ternyata Imam Ahmad tidak langsung tidur, Ia malah memperhatikan segala gerak-gerik sang pembuat roti. Ada satu hal yang menarik perhatian beliau. Yakni, Ia senantiasa beristighfar dalam setiap aktivitas yang ia lakukan. Lidahnya selalu basah dengan istighfar.

Imam Ahmad merasa penasaran lalu bertanya, "Sejak kapan Anda selalu beristighfar tanpa henti seperti ini?".
Ia menjawab "Sejak lama sekali. ini sudah menjadi kebiasaan rutin saya, hampir dalam segala kondisi."

"Wahai tuan, apa fadhilah (keutamaan) yang tuan dapatkan dari amalan (selalu beristighfar) tersebut?" tanya Imam Ahmad penasaran.
Sang Tukang roti tersenyum. "Fadhilahnya, setiap do'a yang saya panjatkan kepada Allah selalu dikabulkan-Nya," jawabnya."Tapi, ada satu do'a saya yang hingga saat ini belum dikabulkan Allah," sambungnya.
Sang Imam semakin penasaran dan bertanya, "Apa gerangan doa yang satu itu?"
Si lelaki saleh ini pun melanjutkan jawabannya dan berkata,
"Dari dahulu, saya berdo'a kepada Allah agar dipertemukan dengan Imam Ahmad bin Hanbal. Namun hingga saat ini, saya belum juga dipertemukan dengan beliau," tutur Tukang roti itu.
Lalu, dengan takjub Imam Ahmad berkata, "Aku adalah Ahmad bin Hanbal. Demi Allah, aku benar-benar didatangkan oleh Allah kepadamu."

Ternyata semua yang dialami Imam Ahmad hari itu, mulai dari kemalaman di kampung, diusir sang penjaga masjid, kemudian bertemu dengan tukang roti dijalanan, sampai menginap di rumahnya, rupanya itu semua hanya merupakan cara Allah untuk mengabulkan doa hamba-Nya yang saleh.

Demikian dahsyatnya kekuatan istighfar, sehingga Allah Subhanahu wa Ta'ala enggan untuk menolak do'a tukang roti yang dipanjatkan kepada-Nya.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

: ﻣَﻦْ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﺍﻟِﺎﺳْﺘِﻐْﻔَﺎﺭَﺟَﻌَﻞَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻪُ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﻫَﻢٍّ ﻓَﺮَﺟًﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺿِﻴﻖٍ ﻣَﺨْﺮَﺟًﺎ ﻭَﺭَﺯَﻗَﻪُ ﻣِﻦْ ﺣَﻴْﺚُ ﻻَ ﻳَﺤْﺘَﺴِﺐُ "

Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan baginya pada setiap kesedihannya jalan keluar dan pada setiap kesempitan ada kelapangan dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka."
(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah.)
(Edisi Tausyiah).
🌾🌸🌻semangat pagi 🌻🍆🌽🍅

Monday, 14 March 2016

Selamat Jalan Kepada J.S Badudu Guru Bahasa Indonesia di TVRI

Guru Bahasa Indonesia J.S. Badudu  Wafat

Telah berpulang dalam damai Bapak dan Opa kami Jusuf Sjarif Badudu di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, pada Sabtu 12 Maret 2016 pukul 22.10.

Beliau meninggal pada usia 89 tahun karena komplikasi penyakit yang diderita semasa tuanya. Dua hari sebelum wafat, ia  dirawat inap di RSHS karena serangan stroke. Sekitar sepuluh tahun belakangan, ia sudah beberapa kali diserang stroke ringan maupun berat yang mengakibatkan kondisi fisiknya semakin lama semakin menurun.

Jenazahnya akan disemayamkan di tempat tinggalnya sehari-hari, yakni di Bukit Dago Selatan nomor 27, Bandung. Setelah dishalatkan, rencananya jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung.

J.S. Badudu dikaruniai 9 anak, 23 cucu, dan 2 cicit. Istrinya, Eva Henriette Alma Koroh, lebih dulu berpulang pada 16 Januari 2016 lalu pada usia 85 tahun. Mereka hidup bersama dalam ikatan pernikahan selama 62 tahun.

Prof. Dr. J.S. Badudu lahir di Gorontalo pada 19 Maret 1926. Sepanjang usia ia mengabdikan diri untuk Bahasa Indonesia melalui kegiatan belajar-mengajar dan tulis-menulis. Ia telah menjadi guru sejak usia 15 tahun dan mengakhiri pengabdiannya di bidang pendidikan pada usia 80 tahun, itu pun karena kondisi fisik yang terus menurun seiring bertambahnya usia.

J.S. Badudu dikenal masyarakat luas sejak ia tampil dalam acara Pembinaan Bahasa Indonesia yang ditayangkan di TVRI pada 1977-1979, dilanjutkan tahun 1985-1986. Pada saat itu TVRI adalah satu-satunya siaran televisi di Indonesia.

Beberapa karya besar di antara puluhan buku yang pernah ditulisnya: Kamus Umum Bahasa Indonesia (1994), revisi kamus Sutan Muhammad Zain; Kamus Kata-kata Serapan Asing (2003); Pelik-pelik Bahasa Indonesia (1971); Inilah Bahasa Indonesia yang Benar (1993); Kamus Peribahasa (2008); Membina Bahasa Indonesia Baku (1980) dll.

Pendidikan bahasa yang pernah ditempuhnya adalah kursus B1 Bahasa Indonesia (1951); Fakultas Sastra Unpad (1963); Studi Pascasarjana Linguistik pada Fakultas Sastra dan Filsafat Rijksuniversiteit Leiden, Belanda (1971-1973); Ia memperoleh gelar Doktor dari Fakultas Sastra UI pada 1975 dengan disertasi berjudul Morfologi Kata Kerja Bahasa Gorontalo.

Sejauh catatan pribadi beliau, ia telah 8 tahun menjadi guru SD, 4 tahun guru SMP, 10 tahun guru SMA, dan 42 tahun menjadi dosen di Unpad dan UPI Bandung. Ia menginjak usia pensiun pada 1991, namun setelah itu masih aktif mengajar dan menulis sampai awal 2000.

J.S. Badudu adalah orang pertama yang mendapat gelar Guru Besar dari fakultas Sastra Unpad. Ia dinobatkan menjadi Guru Besar pada 1985 dalam usia 59 tahun.

Atas sumbangsih dan pengabdiannya di bidang bahasa, ia dikaruniai tiga tanda kehormatan dari pemerintah, yakni Satyalencana Karya Satya (1987), Bintang Mahaputera Nararya (2001), dan Anugerah Sewaka Winayaroha (2007).

*Siaran pers ini dibikin pada Minggu, 13 Maret 2016, pukul 01.00 pagi. Silakan dikutip atas nama Ananda Badudu, cucu ke-7 J.S. Badudu. Jika butuh informasi tambahan silakan kontak saya di 08172375973.

Presiden Barak Obama Bicara Islam Dan Negara Indonesia

Foto: PM Australia Malcolm Turnbull dan Presiden AS Barack Obama (ABC Australia).

Washington DC - Ada yang terungkap dari pembicaraan Presiden AS Barack Obama dan PM Australia Malcolm Turnbull saat KTT APEC 2015 lalu. Soal Islam, Indonesia dan Arab Saudi.

Pembicaraan di antara dua kepala negara itu berlangsung dalam KTT APEC 2015 di Manila, Filipina pada November 2015 lalu. Dalam pembicaraan bilateral itu, Obama mendeskripsikan bahwa dia mengamati Indonesia berangsur menjadi negara dari yang tadinya Islam yang santai dengan banyak wajah dan cenderung sinkretis menjadi Islam yang lebih fundamentalis, dan punya interpretasi tak kenal ampun. Obama mengatakan pada Turnbull pula, dari pengamatannya, makin banyak perempuan Indonesia sekarang mengadopsi hijab, penutup rambut muslimah.

"Kenapa ini terjadi?" tanya Turnbull seperti dilansir dari Sydney Morning Herald, Minggu (13/3/2016).

(Baca juga: PM Malcolm Turnbull Bahas Kontra Terorisme dengan Presiden AS Barack Obama)

Karena, jawab Obama, Saudi dan negara Teluk Arab lain telah menyalurkan uang, dan banyak jumlah imam dan guru, kepada Indonesia. Di tahun 1990-an, lanjut Obama, Saudi mendanai besar-besaran madrasah beraliran Wahabi, Islam fundamentalis yang ada di kerajaan Arab Saudi.

"Hari ini, Islam di Indonesia ini semakin berorientasi ke Arab daripada waktu saya hidup di sana," tutur Obama ke Turnbull.

"Bukankah Saudi itu teman Anda?" tanya Turnbull.

Obama pun tersenyum. "Itu (hubungan) rumit," jawab Obama.

Pembicaraan kedua kepala negara ini baru terungkap dalam majalah bulanan politik Amerika Serikat (AS) The Atlantic edisi April 2016. The Atlantic menuliskan wawancaranya dengan Obama dan menuliskannya dalam artikel panjang berjudul "Obama Doctrine". Beberapa topik tentang Islam dan Indonesia pun dikutip beberapa media seperti Sydney Morning Herald dan Newsweek.  (nwk/mad)

Sunday, 13 March 2016

Informasi Banjir Bandung Barat Maret 2016

2 TEWAS DAN 24.000 JIWA TERDAMPAK BANJIR AKIBAT MELUAPNYA SUNGAI CITARUM DI BANDUNG.

Sungai Citarum di daerah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat untuk kesekian kalinya meluap dan menimbulkan banjir tahunan. Hujan deras yang berlangsung sejak Selasa (8/3/2016) hingga Sabtu Minggu dini hari (13/3/2016) dengan puncak hujan deras pada Sabtu (12/3/2016) pukul 16.00 – 19.30 Wib sehingga menyebabkan banjir yang cukup luas. 15 daerah di Kabupaten Bandung terendam banjir yang meliputi Kecamatan Cicalengka, Rancaekek, Cileunyi, Solokan Jeruk, Majalaya, Ciparay, Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Pameungpeuk, Banjaran, Arjasri, Cangkuang, Katapang dan Kutawaringin. Berdasarkan data sementara hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Bandung, sebanyak 5.900 KK (24.000 jiwa) terdampak banjir dan lebih dari 3.000 jiwa mengungsi. Tinggi banjir sekitar 80 – 300 centimeter. Daerah di sekitar bantaran sungai Citarum dan cekungan tinggi banjir mencapai 3 meter.

Banjir telah menyebabkan 2 orang meninggal dunia dan 3 orang hilang. Korban meninggal adalah Risa (13 tahun) akibat tersengat listrik saat banjir dengan alamat Kampung Ciburuy Desa Citeureup Kec. Dayeuhkolot dan Ibu Ela (40 tahun) warga Kampung Sawahluhur, RW 10 Desa Sukasari Kecamatan Pameungpeuk akibat terseret arus. Tiga orang yang hilang adalah suami Ibu Ela dan kedua anak perempuan dari Ibu Ela. Saat banjir mengungsi ke bangunan di tepi sungai yang kemudian roboh. Saat ini tim BPBD dan Basarnas masih melakukan pencarian.

BPBD Kabupaten Bandung, BPBD Provinsi Jawa Barat, TRC BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, Tagana, PMI, SKPD, beberapa komunitas penggiat kebencanaan seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Tabara, Unit Cegah Siaga, relawan dan masyarakat saling membantu melakukan penanganan darurat. Upaya BPBD masih melakukan evakuasi dan penyelamatan korban. Pengungsi berada di Kantor Kelurahan Baleendah, Gedung Inkanas, GOR SKB, Gedung Juang, dll

Seorang Muslim Melakukan Segala Sesuatu Sesuai dengan Al Quran

Seorang Muslim Melakukan Segala Sesuatu Sesuai dengan Al Quran. 

Sahabat dan Kerabat, Allah SWT. telah berfirman : "Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkanmu sedikitpun. Sungguh Allah Maha Mengetahui segala apa yang mereka kerjakan". (QS. Ali Imran : 120).
Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.
Sahabat dan Kerabat, itulah sifat orang-orang yang dengki. Jika kita mendapatkan kebaikan atau kenikmatan, mereka akan iri dan bersedih hati, tetapi jika kita mendapatkan bencana atau musibah, mereka akan senang dan bergembira karenanya. 
Jika kita berada didalam lingkungan yang seperti itu, maka sebaiknya kita tetap bersabar dan bertakwa, Insya Allah sikap mereka itu tidak akan bisa mendatangkan kemudaratan bagi kita.   
Sebaliknya, janganlah kita sampai mengikuti jejak mereka, ingatlah bahwa Rasulullah SAW.telah bersabda : "Jauhilah oleh kamu (sifat) dengki, sebab (sifat) dengki itu akan memakan berbagai kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar". (HR Abu Daud dan Ibnu Majah).
Semoga dengan menjauhi sifat dengki itu, semua kebaikan kita akan bisa terjaga karenanya dan akan bisa menjadi bekal yang baik bagi kita di akhirat nanti.
Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin.
Selamat pagi ......

Saturday, 12 March 2016

Resep Harmonisnya Rumahtangga Rasulullah Saw

Resep Harmonisnya Rumahtangga Rasulullah Saw

1. Suami membukakan pintu untuk istrinya, baik di kendaraan, rumah, maupun yang lain
Istilah yang cukup akrab di telinga kita, yang katanya orang-orang modern ini "Ladies First" ternyata sudah dilakukan Rasulullah sejak berabad-abad yang lalu, disaat kebudayaan lain di dunia menganggap wanita lebih rendah, bahkan diragukan statusnya sebagai "manusia". Dari Anas, dia berkata: "Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi SAW menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah.

Kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut." (HR Bukhari)

2. Mencium istri ketika pergi dan datang
Sungguh hal yang romantis dan bisa menimbulkan rasa kasih sayang jika kita bisa membiasakan mencium istri/suami ketika hendak bepergian atau baru pulang.
Dari Aisyah ra, bahwa NabiSAW biasa mencium istrinya setelah wudhu, kemudian beliau shalat dan tidak mengulangi wudhunya."(HR Abdurrazaq)

3. Makan/minum sepiring/segelas berdua
Dari Aisyah RA, ia berkata : Saya dahulu biasa makan his (sejenis bubur) bersama Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam " (HR. Bukhori dalam Adabul Mufrod)
Dari Aisyah Ra, ia berkata : Aku biasa minum dari gelas yang sama ketika haidh, lalu Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam mengambil gelas tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum (HR Abdurrozaq dan Said bin Manshur, dan riwayat lain yang senada dari Muslim.)

Nabi saw pernah minum di gelas yang digunakan Aisyah. Beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit Aisyah.(HR Muslim No. 300) Bahkan keberkahannya dijamin,diriwayatkan Abu Hurairah : "Makanan berdua cukup untuk tiga orang, makanan tiga orang cukup untuk empat orang" ( HR Bukhori (5392) dan Muslim (2058))

4. Suami menyuapi istri
Dari Saad bin Abi Waqosh ra berkata : Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda : "Dan sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah, maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu" (HR Bukhori (VI/293) dan Muslim (V/71)

5. Berlemah lembut, melayani/menemani istri yang sedang sakit (memanjakan istri sakit)
Diriwayatkan oleh Aisyah ra, nabi SAW adalah orang yang penyayang lagi lembut. Beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani
istrinya yang sedang mengadu atau sakit. (HR Bukhari No 4750, HR Muslim No 2770)

6. Bersenda gurau dan membangun kemesraan
Aisyah dan Saudah pernah saling melumuri muka dengan makanan. Nabi SAW tertawa melihat mereka. (HR Nasai dengan isnad hasan)
Dari Zaid bin Tsabit berkata tentang Rasulullah : suka bercanda dengan istrinya (HR Bukhari)

7. Menyayangi istri dan melayaninya dengan baik
Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda: Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan
orang yang paling baik diantara kalian ialah yang paling baik terhadap istrinya (HR.Tirmidzi, Ibnu Hibban, hadits hasan shahih).

8. Memberi hadiah
Dari Ummu Kaltsum binti Abu Salamah, ia berkata, "Ketika Nabi SAW menikah dengan Ummu Salamah, beliau bersabda kepadanya, Sesungguhnya aku pernah hendak memberi hadiah kepada Raja Najasyi sebuah pakaian berenda dan beberapa botol minyak kasturi, namun aku mengetahui ternyata Raja Najasyi telah meninggal dunia dan aku mengira hadiah itu akan dikembalikan. Jika hadiah itu memang dikembalikan kepadaku, aku akan memberikannya kepadamu." Ia (Ummu Kultsum) berkata, "Ternyata keadaan Raja Najasyi seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, dan hadiah tersebut dikembalikan kepada beliau, lalu beliau memberikan kepada masing- masing istrinya satu botol minyak kasturi, sedang sisa minyak kasturi dan pakaian tersebut beliau berikan kepada Ummu Salamah." (HR Ahmad)

9. Tetap romantis walau istri sedang haid
Haid, adalah sesuatu yang alamiah bagi wanita. Berbeda dengan pandangan kaum Yahudi, yang menganggap wanita haid adalah najis besar dan tidak boleh didekati. Ketika Aisya
h sedang haid, Nabi SAW pernah membangunkannya, beliau lalu tidur dipangkuannya dan membaca Al Quran (HR Bukhari no 7945)

10. Mengajak istri makan di luar
Mungkin kebanyakan kita, lebih suka pergi bersama teman-teman, meninggalkan istri di rumah. Nah yang ini mungkin familiar, saya suka bilang ama istri "nge-date" yuk! ini bisa membangkitkan romantisme berdua. Menikmati lingkungan disekitar. Anas mengatakan bahwa tetangga Rasulullah SAW -seorang Persia- pintar sekali membuat masakan gulai. Pada suatu hari dia membuatkan masakan gulai yang enak untuk Rasulullah SAW. Lalu dia datang menemui Rasululiah SAW untuk
mengundang makan beliau. Beliau bertanya: "Bagaimana dengan ini? (maksudnya Aisyah)." Orang itu menjawab: "Tidak." Rasulullah SAW berkata: "(Kalau begitu) aku juga tidak mau."

Orang itu kembali mengundang Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bertanya: "Bagaimana dengan ini?" Orang itu menjawab: "Tidak." Rasulullah kembali berkata: "Kalau begitu, aku juga tidak mau." Kemudian, orang itu kembali mengundang Rasulullah saw. dan Rasulullah saw. kembali bertanya: "Bagaimana dengan ini?" Pada yang ketiga kalinya ini orang Persia itu mengatakan: "Ya." Akhirnya mereka bangun dan segera berangkat ke rumah laki-laki itu." (HR Muslim)

11. Mengajak istri jika hendak ke luar kota.
Biasanya para suami, kalau ada tugas ke luar kota, hal-hal seperti ini dijadikan kesempatan. Tapi tak ada salahnya kalau rejeki kita cukup, kita ajak istri kita pergi juga, tinggal bilang sama bos (syukur-syukur kalau bos mau bayarin hehehe..), kalo saya biasanya biaya sendiri. Aisyah berkata: "Biasanya Nabi saw. apabila ingin melakukan suatu perjalanan, beliau melakukan undian di antara para istri. Barangsiapa yang keluar nama/nomor undiannya, maka dialah yang ikut pergi bersama Rasulullah saw. (HR Bukhari dan Muslim)

12. Menghibur diri bersama istri ke luar rumah (entertainment)
Dari Aisyah, dia berkata: "Pada suatu hari raya orang-orang berkulit hitam mempertontonkan permainan perisai dan lembing. Aku tidak ingat apakah aku yang meminta atau Nabi saw. sendiri yang berkata padaku: Apakah aku ingin melihatnya?Aku jawab: Ya. Lalu beliau menyuruhku berdiri di belakangnya. Pipiku
menempel ke pipi beliau. Beliau berkata: Teruskan main kalian, wahai Bani Arfidah (julukan orang-orang Habsyah)! Hingga ketika aku sudah merasa bosan beliau bertanya: Apakah kamu sudah puas?Aku jawab: Ya. Beliau berkata: Kalau begitu, pergilah!'" (HR Bukhari dan Muslim)

13. Mencium istri sering-sering
Mencium istri dengan penuh kasih sayang, sangatlah mulia dan romantis. Berbeda dengan ciuman yang dilakukan karena nafsu seperti di film-film yang  kebanyakan ada di layar kaca. Nabi saw sering mencium Aisyah dan itu tidak membatalkan puasa (HR Nasai dalam Sunan Kubra II/204)

14. Suami mengantar istri
Kadang banyak dari kita malas mengantar istri kita bepergian. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika istri saya keluar rumah sendirian, ada masalah di jalan dia kebingungan. Shafiyyah, istri Nabi SAW, menceritakan bahwa dia datang mengunjungi Rasulullah saw. ketika beliau sedang melakukan itikaf pada hari sepuluh yang terakhir dari bulan Ramadhan. Dia berbicara dekat beliau beberapa saat, kemudian berdiri untuk kembali. Nabi saw. juga ikut berdiri untuk mengantarkannya." (Dalam satu riwayat 492 dikatakan: "Nabi SAW berada di masjid. Di samping beliau ada para istri beliau. Kemudian mereka pergi (pulang). Lantas Nabi saw. berkata kepada Shafiyyah binti Huyay: Jangan terburu- buru, agar aku dapat pulang bersamamu'") (HR Bukhari dan Muslim)

15. Suami istri berjalan dimalam hari
Duh, so sweet.. Jalan berdua menikmati keindahan alam. Rasulullah datang pada malam hari, kemudian mengajak aisyah berjalan-jalan dan berbincang-bincang (HR Muslim 2445)

16. Panggilan khusus pada istri
Kadang kita memanggil istri kita, honey, yayank, dan seterusnya, dan seterusnya.. seperti itu pun Rasulullah.Nabi saw memanggil Aisyah dengan Humairah artinya yang kemerah-merahan pipinya. Rasulullah juga suka memanggil aisyah dg sebutan "aisy/aisyi", dalam culture arab pemenggalan huruf terakhir menunjukan
"panggilan manja/tanda sayang"

17. Memberi sesuatu yang menyenangkan istri
Dari Said bin Yazid, bahwa ada seorang wanita datang menemui Nabi, kemudian Nabi bertanya kepada Aisyah: "Wahai Aisyah, apakah engkau kenal dia?" Aisyah menjawab: "Tidak, wahai Nabi Allah." Lalu, Nabi bersabda: "Dia itu Qaynah dari Bani Fulan, apakah kamu mau ia bernyanyi untukmu?", maka bernyanyilah qaynah itu untuk Aisyah. (HR. An Nasai, kitab Asyratun Nisa, no. 74)

18. Memperhatikan perasaan istri
"Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya merengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya" (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar- Rafi dari Abu Said Alkhudzri r.a)

19. Segera menemui istri jika tergoda.
Dari Jabir, sesungguhnya Nabi saw pernah melihat wanita, lalu beliau masuk ke tempat Zainab, lalu beliau tumpahkan keinginan beliau kepadanya, lalu keluar dan bersabda, "Wanita, kalau menghadap, ia menghadap dalam rupa setan. Bila seseorang di antara kamu melihat seorang wanita yang menarik, hendaklah ia datangi istrinya, karena pada diri istrinya ada hal yang sama dengan yang ada pada wanita itu." (HR Tirmidzi)

20. Berpelukan saat tidur
Tidak saya deskripsikan, soalnya ada yang belum merid lho? (HR Tirmidzi 132)

21. Membantu pekerjaan rumah tangga
Hal inilah yang kadang-kadang masih males. Tapi jika dikerjakan berdua, biasanya jadi tidak berasa, sambil becanda ataupun ngobrol-ngobrol.Aisyah pernah ditanya: "Apa yang dilakukan Nabi saw. di rumahnya?" Aisyah menjawab: "Beliau ikut membantu melaksanakan pekerjaan keluarganya." (HR Bukhari)

22. Mengistimewakan istri
Dari Anas, dia berkata: "Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi SAW menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah." (HR Bukhari)

23. Mendinginkan kemarahan istri dengan mesra
Nabi saw biasa memijit hidung Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, Wahai Aisy, bacalah doa: Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan." (HR. Ibnu Sunni)

Friday, 11 March 2016

Kebiasaan Rasullah SAW Memanggil Mesra Istri-istrinya

Kebiasaan Rasullah SAW Memanggil Mesra Istri-istrinya "panggilan manja/tanda sayang".


Memberi sesuatu yang menyenangkan istri.

Dari Said bin Yazid, bahwa ada seorang wanita datang menemui Nabi, kemudian Nabi bertanya kepada Aisyah: "Wahai Aisyah, apakah engkau kenal dia?" Aisyah menjawab: "Tidak, wahai Nabi Allah." Lalu, Nabi bersabda: "Dia itu Qaynah dari Bani Fulan, apakah kamu mau ia bernyanyi untukmu?", maka bernyanyilah qaynah itu untuk Aisyah. (HR. An Nasai, kitab Asyratun Nisa, no. 74)

Memperhatikan perasaan istri.

"Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya merengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya" (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar- Rafi dari Abu Said Alkhudzri r.a)

Segera menemui istri jika tergoda.

Dari Jabir, sesungguhnya Nabi saw pernah melihat wanita, lalu beliau masuk ke tempat Zainab, lalu beliau tumpahkan keinginan beliau kepadanya, lalu keluar dan bersabda, "Wanita, kalau menghadap, ia menghadap dalam rupa setan. Bila seseorang di antara kamu melihat seorang wanita yang menarik, hendaklah ia datangi istrinya, karena pada diri istrinya ada hal yang sama dengan yang ada pada wanita itu." (HR Tirmidzi)

Berpelukan saat tidur.

Tidak saya deskripsikan, soalnya ada yang belum merid lho? (HR Tirmidzi 132)

Membantu pekerjaan rumah tangga.

Hal inilah yang kadang-kadang masih males. Tapi jika dikerjakan berdua, biasanya jadi tidak berasa, sambil becanda ataupun ngobrol-ngobrol.Aisyah pernah ditanya: "Apa yang dilakukan Nabi saw. di rumahnya?" Aisyah menjawab: "Beliau ikut membantu melaksanakan pekerjaan keluarganya." (HR Bukhari)

Mengistimewakan istri.

Dari Anas, dia berkata: "Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi SAW menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah." (HR Bukhari)

Mendinginkan kemarahan istri dengan mesra.

Nabi saw biasa memijit hidung Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, Wahai Aisy, bacalah doa: Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan." (HR. Ibnu Sunni)

Resep Sukses, Segera Mulai Hindari Menunggu.

RESEP SUKSES SEGERA MULAI, HINDARI MENUNGGU.!! ini yang mungkin masih belum hilang pada diri kita, atau mungkin anda sudah melakukannya?


Tulisan ini diambil dari broadcast pagi ini disalah satu grup Whats App karena menurut tim ini bermanafaat maka tim menukil tulisan dari Broadcast tadi pagi ini.

Dan berharap semoga dengan disebar ulang tulisan ini menjadi berkah dan penulis tulian ini pun menjadi amal jariah untuknya. Sehingga orang yang membacanya termotivasi untuk segera melakukan susuatu  dan menghindari menunggu.

SAUDARAKU, jika kita bermaksud untuk melakukan sesuatu aktivitas yang BAIK  dan BERMANFAAT, lakukan lah,  JANGAN MENUNDA-NUNDA .

1.Jangan menunggu BAHAGIA baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kita akan bahagia.

2. Jangan menunggu KAYA baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kita akan  semakin kaya.

3. Jangan menunggu TERMOTIVASI baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kita  akan termotivasi.

4. Jangan menunggu DIPEDULIKAN ORANG baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain,  maka kita akan dipedulikan...

5. Jangan menunggu orang MEMAHAMI KITA  baru kita  memahami dia, tâÞi pahamilah orang itu, maka orang itu akan paham dengan kita.

6. Jangan menunggu TERINSPIRASI baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisan kita

7. Jangan MENUNGGU PROYEK  baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggu.

8. Jangan MENUNGGU DICINTAI  baru mencintai, tapi belajarlah mencintai,maka kita  akan dicintai.

9. Jangan menunggu BANYAK UANG  baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah,. bukan sekadar uang yang datang tapi juga rejeki yang lainnya.

10. Jangan MENUNGGU CONTOH  baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah,maka kita  akan menjadi contoh yang diikuti.

11. Jangan MENUNGGU SUKSES  baru bersyukur. tapi bersyukurlah, maka akan  bertambahlah kesuksesan kita

12. Jangan MENUNGGU BISA  baru melakukan, tapi lakukanlah! Kita  pasti bisa!

Demikian SAUDARAKU, semoga BERMANFAAT, SEMOGA membawa KEBERKAHAN untuk sekedar MENAMBAH MOTIVASI.

Wassalamualaikum wrwb

Bagaimana Perjumpaan Manusia dengan Allah SWT.

Perjumpaan Manusia dengan Allah SWT. Tujuan terakhir hidup manusia ialah liqaullah artinya bertemu dengan Allah.



Dalam salah satu Surat yang diturunkan paling awal, terdapat ayat yang berbunyi:

"Wahai manusia! Sesungguhnya engkau harus berusaha keras untuk mencapai Tuhan Engkau, sampai engkau bertemu dengan Nya" (84:6).

Tetapi tujuan itu tak akan sampai sepenuhnya di dunia. Hanya di Akhirat sajalah manusia dapat mencapai tingkatan itu.Oleh sebab itu, orang yang mendustakan kehidupan Akhirat dikatakan oleh Qur'an sebagai orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah. Qur'an mengatakan:

"Dan mereka berkata: Apakah jika kita telah lenyap dalam tanah, akan dijadikan ciptaan baru? Sebaliknya, merekalah yang mengafiri pertemuan dengan Tuhan mereka" (32:10).

Berkali-kali Qur'an Suci mencela orang-orang yang puas de ngan kehidupan dunia dan tak menghiraukan tujuan hidup yang tinggi. Qur'an mengatakan:

"Sesungguhnya orang yang tak mengharapkan bertemu dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia, dan merasa   tentram dengan itu, dan orang yang lalai terhadap ayat-ayat Kami, mereka itu tempat tinggalnya ialah Neraka" (10:7-8). "

Tetapi orang yang tak mengharapkan bertemu dengan Kami,
Kami biarkan mereka dalam kesewenang-wenangan mereka, membabi-buta semau-maunya" (10:11). "
Dan orang-orang yang mengafiri ayat-ayat Allah dan mengafiri pertemuan dengan Dia, mereka merasa putus asa dari rahmat Ku, dan mereka mendapat siksa yang pedih" (29:23).

"Mereka tahu apa yang nampak di luar tentang kehidupan dunia, tetapi mereka lalai terhadap kehidupan Akhirat. Apakah mereka tak merenungkan dalam diri mereka sendiri? Allah tak mencipta kan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melain kan dengan benar dan untuk jangka waktu yang telah ditetapkan.

Dan sungguh kebanyakan manusia mengafiri pertemuan dengan Tuhan mereka" (30:7-8).

Hanya orang yang yakin bahwa mereka akan bertemu de ngan Tuhan mereka, akan bekerja dengan tekun untuk mencapai tujuan yang tinggi itu. Qur'an mengatakan:

"Dan mohonlah pertolongan (Allah) dengan sabar dan shalat, dan sesungguhnya ini berat, kecuali bagi orang yang rendah hati. Ya itu orang yang tahu bahwa mereka akan bertemu dengan Tuhan mereka, dan mereka akan kembali kepada-Nya" (2:45-46).

Pertemuan dengan Tuhan adalah tujuan tertinggi yang harus dicapai, yang harus dilakukan dengan mengerjakan segala amal perbuatan baik. Qur'an mengatakan:

"Oleh karena itu, barangsiapa berharap akan bertemu dengan Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan perbuatan baik, dan tak menyekutukan sesuatu pun dalam mengabdi kepada Tuhan nya" (18:110).

Bukankah yang disebut Neraka itu karena terasing dari Tu han? Qur'an mengatakan:

"Tidak! Malahan apa yang mereka usahakan hanyalah karat yang ada pada hati mereka. Tidak! Pada hari itu mereka akan terasingdari Tuhan mereka, lalu mereka akan masuk di Neraka yang me nyala" (83:14-16).
Oleh karena itu, Sorga adalah tempat pertemuan dengan Allah, dan kehidupan Sorga adalah di atas segala angan angan jasmaniah.

Wednesday, 9 March 2016

Rasulullah Takut Akan Gerhana, Tapi Umatnya Malah Menyepelekan .

Rasulullah Takut Akan Gerhana, Tapi Umatnya Malah Menyepelekan
.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

.

Ketika Madinah terjadi gerhana matahari, ketahuilah bahwa Rasulullah merasa takut dan segera mengajak umat Islam untuk shalat di mesjid.  Meskipun beliau adalah manusia yang paling mengetahui segala sesuatunya [ lewat ijin Allah ] tapi Rasulullah tidak menunjukkan sikap yang tenang ketika terjadi gerhana.


Sebaliknya, Rasulullah malah waspada.  Beliau takut dan khawatir akan terjadi kiamat.

Lihatlah, sungguh berbeda dengan sikap umat [ Islam ] sekarang ini.  Merasa teknologi sudah demikian canggihnya, sehingga menganggap peristitwa gerhana [ matahari atau bulan ] adalah sebuah peristiwa alam 'biasa' yang tidak perlu disikapi apapun.  Jika Rasulullah takut, umatnya malah gembira.  Jika Rasulullah waspada, umatnya malah sibuk berencana foto selfie.  Jika Rasulullah khawatir akan terjadi kiamat, umatnya malah larut dalam rencana pesta gemerlap.

Astagfirullah.

Akan jadi apakah umat ini jika sikap Rasulullah tidak menjadi teladan bagi kita?  Janganlah kita merasa sok lebih pintar, sok lebih hebat, lebih canggih ketimbang jaman Rasulullah.

Meskipun jaman Rasulullah belum ada satelit luar angkasa, belum ada teropong bintang, bahkan belum ada mobil.  Tapi ketahuilah, ilmu yang dimiliki Rasululah adalah yang paling luas, dalam dan lengkap yang pernah dimiliki oleh manusia.

Kita hanya tahu peristiwa gerhana matahari hanya dalam perspektif ilmu pengetahuan.  Tapi apa kandungan peristiwa dibalik semua itu, kita buta sama sekali.  Kita tidak punya ilmu sedikitpun untuk menyingkap tabir dibalik peristiwa gerhana yang terjadi di tahun 2016 ini.  Mengapa gerhana tidak terjadi tahun sebelumnya, atau mengapa tidak 4 tahun lagi ?

Jawabannya bukan hanya persoalan science.  Tapi sesungguhnya ada sesuatu yang menyelimuti hal itu, yang tidak kita ketahui.  Ada 'suatu pesan'  yang hendak disampaikan Allah Ta'ala dari peristiwa gerhana ini.

Sesuatu yang menyelimuti itulah yang diketahui oleh Rasulullah, sehingga beliau merasa khawatir, takut dan waspada.  Dan sebagai solusi dari ketakutan beliau, Rasulullah melakukan shalat kusuf,



Sungguh, Nabi Takut Akan Gerhana

عَنْ أَبِى مُوسَى قَالَ خَسَفَتِ الشَّمْسُ فِى زَمَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَامَ فَزِعًا يَخْشَى أَنْ تَكُونَ السَّاعَةُ حَتَّى أَتَى الْمَسْجِدَ فَقَامَ يُصَلِّى بِأَطْوَلِ قِيَامٍ وَرُكُوعٍ وَسُجُودٍ مَا رَأَيْتُهُ يَفْعَلُهُ فِى صَلاَةٍ قَطُّ ثُمَّ قَالَ « إِنَّ هَذِهِ الآيَاتِ الَّتِى يُرْسِلُ اللَّهُ لاَ تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُرْسِلُهَا يُخَوِّفُ بِهَا عِبَادَهُ فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ

Abu Musa Al Asy'ari radhiyallahu 'anhu menuturkan, "Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Nabi lantas berdiri takut karena khawatir akan terjadi hari kiamat, sehingga beliau pun mendatangi masjid kemudian beliau mengerjakan shalat dengan berdiri, ruku' dan sujud yang lama. Aku belum pernah melihat beliau melakukan shalat sedemikian rupa."

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lantas bersabda,"Sesungguhnya ini adalah tanda tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya. Gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau hidupnya seseorang. Akan tetapi Allah menjadikan demikian untuk menakuti hamba hambaNya. Jika kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdoa dan memohon ampun kepada Allah."

An Nawawi rahimahullah menjelaskan mengenai maksud kenapa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam takut, khawatir terjadi hari kiamat. Beliau rahimahullah menjelaskan dengan beberapa alasan, di antaranya:

Gerhana tersebut merupakan tanda yang muncul sebelum tanda tanda kiamat seperti terbitnya matahari dari barat atau keluarnya Dajjal. Atau mungkin gerhana tersebut merupakan sebagian tanda kiamat.

Hendaknya seorang mukmin merasa takut kepada Allah, khawatir akan tertimpa adzab-Nya. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam saja sangat takut ketika itu, padahal kita semua tahu bersama bahwa beliau shallallahu 'alaihi wa sallam adalah hamba yang paling dicintai Allah.

Lalu mengapa kita hanya melewati fenomena semacam ini dengan perasaan biasa saja, mungkin hanya diisi dengan perkara yang tidak bermanfaat dan sia-sia, bahkan mungkin diisi dengan berbuat maksiat.

Siapa yang  tahu peristiwa ini ternyata  adalah tanda datangnya bencana atau adzab ?  Atau tanda semakin dekatnya hari kiamat, misalnya dengan semakin lemahnya tembok yang mengukung Ya'juj dan Ma'juj ?  Atau akan semakin keringlah sungai Eufrat di Iraq ?

Sesungguhnyam, ada 'pesan' apakah yang hendak disampaikan Allah Ta'ala dari peristiwa gerhana ini ?

Tidak patutlah umat Nabi Muhammad menyambut gerhana [ matahari atau bulan ] dengan suka cita.  Karena tuntunan Rasulullah menyuruh kita untuk menghadapi gerhana dengan mempertebal keimanan, dan terus menerus berzikir mengingat Allah.  Kita tidak tahu bencana apa sesungguhnya yang tengah menanti kita, tapi kita pasrahkan semuanya kepada Allah Ta'la.

Perbanyaklah dzikir, istighfar, takbir, sedekah dan bentuk ketaatan lainnya.  Dan bukannya malah berpikir untuk foto selfie atau mengagumi peristiwa gerhana itu sendiri.

Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo'alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah." (HR. Bukhari no. 1044)

#BelajarShirah #NabiMuhammadDotInfo

Wallahu a'lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.