Sunday, 8 November 2015

Ajaran Islam, Kerjakanlah Sesuatu Sesuai keahlian Seseorang


Ajaran Islam, Kerjakanlah Sesuatu Sesuai keahlian Seseorang.

Ada seorang pria, tidak lolos ujian masuk universitas, orang tuanya pun menikahkan ia dengan seorang wanita.

Setelah menikah, ia mengajar di sekolah dasar. Karena tidak punya pengalaman, maka belum satu minggu mengajar sudah dikeluarkan.

Setelah pulang ke rumah, sang istri menghapuskan air mata nya, menghiburnya dengan berkata: "Banyak ilmu di dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada orang yang tidak bisa menuangkannya. Tidak perlu bersedih karena hal ini. mungkin ada pekerjaan yang lebih cocok untukmu sedang menantimu."

Kemudian, ia pergi bekerja keluar, juga dipecat oleh bosnya, karena gerakannya yang lambat.
Saat itu sang istri berkata padanya, kegesitan tangan-kaki setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, dan kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat?
Kemudian ia bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun, semuanya gagal di tengah jalan.

Namun, setiap kali ia pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, tidak pernah mengeluh.

Ketika sudah berumur 30 tahun-an, ia mulai dapat berkat sedikit melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu wicara.

Kemudian, ia membuka sekolah siswa cacat, dan akhirnya ia bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota.

Ia sudah menjadi bos yang memiliki harta kekayaan berlimpah.
Suatu hari, ia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, bahwa ketika dirinya sendiri saja sudah merasakan masa depan yang suram, mengapa engkau tetap begitu percaya kepada ku?

Ternyata jawaban sang istri sangat polos dan sederhana.
Sang istri menjawab: sebidang tanah, tidak cocok untuk menanam gandum, bisa dicoba menanam kacang, jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, bisa ditanam buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam pasti bisa berbunga. karena sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, dan pasti bisa menghasilkan panen dari nya.

Mendengar penjelasan sang istri, ia pun terharu mengeluarkan air mata. Keyakinan kuat, katabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit yang unggul;

Semua prestasi pada dirinya, semua adalah keajaiban berkat bibit unggul yang kukuh sehingga tumbuh dan berkembang menjadi kenyataan.

Di dunia ini tidak ada seorang pun adalah sampah. hanya saja tidak ditempatkan di posisi yang tepat.
Setelah membaca cerita ini, jangan dibiarkan saja, sharing dan teruskan ke orang lain, Anda adalah orang yang berbahagia.

Delapan kalimat di bawah ini, semuanya adalah intisari kehidupan:
1. Orang yang tidak tahu menghargai sesuatu, biarpun diberi gunung emas pun tidak akan bisa merasakan kebahagiaan.

2. Orang yang tidak bisa toleransi, seberapa banyak teman pun, akhirnya semua akan meninggalkannya.
3. Orang yang tidak tahu bersyukur, seberapa pintar pun, tidak akan sukses.
4. Orang yang tidak bisa bertindak nyata, seberapa cerdas pun tidak akan tercapai cita-cita nya.
5. Orang yang tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, seberapa giat bekerja pun tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.
6. Orang yang tidak bisa menabung, terus mendapatkan rejeki pun tidak akan bisa menjadi kaya.
7. Orang yang tidak bisa merasa puas, seberapa kaya pun tidak akan bisa bahagia.
8. Orang yang tidak bisa menjaga kesehatan, terus melakukan pengobatan pun tidak akan berusia panjang.

Smartphone Hancurkan Otak Anak Anda dan Creativitas Anak


Wajib Baca!! Smartphone Hancurkan Otak Anak Anda dan Creativitas Anak.

RABU, 28 OKTOBER 2015  KESEHATAN.
Bahaya radiasi yang timbul dari smartphone sudah menjadi perdebatan sejak lama. Beberapa ahli menyebut ponsel terutama ponsel cerdas memiliki radiasi yang sangat kuat yang dapat menyebabkan kanker otak.

Sebuah penelitian terbaru menyebut radiasi ponsel yang menyerang anak-anak ribuan kali lipat lebih berbahaya daripada orang dewasa disebabkan daya tahan tubuh pada anak belum sesempurna orang dewasa.


Apalagi saat ini jumlah anak kecil yang menggunakan smartphone bisa dikatakan sangat banyak. Maka hasil penelitian tersebut perlu ditanggapi dengan serius oleh semua orang tua.

Bagaimana teknologi canggih ini dapat menghancurkan otak anak anda, berikut ini ulasannya:

1. Anak-anak yang menghabiskan banyak waktu di layar komputer atau smatphone akan menyebabkan Emotional Quotient (EQ) yang rendah.

Perkembangan EQ pada usia anak sangat penting dan segala hal yang menghambat perkembangan tersebut wajib disingkirkan termasuk smartphone.

Di Amerika Serikat, semua orang tua dihimbau untuk tidak menginjinkan anak mereka yang berusia 3 tahun ke bawah untuk menggenggam smartphone. Sebab radiasi dari ponsel dapat mengganggu perkembangan EQ mereka.

Jika anak-anak bayi tersebut tetap diberi mainan ponsel maka besar kemungkinan mereka akan mengalami gangguan dalam berkomunikasi di dunia nyata. Anak-anak akan terbiasa berkonsentra pada layar tv atau layar ponsel dan tidak memiliki keinginan untuk berinteraksi dengan hal-hal lain di luar diri mereka.

2. Anak jadi kesulitan berbicara
Sebuah penelitian dilakukan oleh Common Sense Media dan menemukan bahwa 38% anak-anak beruisia di bawah 2 tahun sudah menggunakan gadget, bahkan sebelum mereka dapat bicara atau berjalan.

Anak-anak ini diketahui memiliki kesulitan dalam berbicara. Oleh American Academy of Pediatrics (AAP), dijelaskan bahwa di usia tersebut mereka belum memahami apa yang berada di layar ponsel meskipun otak mereka berusaha mencernanya, sementara itu kemampuan kognitif anak tidak akan berkembang yang membuat mereka sulit berbicara.

3. Anak jadi kurang aktif bermain
Saat anak-anak kecil diberi ponsel mereka akan terlatih untuk hanya menggunakan mata dan pikiran mereka saja dalam bermain aneka jenis games di ponsel.

Anak-anak ini tidak terlatih untuk bermain di dunia nyata. Mereka menganggap dunia nyata tidak semenyenangkan ketika mereka online di internet menggunakan ponsel cerdas. Dokter John Ratey dari Harvard menjelaskan salah satu keuntungan anak bermain di luar adalah tubuh mereka menjadi sehat dan merasa nyaman secara sosial.

Maka jangan heran jika anak-anak yang kecanduan games di ponsel cerdas akan mengalami perlambatan pertumbuhan dan memiliki daya tahan tubuh yang rendah.
4. Kesehatan berkurang
Karena kurang bergerak, otot pada tubuh anak-anak jadi tidak terlatih menyebabkan banyak masalah kesehatan bermunculan. Salah satu yang paling sering dialami adalah gangguan mata.

Secara psikis anak-anak juga jadi gampang stres dan mudah takut dikarenakan segala permainan di dalam ponsel sangat mempengaruhi kondisi emosional mereka.

5. Anak-anak menderita penyakit mental
Sebuah penelitian pernah dilakukan oleh sebuah team bernama PEACH yang meneliti 1000 orang anak berusia 10 dan 11 tahun.

Hasil penelitian menunjukkan anak-anak yang bermain ponsel dua jam lebih setiap hari mengalami masalah psikologis sepeti depresi, cemas, dan mengalami perubahan tingkah laku yang negatif.
Sejatinya anak-anak bermain dengan orang tua dan mendapatkan kasih sayang yang cukup untuk mendukung pertumbuhan fisik dan mental mereka. Jika di usia yang sangat muda tersebut, anak-anak telah aktif bermain ponsel maka dampak yang serius akan terjadi baik itu fisik maupun psikis.
Bila anda membaca artikel ini, buruan informasikan ke teman, tetangga atau rekan yang memiliki anak kecil. Beritahu mereka tentang bahaya smartphone jika digunakan oleh si kecil. Hindarkan dan selamatkan anak kita