Sunday, 24 April 2016

Jangan Berikan Anak perempuan kepada Ghair Ahmadi

Jangan Berikan Anak perempuan kepada Ghair Ahmadi

Ada satu pertanyaan apakah boleh memberikan anak gadis kepada ghair ahmadi atau tidak?. Dalam hal ini Hadhrat Masih Mauud a.s. sangat marah pada orang tersebut yang memberikan anak gadisnya pada ghair ahmadi. Ada seorang yang selalu bertanya pada Hadhrat Masih Mauud a.s. tentang hal ini dan memberikan  berbagai alasan bahwa ia terpaksa melakukannya. Tetapi Hadhrat Masih Mauud a.s. selalu menjawab, "Biar anak gadis tinggal selamanya di dalam rumah tapi jangan sekali-kali memberikan-nya pada ghair ahmadi". Maka Hadhrat Khalifatul Masih I ra mengeluarkan orang itu dari Jamaat Ahmadiyah dan beliau ra. tidak mau menerima taubat orang itu selama 6 tahun beliau menjadi Khalifah. Walaupun orang itu berkali-kali menyatakan bahwa dia telah bertaubat
. Banyak orang yang berkata kepada Hadhrat Abu Bakar r.a. bahwa apabila setelah Hadhrat Abu Bakar r.a., yang menjadi Khalifah adalah Hadhrat Umar r.a., maka akan terjadi kekacauan besar. Karena Hadhrat Umar ra. seorang yang pemarah. Hadhrat Abu bakar ra. bersabda bahwa "Sifat pemarah Umar hanya kelihatan selama saya memperlihatkan lemah lembut. Dan apabila saya sudah tidak ada maka dengan sendirinya ia akan berubah menjadi lemah lembut". Begitu juga dengan sifat saya  dulu, kalau ada yang melanggar perintah Hazrat Masih Mauud as. Maka orang itu harus diberi hukuman yang sangat berat, tapi sekarang sifat itu sudah hilang. Dan bahkan berubah menjadi penuh kelemah lembutan. Sampai kita merasa senang dengan adanya 10 orang saja yang sangat mukhlis dalam Jamaat. Tapi sangat tidak menyenangkan bahwa dengan sepuluh juta  anggota Jamaat tapi tidak taat kepada perintah Hadhrat Masih Mauud a.s.. Maka dari itu kepada anggota Jamaat yang ada dalam golongan itu dengarlah baik-baik, bahwa Hazrat Masih Mau'ud a.s. sangat tidak senang dengan hal itu. Maka dari itu kita harus mengamalkan perintahnya. Bukan kebiasaan saya utnuk mengeluarkan mereka dari Jamaat, tapi kalau ada yang melanggar perintah tersebut, maka saya akan mengeluarkan orang tersebut dari Jamaat. Baru beberapa bulan yang lalu ada seseorang yang memberikan anak gadisnya kepada ghair ahmadi, maka saya telah mengeluarkan orang itu dari Jamaat. Dan setelah itu dia betul-betul bertaubat dan meminta maaf. Tapi saya katakan kepadanya, bahwa penyesalan ini baru kamu ingat setelah kejadian berlalu, jadi penyesalan itu tidak ada gunanya. Kita memerlukan orang yang jujur. Andaikata saya mengambil bai'at seseorang,  maka apakah orang itu sampai waktunya nanti akan tetap sebagai Ahmadi? Padahal dalam pandangan Allah Ta'ala dia bukan Ahmadi. Yang dikatakan Ahmadi hanya mereka yang dalam pandangan Allah Ta'ala sebagai Ahmadi. Tidak ada orang yang boleh menjadi Ahmadi hanya karena telah bai'at kepada saya. Oleh sebab itu, jadilah orang Ahmadi dalam pandangan Allah, dan berusahalah sekuat tenagamu untuk  mentaati perintah Hazrat Masih Mau'ud a.s.. Semoga Allah Ta'ala melimpahkan taufik-Nya kepada kalian. Amin. (Pidato Hadhrat Khalifatul Masih II r.a. pada  jalsah Salanah tgl. 28 Desember 1915 di Qadian, India)

Renungan Ringan Untuk Menemani Minum Kopi disore Hari

RENUNGAN RINGAN TUK MENEMANI MINUM KOPI DISORE HARI.

Profesor: "Apakah Allah menciptakan segala yang ada?"
Para mahasiswa: "Betul! Dia pencipta segalanya."
Prof : "Jika Allah menciptakan segalanya, berarti Allah juga menciptakan kejahatan."
(Semua terdiam. Agak kesulitan menjawab hipotesis profesor itu).
Tiba-tiba suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.
Mahasiswa: "Prof! Sy ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?"
Prof :  "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja, dingin itu ada."
Mahasiswa: "Prof! Dingin itu tdk ada. Menurut hukum fizik, yg kita anggap dingin sebenarnya adl ketiadaan panas.
Suhu -460 degree Fahrenheit adlh ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel mnjd diam. Tdk boleh bertindak pada suhu tersebut.
Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas ya.
Selanjutnya! Apakah gelap itu ada?"
Prof : "Tentu saja ada!"
Mahasiswa: "Anda salah lagi Prof! Gelap juga tdk ada.
Gelap adlh keadaan dimana tiada cahaya. Cahaya boleh kita pelajari. Sedangkan gelap tdk boleh.
Kita boleh menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna.
Tapi! Anda tdk boleh mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensiti cahaya di ruangan itu.
Kata 'gelap' dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya.
Jadi! Apakah kejahatan, kemaksiatan itu ada?"
Profesor mulai bimbang tapi menjawab juga: "Tentu saja ada."
Mahasiswa: "Sekali lagi anda salah Prof! Kejahatan itu tdk ada. Allah tdk menciptakan kejahatan atau kemaksiatan. Seperti dingin & gelap juga.
Kejahatan adalah kata yg dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan Allah dalam dirinya.
Kejahatan adalah hasil dari tdk hadirnya Allah dalam hati manusia."

Profesor terpaku dan terdiam.
Dosa terjadi kerana manusia lupa hadirkan Allah dalam hatinya..

Hadirkan Allah dalam hati pada setiap saat, maka akan selamatlah diri kita..

Itulah IMAN..

SESUNGGUHNYA DOSA ITU LAHIR SAAT IMAN TIDAK HADIR DALAM HATI KITA

Sugeng dahar siang....

Saturday, 23 April 2016

Seorang Muslim Sejati Menutupi AIB Saudaranya Sendiri.

RENUNGAN MALAM:

MENUTUPI AIB SAUDARANYA SENDIRI.

Dikisahkan, bahwa suatu hari para sahabat sedang berkumpul di masjid. Lalu terciumlah bau kentut diantara mereka, sehingga membuat para sahabat tidak tahan dengan bau tersebut, salah seorang dari mereka berdiri dan berkata:

"Barangsiapa yang kentut, silakan bangun".

Hening, tak seorang pun berdiri.
Ketika datang waktu 'Isya mereka berkata, "Orang yang kentut pasti akan berwudhu setelah ini. Orang itulah yang kentut".

Setelah itu, para sahabat menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang keluar. Masih seperti tadi, tak seorang pun yang beranjak dari tempat duduknya, mungkin malu. Lalu Bilal bangun untuk mengumandangkan adzan. Tapi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:

"Tunggu dulu, aku belum batal, tapi aku hendak berwudhu lagi. Lalu para sahabat pun ikut berwudhu dan tidak diketahui siapa yang kentut waktu itu.
Subhanallah. Sungguh, dalam diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi kita semua.

Kisah tentang menjaga perasaan saudara seiman pun juga terjadi pada seorang ulama, yaitu Syaikh Abdurrahman Hatim bin Alwan. Beliau merupakan salah satu ulama besar di Khurasan pada zamannya. Dikenal dengan Hatim Al A'sham, yang artinya Hatim si tuli.

Suatu ketika ada seorang wanita yang datang menemui beliau. Namun, tanpa sengaja ia kentut dengan suara yang cukup keras. Wanita itu salah tingkah, menahan malu. Lalu syaikh ini pura-pura tuli, dan meminta si wanita mengulangi pertanyaannya. Dengan sikap sang syaikh, wanita itu pun merasa sedikit lega. Ia mengira sang syaikh benar-benar tuli. Lalu mereka berbicara dengan saling meninggikan suara.

Wanita itu hidup selama lima belas tahun setelah kejadian tersebut. Selama itu pula Syaikh Hatim pura-pura tuli. Hingga wanita itu meninggal, ia tak pernah tahu kepura-puraan beliau.

Usai shalat Ashar di masjid Quba, seorang sahabat mengundang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam beserta jamaah untuk menikmati hidangan daging unta di rumahnya. Ketika sedang makan, ada tercium aroma tidak sedap. Rupanya diantara yang hadir ada yang buang angin. Para sahabat saling menoleh. Wajah Rasulullah sedikit berubah tanda tidak senang. Maka tatkala waktu shalat maghrib hampir masuk, sebelum bubar, Rasulullah berkata: "Barangsiapa yang makan daging unta, hendaklah ia berwudhu!". Mendengar perintah Rasulullah tersebut maka seluruh jamaah mengambil air wudhu. Dan terhindarlah aib orang yang buang angin tadi.

Tiga kisah di atas menceritakan bagaimana seharusnya seorang muslim untuk menjaga kehormatan saudaranya. Bukan malah menertawakannya atau menyebarkan aibnya.

Abu Hurairah berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِماً سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كاَنَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ.

"... dan dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan tutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hamba-Nya selama hamba-Nya menolong saudaranya."
(Muttafaq 'alaih).

Thursday, 21 April 2016

Suatu Malam Sultan Murad IV sangat Galau

Cerita ini diambil dari buku harian Sultan Murad IV (Sultan Turki Utsmani, memerintah Juni 1612 - Februari 1640).

Di dalam buku hariannya itu diceritakan bahwa suatu malam sang Sultan merasa sangat galau, ia ingin tahu apa penyebabnya. Maka ia memanggil kepala pengawalnya dan mengatakan bahwa ia akan pergi keluar istana dengan menyamar. Sesuatu yang memang biasa beliau lakukan.

Sultan berkata: "Mari kita keluar, kita blusukan melihat wargaku".

Mereka pun pergi, udara saat itu sangat panas. Tiba-tiba, mereka menemukan seorang laki-laki tergeletak di atas tanah. Disentuh dan dibangunkan oleh Sultan, ternyata ia telah wafat. Orang-orang yang lewat di sekitarnya tidak ada yang peduli kepada mayat tersebut.

Maka Sultan memanggil mereka, kemudian mereka bertanya: "Ada apa? Apa yang kau inginkan?".

Sultan berkata: "Mengapa orang ini wafat tapi tidak ada satu pun diantara kalian yang membawanya? Siapa dia? Dimana keluarganya?"

Mereka berkata: "Orang ini Zindiq, pelaku maksiat, dia selalu minum khamar dan selalu berzina dengan pelacur".

Sultan berkata: "Tapi . . bukankah ia juga umat Muhammad SAW? Ayo angkat dia, kita bawa ke rumahnya".

Mereka pun membawa mayat laki-laki itu ke rumahnya.

Ketika sampai di rumahnya, saat istri laki-laki tersebut mengetahui suaminya telah wafat, ia pun menangis. Tapi orang-orang langsung pergi, hanya sang Sultan dan kepala pengawalnya yang masih tinggal.

Kemudian Sultan berkata kepada istri laki-laki itu: "Aku mendengar dari orang-orang disini, mereka berkata bahwa suamimu itu dikenal suka melakukan kemaksiatan ini dan itu, hingga mereka tidak peduli akan kematiannya".

Sang istri pun bercerita:
"Awalnya aku menduga seperti itu. Suamiku setiap malam keluar rumah pergi ke toko minuman keras (khamar), kemudian membeli sesuai kemampuannya. Ia bawa khamar itu ke rumah, kemudian membuangnya ke dalam toilet, sambil berkata: "Aku telah meringankan dosa kaum muslimin".

Dia juga selalu pergi ke tempat pelacuran, memberi mereka uang dan berkata: "Malam ini merupakan jatah waktuku, jadi tutup pintumu sampai pagi, jangan kau terima tamu lain!".

Kemudian ia pulang ke rumah, dan berkata kepadaku: "Alhamdulillah, malam ini aku telah meringankan dosa pemuda-pemuda Islam".

Tapi, orang-orang yang melihatnya mengira bahwa ia selalu minum khamar dan melakukan perzinahan. Dan berita ini pun menyebar di masyarakat.

Sampai akhirnya suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku: "Kalau nanti kamu mati, maka tidak akan ada kaum muslimin yang akan memandikan jenazahmu, tidak ada yang akan mensholatimu, tidak ada pula yang menguburkanmu".

Ia hanya tertawa, dan berkata: "Jangan takut sayangku, jika aku mati, aku akan disholati oleh Sultannya kaum muslimin, oleh para Ulama dan para Auliya".

Maka, Sultan Murad pun menangis, dan berkata: "Benar! Demi Allah, akulah Sultan Murad, dan besok pagi kita akan memandikannya, mensholatinya dan menguburkannya".

Demikianlah, akhirnya jenazah laki-laki itu dihadiri oleh Sultan, para ulama, para syeikh dan seluruh warga masyarakat.

Subhanallah, kadang kita suka menilai orang dari apa yang kita lihat dan kita dengar dari omongan orang. Andai saja kita mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati seseorang, niscaya pasti kita akan menjaga lisan kita dari membicarakan orang lain.
Semoga bermanfaat.. (sawang sinawang).

Wednesday, 20 April 2016

Cerita Dari Teman Tentang Senam Lidah apakah itu

Assalamualaikum wr.wb.. "SENAM LIDAH"

Kisah Nyata

"CERITA DARI TEMAN BAIK"

Aku adalah seorg yg sudah Tua, di Usia spt aku ini, pasti banyak menyandang sakit-penyakit, tapi yg paling menguatirkan aku adalah terkena penyakit Alzeimer (kehilangan ingatan),

Bukan saja tdk bisa mengatur/merawat diri, bahkan merepotkan & menyusahkan sanak keluarga.

Suatu hari, anakku pulang rumah, memberitahu aku bahwa ia mempunyai teman seorg dokter, mengajarinya satu seri gerakan SENAM LIDAH.
Senam lidah tdk cuma bisa mencegah Alzeimer, juga bisa menurunkan / memperbaiki:
- Berat Badan
- Hypertansi
- Penyumbatan Pembuluh Darah Otak
- Ashma
- Rabun jauh
- Telinga mendengung
- Infeksi Tenggorokan
- Infeksi Pundak
- Insomia (sulit tidur ), dll.

Anakku mengajariku, gerakannya sangat mudah, cukup dgn setiap pagi stlh membasuh muka di dpn cermin, JULURKAN LIDAH dan MENARIK KEMBALI sebanyak 10X,
Selanjutnya JULURKAN LIDAH, lalu gerakan ke kanan & kiri sebanyak 10X, Itu saja.

Sejak itu aku melakukan senam lidah setiap hari, terus-menerus, lebih dari setahun & membuahkan hasil yg baik, tdk hanya Otak menjadi lebih Jernih & Segar, Rabun Jauh, Kepala suka Pusing hilang & juga memperbaiki Problem Pencernakan, Mudah Pilek dll yg selama ini ku derita, semuanya menjadi lebih meringankan penderitaanku, badan menjadi lebih gesit dan lincah.

Catatan redaksi :

Senam Lidah mencegah Alzeimer ada dasarnya,

Dari penelitian Ilmu Kedokteran, syaraf lidah berhubungan dgn Otak Besar, saat badan kita menjadi tua & lemah, tanda2 yg muncul terlebih dahulu adalah Lidah menjadi kaku & kadang lidah suka tergigit sendiri.

Maka, sering menggerakan lidah dgn Senam Lidah, akan men Stimulasi ( memberi kejutan positive ) Otak Besar, mencegah Otak Mengecil & mencapai tujuan kita menyehatkan Tubuh kita.

Kami sarankan kepada semua teman2 kami yg sdh Lanjut Usia maupun yg nasih muda agar dgn Rutin setiap hari melakukan senam lidah.

Senam Lidah ketepatan Hasilnya 95%....100%

Alangkah Bahagianya Kita bisa barbagi kpd banyak org.

Senam lidah juga bermanfaat utk mengetahui gejala "stroke/pian sui". Kalau lidah sulit utk dijulurkan, atau digerakan ke kiri/kanan; itu berarti ada gejala stroke ringan. Lebih baik lagi dibarengi dengan menarik kuping kiri/kanan.

Mungkin ada yg membutuhkannya...Silahkan Berbagi....

Wassalamualaikum Wr.wb.

Bagaimana menggabungkan Shalat Jumat dan Shalat Id

Menggabungkan Jum'at dan Id
1. Terbukti dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda, jika Jum'at dan Id bersatu, maka bagi orang yang ingin dia boleh melaksanakan shalat Dzuhur sebagai ganti shalat Jum'at. Tapi (juga) bersabda, "Kami akan tetap melaksanakan shalat Jum'at."
Kemarin juga datang kepadaku fatwa dari seorang mufti sahib bahwa beberapa teman berkata bahwa jika kita melaksanakan shalat Dzuhur, bukan shalat Jum'at kita akan lebih mudah dalam menyembelih kurban. Beliau juga menulis dan mengirimkan besertanya hadist-hadist sejenis ini. Aku telah memberikan jawaban ini, yakni tidak diragukan lagi bahwa ketika Jum'at dan Id bersatu, diizinkan untuk mengerjakan shalat Dzuhur sebagai ganti shalat Jum'at. Tapi kami akan mengerjakan yang telah Rasulullah saw. kerjakan. Rasulullah saw. bersabda, "Jika ada yang ingin mengerjakan shalat Dzuhur, bukan shalat Jum'at maka diperbolehkan. Tapi kami akan tetap melaksanakan shalat Jum'at. Aku juga mengatakan ini, "bagi orang yang mau, hari ini bisa shalat Dzuhur sebagai ganti shalat Jum'at. Tapi yang ingin shalat Dzuhur, kenapa mereka memaksaku supaya tidak mengerjakan shalat Jum'at. Yang akan aku laksanakan adalah apa yang Rasulullah saw. sabdakan yakni, "Kami akan tetap melaksanakan shalat Jum'at."
Betapa pemurahnya Tuhan kita sehingga Dia memberikan kita dua Id, yakni Jum'at juga datang, Idul Adha pun datang. Dengan demikian Allah Taala telah menggabungkan dua Id untuk kita. Sekarang kalau ada yang mendapatkan dua roti berlapis mentega, kenapa dia akan menolak salah satu. Tentu dia akan mengambil keduanya. Kecuali kalau ada hal khusus yang memaksanya. Karena itulah Rasul Karim saw. memberi izin bahwa kalau ada yang terpaksa melaksanakan shalat Dzuhur sebagai ganti shalat Jum'at maka yang lain hendaknya jangan mencelanya. Dan jika sebagian orang ada yang mendapat taufik untuk mengerjakan kedua shalat tersebut, maka yang lain hendaknya tidak mengajukan keberatan kepada mereka bahwa , "Mereka tidak memanfaatkan keringanan tersebut."
Halaman 177
2. Jika Id dan Jum'at bergabung maka boleh mengerjakan shalat Dzuhur sebagai ganti shalat Jum'at dan boleh juga mengerjakan keduanya, shalat Id dan shalat Jum'at. Sebab syariat kita dalam setiap urusan memperhatikan kemudahan, sebab shalat-shalat yang biasa (5 waktu) dikerjakan di lingkungan masing-masing. Tapi pada shalat Jum'at seluruh penduduk kota berkumpul. Demikian juga pada shalat Id semua orang berkumpul. Dan berkumpul dua kali dalam satu hari di mana orang datang dan bergabung dari tempat-tempat yang jauh bisa menimbulkan kesulitan-kesulitan. Karena itu syariat mengizinkan bahwa kalau orang tidak bisa melakukannya, maka bisa melaksanakan shalat Dzuhur sebagai ganti shalat Jum'at. Pendeknya tujuan pokok syariat adalah supaya orang-orang muslim dalam kehidupannya bisa berkumpul selama mungkin. Sebab Islam datang bukan hanya untuk kebersihan hati. Islam juga datang untuk kemajuan kaum dan perkembangan masyarakat. Dan kaum serta masyarakat tidak bisa mengetahuinya tanpa ikut dalam pertemuan.
3. Boleh juga jika Jum'at dan Id bergabung dalam satu hari, maka setelah shalat Id tidak mengerjakan shalat Jum'at maupun Dzuhur. Tapi pada waktu Ashar mengerjakan shalat Ashar. Contohnya, Atha bin Abi Rabah berkata bahwa suatu kali Jum'at dan Idul Fitri, keduanya bersatu dalam satu hari. Hz. Abdullah bin Zubair ra. berkata, "Dua Id berkumpul dalam satu hari. Keduanya akan dilaksanakan sekaligus. Maka beliau mengerjakan shalat dua rakaat untuk keduanya sebelum siang hari. Setelah itu tidak mengerjakan shalat apapun hingga Ashar. Yakni hari itu hanya mengerjakan shalat Ashar.
Hz. Khalifatul Masih kedua suatu kali mengamalkan sesuai riwayat tersebut, dan setelah halat Id (hanya) mengerjakan shalat Ashar. Bunyi riwayatnya adalah sebagai berikut :
قَالَ عَطَاءٌ اِجْتَمَعَ يَوْمُ جُمُعَةِ وَ يَوْمُ فِطْرِ عَلَى عَهْدِ ابْنِ الزُّبَيْرِ فَقَالَ عِيْدَانِ اِجْتَمَعَ فِى يَوْمٍ وَاحِدٍ فَجَمَعَهُمَا جَمِيْعًا فَصَلَّاهُمَا رَكْعَتَيْنِ بُكْرَةً لَمْ يَزِدْ عَلَيْهِمَا حَتَّى صَلَّى الْعَصْرَ
Terjemah : Atha berkata, "Hari Jum'at dan hari Id bersatu pada zaman Ibnu Zubair maka dia berkata, "Dua Id berkumpul pada satu hari." Maka dia menyatukannya dan shalat dua rakaat pada pagi hari. Dia tidak menambahnya lagi hingga shalat Asar.
{Fiqih Ahmadiyah, Malik Saifur Rahman-Nazim Darul Ifta Rabwah, Hal 176-177}

Tuesday, 19 April 2016

KELEBIHAN baca QUR'AN WKT SUBUH n TAHAJUD

KELEBIHAN BC QUR'AN WKT SUBUH n TAHAJUD

Dirikanlah Shalat sejak matahari condong hingga kegelapan malam, dan Bacalah Al-Qur'an pada waktu Subuh. Sesungguhnya pembacaan Al-qur'an pada wkt subuh diterima secara istimewa oleh Allah. ( Qs 17:79 )

  Dan kami ber-angsur2 turunkan dari Alquran suatu yg merupakan Penyembuh dan rahmat bagi orang-2 yg beriman. Tetapi tdklah itu menambah kpd org-2 yg aniaya melainkan kerugian ( Qs 17:83)

  Dan pada sebagian malam, maka Tahajudlah engkau, suatu ibadah tambahan bagi engkau akan mengangkat engkau ke tempat yg Sangat terpuji. ( Qs 17: 80)