Showing posts with label agam islam. Show all posts
Showing posts with label agam islam. Show all posts

Wednesday, 27 April 2016

Istigfar selalu Dilakukan Oleh Nabi Muhammad SAW, bagaimana dengan Kita Umatnya

Istigfar selalu Dilakukan Oleh Nabi Muhammad SAW, bagaimana dengan Kita Umatnya?

ISTIGHFAR

Nabi Muhammad SAW bersabda,
  " Barang siapa memperbanyak mohon ampunan ( Istighfar ) maka Allah SWT akan membebaskannya dari Kedukaan, memberinya jalan keluar dari kesempitan dan memberinya rezeki dari arah yg tdk diduganya " ( HR Abu Dawud ).

       " Makna hakiki istighfar adalah Berdoa memohon pertolongan kepada Allah Ta'ala agar terlepas dari setiap keburukan dan kesalahan yang berlaku disebabkan kelemahan manusiawi,  dan agar dg karunia Allah Ta'ala kelemahan itu jangan sampai nampak ke permukaan, bahkan tetap tersembunyi, kemudian arti istighfar utk manusia umumnya diperluas lagi, dan masalah ini juga termasuk didalam istighfar ; orang yg telah terlanjur berbuat kesalahan dan keburukan, Allah Ta'ala melindungi akibat buruk dan pengaruh racun kejahatannya di dunia ini dan diakhirat juga, Sumber hakekat najat ( keselamatan ) adalah kecintaan pribadi kpd Allah Ta'ala. Yang sebaliknya menarik kecintaan Allah Ta'ala melalui perangai lemah lembut manusia penyerahan diri dan Istighfar secara Dawam..

Friday, 8 April 2016

Pentingnya Sarana Modern Dalam Penyebaran Islam Damai

Kutipan Ringkasan Khutbah Jum'at 04 Maret 2016
Sayyidina Amirul Mu'minin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad
Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta'ala binashrihil 'aziiz

Tentang: Khalifatul Masih II ra: Mutiara Hikmah (Paragraf 18-19)

Penerjemah: Hafizhurrahman
Editor: Dildaar Ahmad

Setelah menerima Ahmadiyah, kita dapat menjaga keimanan kita dengan tetap memelihara hubungan yang kuat dan terus-menerus dengan Nizam Jemaat dan Khilafat. Untuk itu kita hendaknya menggunakan sarana-sarana yang dapat membuat diri kita senantiasa terhubung dengan Nizam Jemaat dan Khilafat meskipun berada di tempat yang jauh. Hadhrat Mushlih Mauud ra mengatakan bahwa tidak akan ada kemajuan di dalam pekerjaan Jemaat jika kita tidak memiliki hubungan dengan sumber utamanya. Beliau ra memberikan contoh pada masa beliau ra lalu bersabda bahwa surat kabar [terbitan Jemaat] merupakan suatu sarana terbaik untuk memelihara hubungan tersebut. Jika seseorang senantiasa membaca surat kabar Jemaat dimana pun ia berada, maka ia seolah-olah senantiasa berada di dekat Jemaat ini. Beliau ra bersabda bahwa di kesempatan Jalsah, beliau ra bisa memberikan ceramah kepada para lajnah hingga yang duduk di tempat yang jauh melalui loudspeaker. Demikian pula, surat kabar juga bisa senantiasa memelihara mereka yang berada di tempat yang jauh agar tetap berhubungan dengan Jemaat. Hadhrat Masih Mauud as senantiasa bersabda bahwa surat kabar Al-Hakam dan Badr merupakan dua tangan beliau as. Pada masa Hadhrat Masih Mauud as, surat kabar Jemaat ini sangat terkenal di kalangan anggota Jemaat dan meskipun Jemaat masih sedikit, namun penjualan surat kabar Badr sangat luas. Bahkan, para Ahmadi yang tidak berpendidikan pun akan membeli surat kabar ini lalu memberikannya kepada orang lain agar dapat dibaca sebagai sarana tabligh. Seorang Ahmadi yang tidak terpelajar, yang bekerja sebagai penarik kereta kuda, selalu membeli surat kabar Al-Hakam. Dan ketika ia merasa bahwa penumpangnya merupakan seorang yang baik, ia akan memberikan mereka surat kabar tersebut lalu meminta untuk membacakannya. Seperti inilah caranya memperkenalkan Ahmadiyah kepada para penumpangnya. Dikatakan, meskipun ia tidak berpendidikan, namun ia merupakan orang yang paling banyak membawa orang-orang baiat semasa hidupnya.

Waktu telah berubah dan sekarang terdapat banyak sarana yang tersedia. Setiap Ahmadi hendaknya menanamkan kebiasaan menonton MTA bagi tarbiyat diri sendiri serta untuk menumbuhkan hubungan yang kuat dengan Khilafat. Hendaknya kita menyampaikan kepada teman-teman kita mengenai website Jemaat. Banyak orang yang menulis surat seraya berkata bahwa semenjak mereka mulai dawam menonton MTA, paling tidak menonton Khotbah Jumat, maka keimanan mereka semakin kuat dan mereka merasa hubungan mereka dengan Jemaat juga semakin kokoh. MTA dan website Jemaat (www.alislam.org) merupakan sumber yang sangat bagus bagi pertablighan dan juga tarbiyat para Ahmadi serta senantiasa menghubungkan mereka dengan Khilafat dan Jemaat.

--

Friday, 1 April 2016

Menurut Agama Islam Ada Beberapa Nasihat Bagi Kaum Wanita Muslim

Sejemput Nasihat Bagi Kaum Wanita
Pada zaman kita ini beberapa bid'ah tertentu telah menjalari kalangan wanita juga. Mereka memandang dengan pandangan amat buruk terhadap poligami. Mereka seakan-akan tidak percaya terhadap masalah itu. Mereka tidak mengetahui, bahwa di dalam syariat Tuhan terkandung segala obat.
Maka seandainya di dalam agama Islam tidak ada peraturan poligami (beristri lebih dari seorang), maka apabila kaum pria dihadapkan kepada keadaan-keadaan yang memaksa mereka kawin kedua, maka di dalam syariat ini tidak akan terdapat obatnya untuk itu.
Umpamanya, jika sang istri menjadi gila atau kena penyakit lepra atau selamanya mengidap suatu penyakit serupa itu sehingga menjadikannya tidak berfungsi ataupun karena timbul suatu keadaan di mana sang istri patut dikasihani, tetapi tidak berfungsi dan sang suami pun patut dikasihani, karena tidak dapat bersabar hidup seorang diri, maka keadaan serupa itu merupakan suatu keaniayaan terhadap kekuatan kelaki-lakiannya, jika ia tidak diperkenankan kawin kedua. Sebenarnya syariat Tuhan telah memperhatikan kasus-kasus serupa itu, dan telah membuka jalan bagi kaum pria.
Pada keadaan-keadaan memaksa, bagi kaum wanita pun ada jalan terbuka, yaitu, bila sang suami tidak berfungsi, mereka dapat menuntut khula' dengan perantaraan hakim, sebagai pengganti talak.
Syariat Tuhan merupakan sebuah toko obat. Jadi, seandainya toko itu tidak menyediakan obat bagi segala macam penyakit, toko itu tidak dapat berjalan.
Maka renungkanlah, apakah tidak benar kaum pria kadang kala dihadapkan kepada beberapa kesulitan demikian rupa sehingga mereka dalam keadaan terpaksa kawin lagi, dan apakah gunanya syariat yang di dalamnya tidak memungkinkan untuk mengobati segala macam kesulitan?
Perhatikanlah, berkenaan dengan masalah talak di dalam Injil, hanyalah zina yang menjadi syarat. Sedangkan ratusan macam sebab lainnya yang dapat menimbulkan permusuhan mendalam antara kaum pria dan wanita, sedikitpun tidak disebut-sebut mengenai itu. Oleh karena itu umat Kristen tidak dapat menahan diri (mentolerir) terhadap kekurangan itu, dan pada akhirnya di Amerika terpaksa dibuat suatu undang-undang perceraian. Maka pikirlah sekarang, dengan adanya undang-undang itu, ke manakah Injil pergi?
Wahai kaum wanita, janganlah berkecil hati! Kitab yang anda miliki tidak menggantungkan diri pada perubahan yang dilakukan tangan manusia, seperti halnya Injil. Sebagaimana hak-hak bagi kaum pria terjamin, demikian pula hak-hak bagi kaum wanitapun terjamin di dalam Kitab (Al-Qur-an) itu.
Apabila seorang istri tidak sudi suaminya menikah lagi (berpoligami) ia dapat menuntut khula' dengan perantaraan hakim.
Tuhan merasa wajib agar segala macam keadaan yang akan dihadapi kaum muslimin, disebutkan oleh-Nya di dalam syariat-Nya supaya syariat jangan ternyata tak sempurna.
Maka wahai kaum wanita! Janganlah anda berkeluh-kesah kepada Tuhan apabila suami-suami anda sekalian bermaksud untuk kawin lagi. Melainkan hendaklah anda sekalian berdo'a, semoga Tuhan memelihara anda dari musibah dan percobaan. Tidak syak lagi, bahwa seorang laki-laki yang setelah memperistri dua orang tetapi ia tidak berlaku adil, ia sangat berbuat aniaya dan patut dimintai pertanggung-jawaban. Akan tetapi oleh karena ketidak-taatan kepada Tuhan, anda sendiri janganlah ditanyai mengenai perbuatan masing-masing. Apabila pada pemandangan Allah anda dinilai sebagai orang soleh, maka suami anda pun akan dijadikan soleh. Sekalipun syariat membenarkan poligami dengan mengingat berbagai kemaslahatan, namun demikian undang-undang takdir terbuka bagi anda. Jika peraturan syariat tidak sanggup anda pikul, maka manfaatkanlah undang-undang takdir dengan perantaraan do'a. Sebab undang-undang takdir dapat mengalahkan peraturan syariat juga.
Jalanilah takwa! Janganlah hati anda lekat pada dunia beserta segala pesona keindahannya itu. Janganlah membanggakan kebangsawanan. Janganlah mencemoohkan serta menertawakan seorang wanita lain. Janganlah menuntut dari sang suami sesuatu yang melebihi kemampuannya. Berusahalah agar anda masuk ke lubang kubur dalam keadaan anda maksum dan suci. Janganlah malas dalam menunaikan kewajiban-kewajiban terhadap Tuhan: mendirikan sembahyang, membayar zakat dan sebagainya. Patuhilah suami-suami anda sekalian dengan segenap hati dan jiwa. Banyaklah bagian kehormatan mereka ada pada tangan anda sekalian. Tunaikanlah tanggung jawab anda ini dengan sebaik-baiknya, demikian rupa sehingga anda sekalian terhitung di sisi Allah di dalam golongan wanita-wanita soleh dan patuh. Janganlah boros dan membelanjakan kekayaan suami secara tidak pada tempatnya. Janganlah mencuri. Janganlah berkeluh-kesah. Hendaknya seorang wanita jangan melemparkan tuduhan palsu terhadap wanita lain atau laki-laki lain. (Bahtera Nuh, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1996, h. 116-118).
PAM-mubarak